Sapi merupakan salah satu sumber protein hewani, disamping kambing, domba dan ayam. Selain menghasilkan daging, sapi juga memproduksi susu (sapi perah) dan kulit. Sapi berasal dari famili Bovidae, seperti halnya bison, banteng, kerbau (Bubalus), kerbau Afrika (Syncherus), dan anoa. Secara garis besar, bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat di dunia ada dua, yaitu (1) kelompok yang berasal dari sapi Zebu (Bos indicus) atau jenis sapi yang berpunuk, yang berasal dan tersebar di daerah tropis serta (2) kelompok dari Bos primigenius, yang tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus. Sistem peternakan sapi khususnya sapi perah yang ada di Indonesia masih merupakan jenis peternakan rakyat. Populasi yang dipelihara hanya berskala kecil dan masih merujuk pada sistem pemeliharaan yang konvensional. Banyak permasalahan yang timbul di dalam pengelolaan peternakan sapi perah rakyat karena rata-rata mereka belum menerapkan pengelolaan yang terpadu. Padahal keberhasilan usaha peternakan sapi perah sangat tergantung dari keterpaduan 3 langkah utama yaitu di bidang pembibitan (Breeding), pakan, (feeding), dan tata laksana (management). Ketiga bidang tersebut kelihatannya belum dapat dilaksanakan dengan baik. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan ketrampilan peternak serta masih melekatnya budaya pola berfikir jangka pendek tanpa memperhatikan kelangsungan usaha sapi perah jangka panjang. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak tentang manajemen sapi perah yang baik sehingga akan berdampak pada peningkatan produksi dan ekonomi. Pembibitan dan pemeliharaan bakalan/bibit Banyak jenisnya sapi perah yang bisa dipelihara oleh peternak. Di Indonesia, sapi perah yang dapat dipelihara adalah sapi Shorthorn (dari Inggris), Friesian Holstein (dari Belanda) dan Yersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis). Dari hasil survei menunjukkan bahwa jenis sapi perah yang paling cocok dan menguntungkan untuk dibudidayakan di Indonesia adalah Frisien Holstein (FH). Agar dapat memperoleh bibit sapi perah yang baik diperlukan adanya seleksi terlebih dahulu. Seleksi dapat dilakukan berdasarkan silsilah, bentuk luar atau antomis maupun berdasarkan jumlah produksi. Ciri-ciri sapi perah betina yang baik adalah sebagai berikut: Kepala panjang, sempit, halus, sedikit kurus dan tidak banyak berotot; leher panjang dan lebarnya sedang, besarnya gelambir sedang dan lipatan-lipatan kulit leher halus; pinggang pendek dan lebar; gumba, punggung dan pinggang merupakan garis lurus yang panjang; Kaki kuat, tidak pincang dan jarak antara paha lebar; badan berbentuk segitiga, tidak terlalu gemuk dan tulang-tulang agak menonjol; dada lebar dan tulang -tulang rusuk panjang serta luas; ambing besar, luas, memanjang kedepan kearah perut dan melebar sampai diantara paha. Kondisi ambing lunak, elastis dan diantara keempat kuartir terdapat jeda yang cukup lebar. Dan saat sehabis diperah ambing akan terlipat dan kempis, sedangkam sebelum diperah gembung dan besar;Produksi susu tinggi; 10.Umur 3,5-4,5 tahun dan sudah pernah beranak; berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai keturunan produksi susu tinggi; tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular, dan tiap tahun beranak; Usaha peternakan sapi perah di Indonesia (on farm) beserta industri pengolahannya (off farm) hingga saat ini terus mengalami kemajuan pesat seiring dengan kebutuhan konsumsi masyarakat. Jumlah susu segar yang diproduksi sebagain besar dipasok oleh sapi perah Jawa Timur dan diikuti oleh Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dari segi perkembangan populasi sapi perah juga mengalami peningkatan luar biasa. Kenaikan ini terjadi karena adanya impor sapi perah asal Australia dan New Zealand. Diharapkan industri persusuan nasional dapat memproduksi dan memenuhi kebutuhan nasional, sehingga tidak lagi bergantung kepada impor. Untuk itu dibutuhkan kerja sama dan usaha keras dari semua pihak yang terkait, mulai dari peternak sampai dengan pemerintah. Penulis: Inang Sariati. Sumber: 1. htt//wordpres.com 2.Ditjen Peternakan, Pedoman Pembibitan Sapi Perah Yang Baik 3. disnak.jawatengah.go.id/index.php?option=com