Loading...

PEMBIBITAN JARAK PAGAR

PEMBIBITAN JARAK PAGAR
Bibit jarak pagar diantaranya dapat diperoleh melalui cara stek dan perbanyakan dengan biji (benih). Untuk menghasilkan bibit yang baik, diantaranya dengan melakukan cara-cara pembibitan yang baik, seperti pentingnya pemeliharaan bibit selama dalam pembibitan. Penanaman Setek/Biji ¢ Untuk jarak tanam 2 x 2 m, diperlukan bibit 2.750 tanaman/ha, 2.500 untuk ditanam dan 250 sisanya untuk cadangan sulaman. ¢ Untuk tanaman dari biji, biji direndam selama 24 jam, biji yang tenggelam segera ditanam langsung di polibag. Biji yang masih mengapung, direndam sampai dengan 30 jam baru ditanam di polibag. ¢ Penanaman biji dilakukan paling dalam 1 cm, kemudian ditutup dengan tanah tipis dengan posisi biji bagian pangkal benih menghadap ke bawah. ¢ Benih yang berasal dari setek ditanam dalam polibag dengan kedalaman 10-15 cm. ¢ Setelah setek/biji ditanam, pasang label di setiap bedengnya untuk menggambarkan jumlah semai setiap bedeng dan tanggal semai. Pemeliharaan Bibit 1. Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan membersihkan Tanah di dalam dan di sekitar polibag dari rumput sehingga tidak mengganggu perakaran dan pertumbuhan bibit. Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali atau sesuai kondisi gulma. 2. Pemupukan Pupuk di pembibitan diberikan pada saat penyiapan media tumbuh dalam bentuk pupuk kandang sebanyak ± 1/3 bagian dari media tumbuh yang terdiri dari tanah : sekam : pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. 3. Pengairan Apabila tidak terjadi hujan, penyiraman dilakukan pagi dan sore hari menggunakan embrat/ember/selang plastic. 4. Penyapihan Apabila menggunakan polibag ukuran kecil (10 cm x 20 cm), perlu dilakukan penyapihan, sedangkan yang menggunakan polibag ukuran 15 cm x 25 cm tidak perlu dilakukan penyapihan. Penyapihan bertujuan untuk memberikan ruang tumbuh bibit yang optimal. Bibit mulai disapih pada umur 4 minggu setelah tanam. Pengendalian Hama dan Penyakit di Pembibitan ¢ Untuk mencegah serangan hama dan penyakit tanaman, bibit disemprot dengan larutan Dithane M-45 2 gr/ltr, Dursban 2 cc/ltr, dan Mite atau Samite 1 cc/ltr. ¢ Hama yang umum ditemukan di pembibitan adalah siput, belalang dan rayap. Seleksi Bibit ¢ Bibit yang baik adalah bibit yang tumbuh kuat dengan ciri daun lebar, batang kokoh, bebas hama dan penyakit. ¢ Bibit yang tumbuh lebih tinggi atau pendek dipisahkan untuk ditanam di blok-blok terpisah ¢ Bibit terpilih harus bebas hama dan penyakit. ¢ Bibit yang tumbuh tidak normal setelah 3 bulan dibuang Sumber: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2008. Budidaya Jarak Pagar