Pertanian mempunyai peranan penting dalam mengembangkan pendapatan daerah dan masyarakat. Sebagaimana diketahui bahwa sebagaian besar penduduk kita bergelut dalam bidang pertanian, sehingga bila pertanian maju maka masyarakat akan sejahtera. Salah satu komoditas pertanian yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani yaitu komoditas vanili. Komoditas ini merupakan komoditas ekspor yang mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi. Saking tingginya nilai komoditi ini, maka komoditi ini dijuluki sebagai mas hijau. Tanaman ini telah dikembang pada era tahun 70 -80 an, namun karena adanya penyakit busuk batang vanili yang mematikan tanaman, maka membuat tanaman ini hilang dari deretan nama-nama komoditas penting perkebunan, termasuk juga di Kabupaten Tabanan. Namun sekarang tanaman ini sudah mulai lagi dibudidayakan sebagai tanaman sampingan, lantaran tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Bahkan dipasaran saat ini bisa mencapai Rp. 3 jutaan dalam setiap kg polong kering. Salah satu petani yang tergabung dalam kelompok/Subak Abian “Batur Munca Sari”, I Made Tawan, yang berada di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, telah melakukan usaha pembibitan tanaman vanili dan telah berhasil dengan baik, bahkan telah menjual bibitnya pada petani-petani yang ingin mengembangkan tanaman vanili. Adapun langkah-langkah dalam pembibitan tanaman ini dilakukannya sbb :Penyiapan stek.Stek vanili yang digunakan betul-betul bebas dari penyakit busuk batang vanili. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan tanaman tersebut, yang dicirikan dengan tanda-tanda:, batang besar mencapai diameter + 10-12 mm, batang tampak segar, dengan warna hijau tua, dalam setiap ruas batang terdapat akar-akar udara yang biasanya melengket kuat pada tempat panjatan. Daun-daun berukuran tebal dan lebar dapat mencapai panjang 15-20 cm. Stek dipotong + 3 ruas, dengan menghilangkan daun-daunnya kecuali daun pada bagian atas. Untuk mempercepat atau merangsang pertumbuhan akar pada ujung pangkal stek, terutama pada bagian buku bisa dilakukan dengan pemberian zat perangsang tumbuh, seperti Root-Up, dengan cara membuat larutan dari bahan tersebut, selanjutnya direndam + 3 jam..Penyiapan media tanam stek.Media tanam mempunyai peranan penting terhadap pertumbuhan tanaman bibit vanili. Hal yang paling penting adalah, bahwa media betul-betul bebas dari cendawan Fusarium sp. Bila masih ada pathogen tersebut, dipastikan bahwa bibit tanaman akan mati. Untuk mencegah adanya fusarium dalam tanah ini, petani pembuat bibit ini sangat hati-hati dalam memilih pupuk organik yang digunakan, menurutnya faktor yang utama dalam penyebaran fusarium ini adalah pupuk organik yang digunakan. Oleh karena itu pupuk prganik yang digunakan betul-betul matang. Untuk lebih meyakinkan bahwa media ini sudah betul betul aman dari serangan fusarium sp, adalah dengan menambahkan cendawar Tricoderma, sp. Cendawan ini merupakan jenis cendawan yang bersifat patogen terhadap cendawan fusarium sp, penyebab penyakit bususk batang. Saat ini sudah banyak tersedia cendawan Tricoderma sp ini, baik berupa cair maupun padat, yang diperjualbelikan secara umum.Penanam StekStek yang telah dipersiapkan/ telah diberi perlakuan, lalu tanam dalam polibag, dengan terlebih dahulu menyiapkan ajir untuk merambatkan stek agar dapat berdiri dengan baik, lalu diikat dengan tali rafia.Pemeliharaan bibitStek yang telah ditanam dalam polybag, diletakkan dalam tempat yang tentunya aman dari gangguan binatang seperti ayam, anjing dll. Bahkan untuk lebih bagusnya lagi dibuatkan bedengan dengan lebar 1m, dan panjang sesuai kondisi lapangan, untuk menghindari genangan air, bila saat musim hujan. Untuk mengindari triknya panas matahari yang langsung menyinari bibit tanaman, maka dibuatkan para-para yang diatapi dengan daun kelapa, atau daun jenis lainnya, agar sinar matahari tidak langsung masuk kedalam bibit tanaman. Pemeliharaan lainnya tentu menjaga tanaman agar tidak kekeringan,, adanya gulma yang mengganggu tanaman. Untuk lebih meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman vanili, kadang petani memberi tambahan nutrisi berupa penyemprotan dengan bio urine, ataupun bisa juga dengan mikro organisma (MOL), ataupun juga dengan menggunakan PGPR, sehingga pertumbuhan bibit tanaman vanili menjadi lebih cepat ( I Made Widiada, PP.Utama, Dinas Pertanian, Kabupaten Tabanan, Bali).