A. RUANG LINGKUP
Pembangunan pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Pembangunan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga pada upaya menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan, efisien, dan berdaya saing tinggi.
Peningkatan produktivitas pertanian dapat dicapai melalui beberapa aspek utama. Pertama, penggunaan teknologi modern seperti mekanisasi pertanian, sistem irigasi cerdas, dan penerapan pertanian presisi dapat membantu petani bekerja lebih efisien serta mengurangi biaya produksi. Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian melalui pelatihan dan penyuluhan pertanian sangat penting agar petani mampu mengadopsi inovasi dan teknik budidaya yang lebih baik.
B. KARAKTERISTIK PERTANIAN
1) Sumberdaya yang dikuasai petani terbatas,
2) Melembaganya struktur ekonomi dualism,
3) Petani kecil dg skala kecil terkonsentrasi pada kegiatan budidaya,
4) Investasi di sektor pertanian mempunyai resiko ketidakpastian yg tinggi.
C. CIRI SEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA
1) Pertanian tropis
2) Mengenal musim hujan dan kemarau
3) Luasnya lahan kering
4) Banyak menggunakan tenaga kerja manusia
5) Pengusahaan luas usaha yang sempit (< 1 ha) untuk tanaman pangan
6) Pengusahaan luas usaha yang luas untuk tanaman perkebunan
7) Kontribusi thd perekonomian yang cukup besar
D. SYARAT POKOK MENURUT MOSHER (1987)
a. Pasar hasil produksi
b. Teknologi yang selalu berubah
c. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara local
d. Perancang produksi bagi petani
e. Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan
a. Pendidikan pembangunan.
b. Kredit produksi.
c. Kegiatan gotongroyong melalui kelompoktani.
d. Memperbaiki dan memperluas tanah pertanian.
e. Perencanaan nasional untuk pembangunan pertanian.
1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian
o Memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada petani agar mereka memahami teknologi, cara budidaya modern, dan pengelolaan lahan yang efisien.
o Mendorong generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian dengan memperkenalkan pertanian sebagai bidang yang menjanjikan.
o Menggunakan alat dan mesin pertanian modern (mekanisasi) untuk menghemat waktu dan tenaga.
o Menerapkan teknologi pertanian presisi seperti sensor tanah, drone, atau aplikasi pertanian digital untuk memantau kondisi lahan dan tanaman.
o Mengembangkan varietas unggul yang tahan terhadap hama dan perubahan iklim.
o Membangun dan memperbaiki jaringan irigasi agar air tersedia sepanjang tahun.
o Menyediakan jalan usaha tani, gudang penyimpanan hasil panen, dan fasilitas transportasi agar distribusi hasil pertanian lancar.
o Mempermudah petani mendapatkan kredit pertanian melalui lembaga keuangan atau koperasi.
o Menguatkan kemitraan antara petani dan industri pengolahan agar harga hasil pertanian lebih stabil.
o Membantu petani mengakses pasar digital (e-commerce) untuk menjual hasil pertaniannya secara langsung.
o Mengurangi penggunaan pestisida kimia dan menggantinya dengan pupuk organik.
o Melakukan rotasi tanaman dan konservasi tanah agar lahan tetap subur.
o Menjaga keseimbangan ekosistem dengan menanam tanaman pelindung dan menjaga sumber air.
o Pemerintah perlu menyediakan subsidi pupuk dan benih berkualitas.
o Mengembangkan program pembangunan desa pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
o Memperkuat lembaga penyuluhan, riset pertanian, dan lembaga pemasaran hasil pertanian.
G. PENUTUP
Peningkatan produktivitas pertanian tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan sinergi antara petani, pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha untuk mengembangkan sektor pertanian yang maju, efisien, dan berkelanjutan.
Meningkatnya produksi pertanian diakibatkan oleh pemakaian cara-cara atau teknik-teknik baru dalam usahatani. Sangat tidak mungkin untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan hanya menggunakan tanaman atau benih yang itu-itu saja atau menggunakan tanah yang yang lama tanpa adanya perlakuan yang baru. Teknologi pertanian penting digunakan agar pembangunan pertanian terus berjalan.