PEMBIBITAN DAN PENANAMAN MELON di LAHAN BPP SAMATURU
Melon adalah tanaman atau buah yang masuk dalam keluarga labu-labuan atau Cucurbitaceae yang dapat dinikmati langsung maupun diolah menjadi campuran es. Tanaman melon untuk budidaya biasanya diperbanyak secara generatif dari biji atau benih. Untuk budidaya melon seluas satu hektar diperlukan bibit tanaman sekitar 16.000- 20.000 pohon atau setara dengan 500-700 gram benih melon.Kegiatan penanaman melon saat ini dilakukan di Kantor BPP Samaturu, Kab. Kolaka bersama para penyuluh dan siswa Praktek kerja lapang. Kegiatan penanaman ini mengajarkan kepada siswa yang sedang PKL di kantor BPP Samaturu, tentang bagaimana tehnik pembibitan dan penanaman buah melon. Teknik perkecambahan yang dilakukan dengan cara merendam benih dalam air hangat selama 2-3 jam. Bila benih belum mengandung fungisida, bisa ditambahkan fungisida ke dalam air rendaman sesuai dosis. Setelah direndam benih ditiriskan dan ditebarkan diatas kain basah atau kertas koran yang telah dibasahi. Biarkan selama 1-2 hari hingga benih berkecambah. Jaga kelembaban kain atau kertas koran tersebut. Bila terlihat kering percikan air secukupnya.Pesemaian dilakukan menggunakan tray, yang diisi dengan media tanam berupa campuran tanah dengan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1, Benamkan biji melon sedalam 1-2 cm ke dalam media tanam tersebut.Proses penyemaian biasanya berlangsung hingga 10-14 hari. Atau ditandai dengan tumbuhnya 2-3 helai daun. Pada fase ini bibit sudah siap dipindahkan ke lokasi penanaman. Persiapan lahan dan penanamanPilihlah tanah yang liat serta berpasir karena jenis tanah itu banyak mengandung zat hara sehingga pertumbuhan akar melon berlangsung cepat dan tanaman melon tidak menyukai tanah yang basah, menggunakan tanah yang ber PH 5,8 – 7,2, selanjutnya ketersedia air karena tanaman melon sangat memerlukan air dalam proses pelarutan zat makan dari tanah.Lahan untuk budidaya melon sebaiknya dibajak terlebih dahulu untuk menghaluskan bongkahan tanah. Kemudian bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30-50 cm, panjang 10-15 meter dan jarak antar bedengan 50-60 cm. Setelah itu berikan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang. Untuk penanaman 1 Ha menggunakan pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/hektar. Tambahkan juga ZA, KCl dan SP-36 masing-masing 375 kg, 375 kg dan 250 kg untuk setiap hektarnya (Penggunaan pupuk disesuaikan dengan luas tanaman) Campurkan pupuk tersebut di atas bedengan dan aduk hingga merata dengan tanah bedengan. Biarkan lahan tersebut selama 2-4 hari. Bila pH tanah yang akan digunakan untuk budidaya melon kurang dari 5, berikan dolomit atau kapur pertanian sebanyak 2 ton per hektar. Campurkan dengan tanah bedengan setidaknya 2-3 hari sebelum pemupukan dasar. Penulis : Popalayah, S.Pt.,M.Sc (PPL Samaturu)