Loading...

PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT)

PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT)
Oleh : I Wayan Sandi, SP (Penyuluh Pertanian Madya/ Koordinator BPP Tampaksiring Kab. Gianyar - Bali) Terimakasih para petaniku, terimakasih para pahlawan panganku betapa besar jasa dan peranmu dalam menyediakan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatku. Engkau bergelut bermandikan keringat dan tetap gigih berusaha untuk tetap bisa memproduksi bahan pangan walau banyak tantangan, kendala dan permasalahan yang mesti dihadapi, kau tetap tegar di bawah terik matahari, di bawah guyuran hujan kau tetap berusaha untuk meproduksi beras, jagung, kedelai, sayur mayur dan lain sebagainya demi ketersediaan pangan di negeri ini, tapi sangat disayangkan kalau kesejahteraanmu tidak sebanding dengan jerih payahmu. Bila musim panen raya tiba, semestinya engkau bangga karena limpahan berkah sebagai hasil jerih payahmu telah membuahkan hasil, namun kenyataannya tidaklah demikian, sering terjadi di saat panen raya harga jual produk petani anjlok sehinggga sering menimbulkan kekecewaan. Dari kenyataan ini petani harus berupaya dan berusaha tidak sekedar memproduksi tetapi harus berusaha meningkatkan nilai tambah dari produk yang dihasilkan melalui beberapa kegiatan antara lain, melakukan pengolahan hasil, melakukan sortasi/ grading, memangkas mata rantai tataniaga serta upaya promosi melalui berbagai media khususnya media sosial (medsos). Dalam hal pengolahan hasil sangatlah penting peran dari wanita tani yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk selalu didampingi dan didorong agar aktif untuk mengolah hasil produksi mereka menjadi berbagai jenis produk olahan sesuai dengan potensi pasar yang ada. Di wilayah kerja BPP Tampaksiring Kab. Gianyar terdapat cukup banyak KWT yang aktif melakukan usaha pengolahan hasil, salah satunya adalah KWT Manik Merta Sari Desa Pejeng Kangin, Kec. Tampaksiring Kab. Gianyar dengan jumlah anggota 30 orang. Hasil olahan seperti berbagai jenis kue di pasarkan berdasarkan pesanan baik bagi toko maupun pesanan bagi masyarakat yang punya hajatan. Kelompuk Wanita Tani cukup jeli membaca peluang dan kesempatan, selain usaha pengolahan hasil yang mereka pasarkan juga memanfaatkan peluang pariwisata khususnya wisatawan asing, KWT ini juga membuka "cooking class" bagi wisatawan yang ingin belajar membut produk olahan tradisional Bali. Dari hasil pantauan kami ternyata minat wisatawan asing cukup tinggi hal ini terlihat setiap saat selalu ada wisatawan yang berkunjung untuk belajar masakan tradisional. Dalam hal ini anggota KWT secara bergiliran bertugas untuk membimbing dan mendampingi para wisatawan yang belajar memasak, dan ternyata "cooking class" ini menjadi salah satu sumber penghasilan bagi KWT karena setiap wisatawan yang belajar memasak pasti memberi uang tip kepada mereka. Tampaksiring medio Oktober 2019