PEMBERIAN PAKAN PEDET STARTER DAN GROWERA. Latar BelakangManajemen pemeliharaan pedet merupakan salah satu bagian dari proses penciptaan bibit sapi yang bermutu. Untuk itu maka sangat diperlukan penanganan yang benar mulai dari sapi itu dilahirkan sampai mencapai usia sapi dara.Untuk dapat melaksanakan program pemberian pakan pada pedet, perlu dipahami tentang susunan dan perkembangan alat pencernaan anak sapi. Sejak lahir anak sapi telah mempunyai 4 bagian perut, yaitu rumen (perut handuk), retikulum (perut jala), omasum (perut buku) dan abomasum (perut sejati). Pada awalnya saat sapi itu lahir hanya abomasum yang telah berfungsi, kapasitas abomasum sekitar 60 % dan menjadi 8 % bila nantinya telah dewasa. Sebaliknya untuk rumen semula 25 % berubah menjadi 80 % saat dewasa. Waktu kecil pedet hanya akan mengkonsumsi air susu sedikit demi sedikit dan secara bertahap anak sapi akan mengkonsumsi calf starter (konsentrat untuk awal pertumbuhan yang padat akan gizi, rendah serat kasar dan bertekstur lembut) dan selanjutnya belajar menkonsumsi rumput.Pada saat pedet air susu yang diminum akan langsung disalurkan ke abomasum, berkat adanya saluran yang disebut "Oeshopageal groove". Saluran ini akan menutup bila pedet meminum air susu, sehingga susu tidak jatuh ke dalam rumen. Bila ada pakan baik konsentrat atau rumput, saluran tersebut akan tetap membuka, sehingga pakan padat jatuh ke rumen. Proses membuka dan menutupnya saluran ini mengikuti pergerakan refleks. Semakin besar pedet, maka gerakan reflek ini semakin menghilang. Selama 4 minggu Muda sebenarnya pedet hanya mampu mengkonsumsi pakan dalam bentuk cair.Zat makanan atau makanan yang dapat dicerna pada saat pedet adalah : protein air susu casein), lemak susu atau lemak hewan lainnya, gula-gula susu (laktosa, glukosa), vitamin dan mineral. Ia mampu memanfaatkan lemak terutama lemak jenuh seperti lemak susu, lemak hewan, namun kurang dapat memanfaatkan lemak tak jenuh misalnya minyak jagung atau kedelai. Sejak umur 2 minggu sapi pedet dapat mencerna pati-patian, setelah itu secra cepat akan diikuti kemampuan untuk mencerna karbohidrat lainnya (namun tetap tergantung pada perkembangan rumen). Vitamin yang dibutuhkan pada saat pedet adalah vitamin A, D dan E. Pada saat lahir vitamin-vitamin tersebut masih sangat sedikit yang terkandung di dalam kolostrum sehingga perlu diinjeksi ketiga vitamin itu pada saat baru lahir.Dalam kondisi normal, perkembangan alat pencernaan dimulai sejak umur 2 minggu. Populasi mikroba rumennya mulai berkembang setelah pedet mengkonsumsi pakan kering. Semakin besar pedet maka ia akan mencoba mengkonsumsi berbagai jenis pakan dan akan menggertak komponen perutnya berkembang dan mengalami modifikasi fungsi. Anak sapi / pedet dibuat sedikit lapar, agar cepat terangsang belajar makan padatan (calf starter). Pedet yang baru lahir mempunyai sedikit cadangan makanan dalam tubuhnya. Bila pemberian makanan sedikit dibatasi (dikurangi), akan memberikan kesempatan pedet menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi pakan, tanpa terlalu banyak mengalami stress/cekaman.Kolostrum adalah air susu yang dikeluarkan dari ambing sapi yang baru melahirkan, berwarna kekuning-kuningan dan lebih kental dari air susu normal. Kolostrum lebih banyak mengandung energi, 6x lebih banyak kandungan proteinnya, 100x untuk vitamin A dan 3x lebih kaya akan mineral dibanding air susu normal. Mengandung enzym yang mampu menggertak sel-sel dalam alat pencernaan pedet supaya secepatnya dapat berfungsi (mengeluarkan enzim pencernaan). Kolostrum mengandung sedikit laktosa sehingga mengurangi resiko diare. Mengandung inhibitor trypsin, sehingga antibodi dapat diserap dalam bentuk protein. Kolostrum kaya akan zat antibodi yang berfungsi melindungi pedet yang baru lahir dari penyakit infeksi. Kolostrum dapat juga menghambat perkembangan bakteri E. coli dalam usus pedet (karena mengandung laktoferin) dalam waktu 24 jam pertama. Susu Segar dapat digunakan sebagai pakan bagi pedet dengan dosis 8-10% dari bobot lahir pedet. Misalnya, pedet lahir dengan bobot 45 kg, maka dilakukan pemberian air susu sebanyak 4,5 liter/hari atau 2,25 liter setiap pemberian. Hindari pemberian air susu berlebih dan ganti-ganti secara mendadak. Over feeding akan memperlambat penyapihan dan akan mengurangi konsumsi bahan kering serta dapat mengakibatkan diare. Pemberian pakan pedet adalah seni, jangan diberi