Setiap kegiatan akhirnya diharapkan adalah pendapatan yang diperoleh meningkat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan keluarganya. Begitu juga para peternak sapi charolais akhir dari kegiatan budidaya sapi charolaisnya diharapkan mendapatkan penghasilan yang lebih baik dari sebelumnya. Sebelum melakukan usaha sapi charolais sebaiknya peternak terlebih dahulu melihat apakah di daerahnya memungkinkan pemasaran sapi charolais bila ia melakukan budidaya sapi tersebut. Selain itu peternak harus memperhitungkan kemampuan modal yang dimiliki, keahlian yang dimiliki dalam budidaya sapi charolais, sumber bibit sapi charolais sebagai pemasok dan pemasaran sapi charolais yang akan dilakukan. Setelah melakukan perhitungan di atas maka diperhatikan lagi apakah pemasaran sapi charolais yang akan dilakukan merupakan pemasaran untuk bibit/pedet sapi charolais atau untuk pemasaran sapi potong. Jika memperhatikan keadaan tersebut dapat diupayakan sebagai berikut; a. Jika pemasaran untuk bibit/pedet sapi potong maka dilakukan upaya-upaya pemasaran bibit/pedet sapi charolais langsung ke peternak atau kepada pedagang perantara yang menyalurkan bibit/pedet sapi charolais. Keuntungan menjual langsung bibit /pedet sapi charolais kepada peternak akan mendapatkan harga yang lebih tinggi tetapi jumlah bibit/pedet yang dijual terbatas, karena daya beli dan jumlah sapi charolais yang akan dipelihara peternak terbatas. Sedangkan jika menjual bibit/pedet sapi charolais kepada pedagang perantara maka jumlah bibit/pedet yang dijual cukup banyak tetapi harganya lebih rendah, karena pedagang perantara mencari keuntungan juga b. Pemasaran sapi potong charolais hidup dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu ; pertama melakukan pemasaran langsung kepada pedagang pasar misalnya peternak langsung menjual kepada pedagang daging sapi di pasar Depok. Keuntungannya harga sapi potong charolais lebih mahal tetapi jumlahnya terbatas karena setiap harinya sapi yang dipotong oleh pedagang pasar Depok terbatas juga. Kedua melakukan penjualan sapi charolais kepada pedagang perantara, jumlah sapi charolais yang dijual cukup banyak karena pedagang perantara memasok ke berbagai pasar yang menjadi langganannya, hanya harga sapi charolais yang dijual peternak kepada pedagang perantara lebih murah. Ketiga peternak membentuk kelompok dan bermitra dengan perusahaan besar pedagang sapi, penjualan sapi charolais dapat dilakukan peternak secara berkelompok dengan harga yang lebih mahal dan jumlah sapi charolais yang dijual cukup banyak karena perusahaan yang menjadi miitra peternak mempunyai hubungan penjualan sapi charolais cukup luas antara pulau bahkan antara Negara. c. Pemasaran sapi charolais dengan kerjasama; hal ini dapat dilakukan para peternak secara sendiri-sendiri atau berkelompok mengadakan perjanjian kerjasama dengan perusahaan besar di bidang peternakan. Peternak sapi charolais ini mempunyai kesempatan untuk memelihara sapi charolais dengan bantuan modal misalnya bibit dari perusahaan, selanjutnya sapi potong charolais ditampung oleh perusahaan yang bermitra tersebut, dan harga jualnya disesuaikan dengan harga pasar yang berlaku. Keuntungan peternak yang bermitra dengan perusahaan adalah terjaminnya pasokan modal seperti bibit/pedet sapi charolais serta adanya bimbingan dari perusahaan kepada peternak tentang budidaya peternakan sapi charolais dan pemasaran terjamin. Sebaliknya perusahaan peternakan mempunyai jaminan pasokan sapi potong secara berkesinambungan sehingga pemasaran sapi kepada konsumen yang membutuhkannya terjamin dan mutu sapi charolais yang diharapkan dapat terpenuhi, karena perusahaan peternakan dapat mengarahkan peternak sesuai yang diharapkan. d. Pemasaran daging langsung, peternak dapat melakukan pemasaran daging langsung dengan dua cara; pertama peternak langsung memasarkan daging sapi charolais kepada konsumen misalnya dengan membuka out line/pemasaran daging sapi di pasar. Dengan jalan demikian peternak akan memperoleh dua keuntungan yaitu dari hasil budidaya dan hasil pemasaran di pasar. Kedua, peternak dapat memasarkan langsung ke rumah makan sehingga peternak dapat mengetahui jumlah daging yang dipasarkan dan untuk mendapatkan pangsa pasar yang luas sebaiknya harga daging yang dipasarkan diturunkan dari harga yang ada di pasar tradisional ataupun pasar modern. e. Pemasaran daging dengan membentuk kelompok, cara ini dilakukan dengan jalan peternak membentuk kelompoktani selanjutnya dalam kelompoktani disepakati penjualan daging langsung secara berkelompok. Sapi charolais dikumpul secara berkelompok dan berkesinambungan selanjutnya sapi dipotong bersama-sama kemudian dijual kepada konsumen yang telah ada kesepakatan baik perorangan misalnya rumah makan ataupun swalayan yang memasarkan daging sapi. Dengan cara ini ada kepastian jumlah sapi yang dibutuhkan konsumen dan harganya akan lebih stabil. Kesemua upaya pemasaran tersebut di atas merupakan langkah-lankah pemasaran daging sapi charolais yang dapat dilakukan peternak, setiap poin pemasaran di atas ada keunggulannya dan ada pula kelemahannya. Pemasaran yang baik adalah bila peternak dapat memasarkan daging langsung baik perorangan ataupun secara kelompok. Karena 60% nilai tambah dari suatu kegiatan usaha baik usaha peternakan ataupun kegiatan usaha lainnya, terletak pada proses pemasaran yang telah diolah akan memberikan nilai tambah lebih Oleh: Dr.H.Ibrahim Saragih/Penyuluh Prtanian Sumber: Direktorat Ruminansia Direktorat Jenderal Peternaka, 2007, Pedoman Budidaya Ternak Sapi Potong yang Baik Direktorat Bina Produksi Peternakan, 1991, Pedoman Standar Bibit Ternak Indonesia.