Pembibitan cabe biasanya dilakukan untuk mendapatkan bibit yang berkualitas baik dan seragam pertumbuhannya. Biasanya bibit yang ditanam dipilih hanya yang sehat. Sementara itu bibit yang memiliki gejala serangan penyakit atau tumbuh abnormal akan dibuang. Keuntungan lainnya, pembibitan terpusat juga akan memudahkan perawatan dan pengawasan pertumbuhan fase awal tanaman yang sangat rentan. Agar bibit yang digunakan memiliki daya tahan hidup yang tinggi, gunakan benih cabe yang bersertifikat. A. Penentuan Waktu Penyemaian Penentuan waktu tanam merupakan kegiatan yang sangat penting, mengingat keberhasilan proses budidaya diawali oleh penentuan waktu tanam yang tepat. Biasanya, penyemaian dilakukan saat pembuatan bedengan kasar. Hal ini, bertujuan untuk menyesuaikan dengan umur bibit, proses pengapuran, dan lamanya dekomposisi agar berjalan dengan maksimal. Pada prinsipnya, lebih baik lahan yang menunggu dari pada bibit yang menunggu. Pasalnya, bibit yang terlalu tua kurang baik pertumbuhannya, sedangkan pengolahan lahan dapat dipercepat atau lambat tergantung jumlah tenaga kerjanya. B. Tempat dan Media Persemaian Biasanya penyemaian menggunakan wadah semai berupa polybag, snake bed, tray semai, atau bahan lain yang yang dapat digunakan untuk menyemai. Sebaiknya, penyemaian dilakukan di dalam rumah semai agar bibit cabai dapat tumbuh maksimal serta terhindar dari serangan hama, penyakit, sinar matahari dan hujan secara langsung. Rumah persemaian dapat berupa sungkup plastic. Media untuk persemaian harus memiliki kandungan hara lengkap untuk mendukung pertumbuhan awal bibit. Bila benih cabai akan disemai langsung dalam polybag, maka sebelumnya polybag harus diisi dengan media campuran tanah halus, pupuk kandang matang halus, ditambah pupuk NPK dihaluskan serta Furadan atau Curater. Sebagai pedoman untuk campuran adalah : tanah halus 2 bagian (2 ember volume 10 liter) + 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) + 80 gr pupuk NPK dihaluskan (digerus) + 75 gr Furadan. Tanah yang digunakan sebaiknya kering dan berasal dari tanah yang berada di bawah rumpun bamboo. Pasalnya, tanah tersebut mengandung banyak bahan organic. Komposisi ini akan menghasilkan 300 polybag kecil ukuran 5x7 cm. C. Langkah - langkah Penyemaian 1. Siapkan media tanam berupa tanah remah yang berasal dari tanah dibawah rumpun bamboo dan kompos dengan perbandingan 2:1. 2. Tambahkan 80 gr NPK dihaluskan dan 75 gr karbofuran. 3. Aduk media tanam hingga tercampur rata. 4. Masukkan media tanam dalam wadah penyemaian seperti polybag, tray, gelas plastic, koker daun pisang atau snake bed. 5. Buat lubang tanam tepat di tengah-tengah polybag dengan kedalaman 1,5 cm. 6. Tanam benih cabai satu benih per polybag. 7. Tutup persemaian dengan plastic, mulsa atau karung agar suasana dalam perkecambahan benih hangat. Penutupan ini berfungsi menjaga kelembaban media semai agar tidak kekeringan. Kondisi kelembaban yang cukup akan mempercepat proses perkecambahan. 8. Apabila pada hari ketiga atau keempat benih telah tumbuh menjadi kecambah, maka penutup harus dibuka. 9. Lakukan pemeliharaan bibit dengan menyiram bibit dan mengamati pertumbuhannya. Buang segera bibit yang mengalami rebah semai atau damping off. 10. Panen bibit setelah 21-30 hari atau telah tumbuh 4 helai daun. Pilih bibit yang sehat dan tumbuh normal untuk dipindahkan ke lapang. Komentar petani : 1. Irfan Naba, petani cabai merah di Boro, Desa Tompobulu Kec. Rumbia Kab. Jeneponto :sudah 7 tahun saya menanam cabai merah membuat persemaian di bedengan dengan system cabut, dari 1.500/10 gr bibit yang tumbuh dan bisa ditanam -+ 800 bibit. Semenjak menggunakan polybag 5x7 cm dalam rumah semai 2 tahun terakhir, bibit yang tumbuh dan bisa dipindahkan -+ 1300 bibit. 2. Ahmad, petani cabai dan tomat di Bukkulu, Desa Loka Kec. Rumbia Kab. Jeneponto. : Dua tahun ini saya memakai polybag 5x7 cm dan tray, bibit lebih banyak yang tumbuh, sehat, mudah dipindahkan dan pertumbuhan di lahan lebih cepat serta tidak mudah terserang jamur atau bakteri. Sistem persemaian benih menggunakan polybag bisa diibaratkan anak SD berangkat sekolah dengan membawa bekal makan dan minum, walaupun upacara di teriknya matahari dia tidak akan kehausan dan tetap sehat. Beda dengan anak yang tidak membawa bekal. Bibit cabe dalam polybag akan membawa bekal, sehingga ketika dipindahkan di terik matahari tidak stress dan tetap segar. Akar bibit kecil kemungkinan terpotong dan terinfeksi bakteri atau jamur. (Khusnul Yaqin, STP).