PEMASUKAN AIR Dalam penanaman padi di sawah adakalanya perlu pengaturan air secara baik. Saat tertentu air dimasukkan, tetapi saat lainnya air justru perlu ditambah. Pengaliran air secara terus menerus dari satu petakan ke petakan lain atau penggenangan dalam petakan sawah secara terus menerus selain boros air juga berakibat kurang baik terhadap penimbuhan tanaman. Sebaliknya jika pengaliran air terlalu sedikit biasanya gulma akan tumbuh pesat dan produksi padi akan berkurang. Oleh karena itu pengaliran air sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman sehingga penggunaannya lebih efektif. Pemasukan air biasanya dilakukan pada saat berikut. a) Awal tanam Seperti yang sudah dilakukan saat penanaman, air diberikan setinggi 2-5 cm dari permukaan tanah. b) Pembentukan anakan Air dipertahankan setinggi 3-5 cm. Jika lebih tinggi dari 5 cm justru dapat menghambat pertumbuhan anakan. c) Saat tanaman padi bunting Air dimasukkan setinggi 10 cm. Kebutuhan air saat bunting ini tinggi. Kekurangan air dapat menghambat pembentukan malai, pembungaan, dan pembuahan yang berakibat fatal yakni bulir padi yang dihasilkan hampa. d) Pembungaan Muka air dijaga setinggi 5-10 cm, sebab saat ini pun kebutuhan air tergolong banyak. Akibat kekurangan air juga dapat menyebabkan hampanya bulir padi. Namun, setelah tanaman mengeluarkan bunga petakan dikeringkan beberapa saat agar pembungaan berlangsung serempak sehingga panen juga dapat diharapkan serempak. Apabila seluruh tanaman telah berbunga maka air dimasukkan kembali. Air yang diberikan dalam jumlah cukup banyak sebenarnya bermanfaat juga untuk mencegah pertumbuhan gulma, menghalau wereng yang bersembunyi di batang padi sehingga lebih mudah disemprot dengan pestisida, serta mengurangi serangan tikus. PENGELUARAN AIR Ada saat-saat tanaman padi tak perlu diberi air. Untuk itu petakan sawah dikeringkan pada waktu-waktu berikut ini. a) Sebelum tanaman bunting Gunanya untuk mencegah anakan tanaman tidak mengeluarkan bulir. b) Awal pembungaan Gunanya untuk membuat tanaman berbunga serempak c) Awal pemasakan biji Air perlu dikeringkan saat ini awal pemasakan biji untuk menyeragamkan dan mempercepat pematangan padi. Secara umum tindakan pengeringan ini juga bermanfaat untuk memperbaiki aerasi tanah, memacu pertumbuhan anakan, merangsang pembungaan, dan mengurangi kemungkinan terjadinya serangan busuk akar. Manfaat lainnya ialah mengurangi populasi wereng cokelat, lalat daun, serta kupu-kupu pudh pada tanaman padi. Dengan demikian pengeringan juga membantu mengatasi serangan hama tanaman. (sumber: Bertanam Padi Sawah Tanpa Olah Tanah/Prof. Dr. Muhajir Utomo, Ir. Nazaruddin)