Pembenihan ini memerlukan pohon induk betina tanaman tetraploid (4n) dan pohon induk jantan tanaman diploid (2n). Penetapan pohon induk ini melalui penelitian, demikian pula kombinasi antara kedua pohon induk tersebut. Berikut ini adalah sifat tetraploid dan ketentuan lain yang diperlukan oleh suatu pohon induk. - Buah berkualitas unggul. - Karena pohon induk berhubungan erat dengan turunannya, maka untuk menghasilkan semangka tidak berbiji yang berkualitas tinggi diperlukan benih dari buah yang berkualitas tinggi pula. - Buah berbiji banyak. - Pembuahan tanaman hasil penetesan kolkhisin biasanya kurang baik, bijinya pun hanya sedikit. Biji-biji ini merupakan calon pohon induk sehingga perlu diperbanyak dan dipertahankan kemumiannya. - Dari segi penangkaran, buah yang mempunyai biji sedikit tentunya tidak efisien dan sangat mahal. Oleh karena itu, selama proses perbanyakannya perlu dijaga kemumiannya dan juga perlu dilakukan seleksi ke arah buah yang memiliki biji banyak. Di Amerika, pohon induk Tetra 1, Tetra 2, dan Tetra 3 direkomendasikan setelahmengalami seleksi massa cukup lama. Semula ketiga pohon induk itu hanya memiliki 75 biji saja pada setiap buahnya. Dengan seleksi massa, akhirnya ditemukan turunan-turunan yang memiliki 150 biji. Pada setiap tanaman benih hanya diambil dua buah saja, masing-masing dengan 150 biji. Menurut penangkar benih di Jepang, cara penyerbukan akan mempengarutu kandungan biji buah. Bila penyerbukan dilakukan secara massa (selfing), maka buahnya hanya mengandung 40-80 biji. Sedangkan bila ditanam bersama tanaman diploid, hasilnya dapat mencapai 80-120 biji. - Biji berukuran besar. - Biasanya biji yang berukuran besar akan berkecambah dengan baik dan tumbuh kuat. Dengan adanya seleksi diusahakan agar dapat diperoleh buah yang berbiji besar dan bernas. - Sifat kombinasi antarpohon induk yang diturunkan harus mantap. Selain itu, kemunuan pohon induk harus dijaga ketat. - Penyerbukan silang buatan sangat mahal, sedangkan penyerbukan silang alami dengan bantuan lebah lebih efisien dan efektif. Apabila budi daya semangka dicampur dengan budi daya lebah, maka keduanya akan saling menguntungkan. Suatu koloni lebah biasanya berisi sekitar 25.000 ekor lebah. Koloni ini diletakkan di tengah lahan pembenihan dengan jarak antara 65-70 m. Untuk setiap hektar areal pembenihan cukup digunakan 20-4 koloni lebah. - Pola penanaman pohon induk tetraploid dan diploid dilakukan berselingan sebaris demi sebaris: sebaris tanaman tetraploid dan sebaris lagi tanaman diploid. Demikian seterusnya. Setelah penyerbukan terjadi, semua tanaman diploid segera dibuang untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih baik bagi tanaman tetraploid dan supaya buah tidak tercampur. Apabila tanaman diploid masih diperlukan benihnya, maka tanaman pinggir dapat dibiarkan tumbuh untuk dibijikan. Setiap penanaman dengan cara ini akan menghasilkan 33 buah tetraploid (4n) hasil penyerbukan sendiri dan 67 buah triploid (3n) hasil penyerbukan silang. Para penangkar dapat membedakan bentuk kedua buah ini (ujung buah triploid berbentuk lebih triangular), Di Amerika, benih campuran (benih 3n : benih 4n = 2 :1), telah disarankan tidak dipisahkan. Pertirobangannya untuk menekan dan menyederhanakan produksi semangka 3n. Buah dari tanaman tetraploid berbiji sedikit. Tanaman ini dapat merupakan tanaman penyerbuk asalkan lebah penyerbuk cukup tersedia. Sebelumnya, pembenihan semangka triploid ini dilakukan dengan cara menanam sebaris tanaman diploid di setiap tiga baris tanaman tetraploid. Cara ini menghasilkan lebih banyak benih 4n hasil penyerbukan sendiri. Perlu diketahui, bahwa benih 3n maupun benih 4n tergolong benih yang menghendaki syarat khusus, antara lain suliu lahan harus cukup tinggi. Pertumbuhan kecambahnya sangat lemah sehingga perlu perhatian khusus. Sebaiknya biji tidak langsung ditanam di kebun, melainkan melalui pesemaian lebih dahulu. Media semai harus dapat memberikan dukungan bagi pertumbuhannya. Lebih baik menggunakan kompos masak yang telah diayak halus agar dapat memberikan aerasi, suhu, dan kesuburan media, pemeliharaan tanaman harus dilakukan dengan cermat. Sumber : Mochd Baga Kalie, Bertanam Semangka, 1993, Depok