makan berlebihan, lebih baik pedet berada dalam kondisi sedikit lapar, namun yang penting adalah pemberian susu harus beraturan baik dalam jumlah maupun waktu. Pemberian air susu yang kurang akan menyebabkan pertumbuhan pedet yang terganggu karena kekurangan zat makanan. Kelebihan konsumsi dapat mengakibatkan gangguan pencernaan dan diare serta menyebabkan pengurangan konsumsi pakan kering atau biji-bijian sehingga akan menyebabkan bertambahnya masa menyusui. Terdapat patokan umum pemberian susu (asumsi bobot lahir = 50 kg), yaitu minggu I sebanyak 8% bobot lahir, minggu II sebanyak 9% bobot lahir, minggu III sebanyak 10% bobot lahir, minggu IV sebanyak 8% bobot lahir dan minggu V sebanyak 5% bobot lahir. Pada fase pemberian susu untuk pedet, air susu sapi asli dapat diganti menggunakan Milk Replacer/PAS(Pengganti Air Susu). Milk Replacer yang baik kualitasnya dapat memberikan pertambahan bobot badan yang sama dengan kalau diberi air susu sampai umur 4 minggu. Namun kadang-kadang pemberian milk replacer mengakibatkan sapi lambat dewasa kelamin dan sering mengakibatkan pedet kegemukan. Milk replacer yang baik dibuat dari bahan baku yang berasal dari produk air susu yang baik seperti susu skim, whey, lemak susu dan serealia dalam jumlah terbatas. Milk replacer sebaiknya diberikan pada saat pedet berusia antara 3 dan 5 minggu dan jangan diberikan kepada pedet yang berusia kurang dari 2 minggu. Pedet yang berusia kurang dari 2 minggu belum bisa mencerna pati-patian dan protein selain casein (protein susu). Pemberian calf starter dapat dimulai sejak pedet umur 2 dan 3 minggu (fase pengenalan). Pemberian calf starter ditujukan untuk membiasakan pedet dapat mengkonsumsi pakan padat dan dapat mempercepat proses penyapihan hingga usia 4 minggu. Penyapihan (penghentian pemberian air susu) dapat dilakukan apabila pedet telah mampu mengkonsumsi konsetrat calf starter 0.5 kg atau 0.7 kg kg/ekor/hari atau pada bobot pedet 60 kg atau sekitar umur 1 sampai 2 bulan. Tolak ukur kualitas calf starter yang baik adalah dapat memberikan pertambahan bobot badan 0.5 kg/hari dalam kurun waktu 8 minggu. Kualitas calf starter yang disyaratkan mengandung protein kasar 18-20%, TDN 75-80%, Ca : P adalah 2:1, kondisi segar, palatable dan craked. Tabel 1.Komposisi susu pengganti dan konsentrat starter Komposisi susu pengganti Konsentrat starter Protein 22% 18%TDN 95% 80%Lemak 10% 2-3%SK - -Ca 0.7 0.6P 0.6 0.4Vit A 3800 IU/kg 2200IU/kgVit D 600 IU/kg 300 IU/kgVit E 300 IU/kg 25 IU/kgKonsentrat pedet ini harus dibarengi dengan tersedianya air untuk menjamin perkembangan rumen. Pemberian dilakukan sedikit demi sedikit. Pakan berserat diberikan sampai pedet berumur delapan minggu. Pemberian air sangat diperlukan dan selalu ada untuk menjamin perkembangan pedet. Menurut hasil penelitian, pedet yang tidak diberi minum akan menurunkan 31 % konsumsi konsentrat dan menurunkan bobot badan sampai 38% dibandingkan dengan pedet yang diberi cukup air. Konsumsi air yang masuk ke dalam rumen akan merangsang pertumbuhan rumen. Namun hati-hati, kadang-kadang pedet menkonsumsi air yang berlebihan dan akan mengakibatkan diarre. Pemberian hijauan kepada pedet yang masih menyusu hanya untuk diperkenalkan saja guna merangsang pertumbuhan rumen. Hijauan tersebut sebenarnya belum dapat dicerna secara sempurna dan belum memberi andil dalam memasok zat makanan. Perkenalkan pemberian hay/rumput sejak pedet berumur 2-3 minggu. Rumput yang diberiakan harus yang berkualitas baik dan bertekstur halus. Silase pada pedet tidak diperbolehkan karena belum bisa memanfaatkan asam dan NPN(Non Protein Nitrogen) yang banyak terdapat dalam silase. Konsumsi hijauan harus mulai ditingkatkan setelah memasuki fase penyapihan. B. Kesimpulan 1. Penanganan pedet baru lahir sangat penting di perhatikan karena tidak semua pedet terlahir sehat dengan kondisi induk yang prima.2. Pedet adalah anak sapi yang baru lahir sampai berumur lebih kurang 6 bulan (sapi dara).3. Kadang pedet lahir lemah tidak mau menyusui dengan induknya atau malah induknya yang tidak mau menyususi.4. Peternak sapi harus bisa menangani pedet secara baik dan benar terutama dalam hal pemberian pakan agar dapat dihasilkan pedet yang berkualitas.5. Kesalahan dalam pemberian pakan pada waktu pedet bisa menyebabkan terganggunya perkembangan setelah dewasa.6. Kesehatan induk dan gizi pakan yang cukup dalam ransum induk sangat mempengaruhi.