Loading...

PEMBIBITAN KOPI ROBUSTA

PEMBIBITAN KOPI ROBUSTA
Tanaman Kopi Robusta (Coffea robusta) akan tumbuh dengan baik pada daerah tropis dengan ketinggian sekitar 800 mdpl sampai dengan 1500 mdpl dengan curah hujan sekitar 2000 sampai 3000 mm per tahun. Dalam melakukan budidaya kopi robusta salah satu yang perlu dipersiapkan dengan baik adalah bibit kopi robusta yang akan digunakan. Bibit kopi robusta dapat diperoleh dengan 2 cara yaitu secara generative yaitu menngunakan biji dan secara vegetative yaitu menggunakan cara okulasi atau kultur jaringan. Adapun bahasan kali ini yaitu cara pembibitan kopi robusta menggunakan biji. Dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pernbangunan tempat pembibitan kopi Robusta Kriteria tempat pembibitan kopi yang baik adalah sebagai berikut: Lokasi mudah diawasi, dekat areal penanaman. Tempat datar, berdrainasi baik, dan dekat sumber air. Tanah bebas dari nematoda parasit dan cendawan akar kopi. Atap pembibitan dapat menggunakan paranet untuk keperluan pembesaran bibit, sedangkan untuk keperluan bibit siap tanam dapat digunakan daun kelapa untuk memudahkan proses penguatan bibit sebelum bibit dipindah ke lapangan. Untuk keperluan pembesaran bibit, penanaman bibit disarankan menggunakan bedengan sehingga dapat menghemat tempat. Media tanam yang digunakan, baik untuk pembuatan bedengan maupun pengisian polybag dapat menggunakan campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau bergantung pada porositas tanah. Semakin liat tanah, maka porsi tanah dikurangi. Tanah yang digunakan untuk rnedia tanam harus gembur dan dihaluskan. Pupuk kandang yang digunakan harus sudah matang dan terbebas dari ulat pemakan akar (uret). Media tanam tanah, pasir dan pupuk kandang diaduk merata sebelum digunakan untuk bedengan atau untuk pengisian polybag. Ukuran polybag yang digunakan disesuaikan dengan lamanya waktu pembibitan. Waktu pembibitan 2-3 bulan dapat rnenggunakan polybag berukuran minimal 10 cm x 20 cm, sedangkan pembibitan selama 4-6 bulan rrinimal menggunakan polybag berukuran 15 cm x 25 cm. Semakin lama waktu pembibitan, maka ukuran polybag yang digunakan harus semakin besar agar dapat memaksimalkan turnbuhnya akar. Bedengan pembibitan atau pun penyusunan polybag dibuat arah Utara-Selatan lebar 80-120 cm dan panjang disarankan 10 m atau 25 m. Lebar gang antar bedengan dibuat secukupnya (50-75 cm) untuk memudahkan pekerjaan pelaksana pembibitan dan pengangkutan bibit. Pemeliharaan selama pembibitan Langkah-langkah yang dilakukan dalam pemeliharaan pembibitan kopi yaitu: Untuk bibit asal cabutan, akar bibit dikurangi seperlunya sehingga tidak ada serabut akar yang tumbuhnya bertumpuk atau akar tunggang yang bengkok. Penanaman bibit asal cabutan dilakukan dengan terrebih canutu membuat rubang di medta tanam dengan cara ditugal hingga batas leher akar. selanjutnya bibit dimasukan kedalam lubang tugal dan merapatkan kembali media tanam sehingga bibit dapat berdiri tegak. Di masa awal pembibitan, akar pada bibit asal cabutan belum dapat berfungsi baik sehingga diperlukan pengendalian kelembaban dengan cara penyungkupan agar bibit dapat tumbuh dengan baik. Penyungkupan dilakukan menggunakan plastik transparan sehingga cahaya matahari dapat masuk ke dalam sungkup Selama penyungkupan` perawatan yang dilakukan hanya berupa penyiraman. Frekuensi penyiraman bergantung pada kondisi cuaca. pada saat musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan 1-2 hari sekali, sedangkan pada musim hujan dapat dilakukan 3-5 hari sekali. Cahaya matahari yang masuk selama penyungkupan diatur sedemikian rupa hingga maksimum 30% yang diperborehkan masuk ke dalam sungkup. Pada waktu 2_3 pekan setelah penyungkupan dimulai , akar pada bibit cabutan telah cukup tumbuh sehingga dapat dilatih untur pembukaan sungkup. Pembukaan sungkup dilakukan bertahap, dimulai dengan pembukaan setengah sungkup memanjang selama setengah hari atau hingga daun mengarami kondisi hampir layu. Penghentian penyungkupan dilakukan setelah bibit benar-benar tidak lagi mengalami kondisi layu saat sungkup dibuka total serama satu hari penuh. Setelah pembukaan sungkup, kegiatrn utama pemeliharaan bibit adalah penyiraman terutama pada saat musim kemarau. Penyiraman bibit harus segera dilakukan saat bibit mengalami tanda_tanda akan layu. Air yang digunakan unuk penviraman harus bersih supaya menshindari serangan penyakit dipembibitan. Untuk memperkuat pertumbuhan bibit, dilakukan penambahan penetrasi cahaya matahari secara bertahap hingga maksimum 70% cahaya masuk. Pemupukan dapat dilakukan selama masa pembibitan terutama pupuk dengan kadar nitrogen tinggi (misalnya urea) untuk mempercepat dan memperkuat pertumbuhan bibit. Pemupukan disarankan terutama saat pertumbuhan bibit melambat. Gulma yang tumbuh di polybag maupun di bedengan harus secara rutin dibersihkan untuk menghindari kompetisi unsur hara dan air. Hama dan penyakit yang menyerang selama pembibitan dikendalikan secara manual bila bibit yang diserang terbatas, Hama yang rnenyerang terutama ulat dapat dibuang secara manual. Bila bibit terkena penyakit, dapat dipotong bagian tanaman yang terserang atau pun dengan cara mengeluarkan bibit yang terkena penyakii tersebut dari pembibitan. Pengendalian secara kimlawi menggunakan pestisida hanya disarankan jika terjadi serangan luas terhadap bibit atau pun sulit dikendalikan secara manual. Penggunaan pestisida untuk pengendalian hama atau penyakit harus menggunakan pestisida yang tidak dilarang penggunaannya Oleh: Suroyo,SST PPL Kecamatan Pulau Panggung