Loading...

PEMASARAN BUAH SRIKAYA

PEMASARAN BUAH SRIKAYA
Kita mungkin pernah mengenal buah srikaya baik yang ada di pekarangan rumah kita atau rumah tetangga maupun di jual di pasar kali lima, pasar tradisional, took buah dan bahkah di mini market hingga super market. Tidak cuma mengenal, mungkin pernah menikmati lezatnya buah srikaya yang diduga berasal dari Amerika Selatan dengan nama latinnya Annoa Squamosa. Di Indonesia tanaman ini mudah tumbuh dan menghasilkan buah meskipun kurang mendapat perawatan yang memadai. Tanaman ini banyak ditemukan di pekarangan baik di lahan pekarangan sempit di perkotaan ataupun lahan yang cukup luas di perdesaan. Tanaman ini sering nampak pula ditanam di halaman rumah atau di pemukiman perumahan sederhana di pinggiran kota sebagai tanaman hias atau perdu. Daerah penyebaran tanaman srikaya, hampir di Indonesia yaitu Aceh, Minangkabau, Lampung, Jawa, Sunda, Bali, Selawesi Utara, Ternate, Timor, Flores, Sulawesi Selatan, Madura, Dayak, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat dan daerah lainnya, hanya tanaman ini dikenal dengan nama yang berbeda-beda untuk setiap daerah. 1. Prospek Pengembangan Srikaya Konsumsi masyarakat terhadap buah-buahan segar dan hasil olahan, baik impor maupun produk domestik, saat ini mengalami peningkatan. Menurut data dari Biro Pusat Statistik, konsumen buah-buahan masyarakat baru sekitar 35 kg per kapita per tahun. Jumlah tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan ketentuan FAO yang seharusnya sekitar 65 kg per kapita per tahun. Volume pasar buah di dalam negeri dari tahun ke tahun menunjukkan kecenderungan naik. Hal ini seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi buah bagi kesehatan. Memperhatikan pertumbuhan permintaan buah terus meningkat setiap tahun dan adanya upaya untuk mengurangi buah impor, hal ini akan mendorong petani buah untuk mengembangkan buah-buah lokal. Pada tahun 2013 Kementerian Pertanian mentargetkan produksi buah sebanyak 19,59 juta ton dari 18,67 juta ton tahun 2012. Buah srikaya merupakan salah satu buah yang memiliki keunggulan komparatif produk tropis yang dikembangkan di 33 provinsi, 59 Kabupaten/kota. Buah srikaya merupakan salah satu aneka buah tropis yang dikembangkan dalam rangka meningkatkan produksi buah. Selain itu, buah srikaya juga mengandung gizi yang tinggi. Buah srikaya dapat diolah menjadi produk seperti selai buah, dodol buah atau produk olahan berupa pudding buah, dan lain-lain.. Produk olahan buah-buahan ini dapat menjadi alternatif usaha rumah tangga sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani. Di samping itu, tanaman srikaya dapat dimanfaatkan sebagai obat seperti untuk mengatasi batuk, demam, menurunkan asam urat, gangguan pencernaan dan lain-lain. Dari hal-hal yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa tanaman srikaya merupakan salah satu komoditas pertanian daerah tropis yang mempunyai peluang untuk dikembangkan di Indonesia. 2. Pemasaran Buah Srikaya Rangkaian kegiatan agribisnis srikaya akan diakhiri dengan kegiatan pemasaran atau menjual buah srikaya yang dihasilkannya sehingga petani mendapat keuntungan dari hasil jerih payahnya. Apabila hasil pemasarannya menguntungkan, maka jerih payahnya selama membudidayakan menghasilkan rupiah yang dapat mensejahterakan keluarganya. Untuk mengantongi rupiah yang lumayan dari usaha memasarkan srikaya itu, memang tidak gampang, karena kita perlu mengetahui sasaran pemasaran. Sasaran pemasaran berkaitan erat dengan umur pemanenan buah srikaya matang pohon atau tidak. Buah srikaya dapat dipasarkan dalam bentuk buah segar atau dalam bentuk olahan seperti selai buah, jeli buah, dodol buah, puree buah, sari buah dan lain-lain. Terdapat 2 macam sari buah yaitu sari buah encer yang dapat langsung diminum dan sari buah pekat atau sirup buah srikaya. Pemasaran buah srikaya segar selama ini umumnya dilakukan dengan menjual langsung ke pasar, yaitu ke pedagang pemborong/pengumpul ke pasar tradisional atau srikaya dijual ke pedagang pemborong/ pengumpul, kemudian dijual kembali ke pasar tradisional atau swalayan. Cara memasarkan langsung ke pedagang pemborong/pengumpul biasanya kurang menguntungkan petani, srikaya dibeli dengan harga yang murah karena petani belum melakukan grading atau pengelompokan buah. Srikaya yang masuk dalam kategori grade A, penampilan buahnya ukuran besar, bersih, tua dan agak keras tentu akan mendapatkan harga yang tinggi dibandingkan dengan srikaya grade B atau C. Menjual ke pengumpul/tengkulak yang datang ke kebun petani ada untung ruginya. Keuntungannya, jika buah srikaya yang dijualnya dalam jumlah banyak dan lokasi penjualannya/konsumen relatif jauh sehingga hasil panenannya seluruhnya dapat terjual. Sedang kekurangannya, harga ditentukan oleh pengumpul/tengkulak, sehingga jika petani tidak pandai-pandai menjualnya tentunya tidak dapat memperoleh keuntungan yang memadai. Cara lain memasarkan srikaya, petani langsung menjualnya ke konsumen. Cara ini biasaya lebih menguntungkan dibanding jika dijual melalui pedagang/ tengkulak. Petani akan memperoleh harga yang wajar, sedang konsumen juga akan membeli dengan harga yang lebih murah dibanding jika membeli dari pedagang/tengkulak.Jika dijual melalui pedagang/tengkulak, maka petani umumnya akan memperoleh harga yang relatif rendah dan konsumen akan membeli dengan harga yang lebih mahal karena pedagang/tengkulak tentunya akan mencari untung. Meski penjualan langsung ke konsumen mendapat keuntungan yang wajar, tetapi kekurangannya terkadang petani mengalami kesulitan apabila buah yang dijualnya itu dalam jumlah banyak dan lokasi penjualannya relatif jauh sehingga buah srikaya tersebut tidak laku dijual semua. Padahal, buah srikaya sebagaimana buah-buahan lain pada umumnya mudah busuk. Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1. Ir. Juhaeni Radi, 1997.Budidaya Srikaya, Penerbit Kanisius, Yogyakarta 2.Sumarno,DS; Iso Suwarno. 2011 Srikaya Jumbo Potensi Si Buah Super. Penerbit Lily Publisher, Yogyakarta.