Bondowoso cybex, 10 Oktober 2012, bertempat di Pendopo Kabupaten Bondowoso diselenggarakan Pembinaan Gapoktan dalam rangka Revitalisasi dan Sosialisasi Program Kerja Gapoktan tahun 2013. Acara tersebut dihadiri oleh ; Bupati Bondowoso, Komisi II DPRD Kabupatn Bondowoso, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Kepala Dinas Kehutanan dn Perkebunan serta Gabungan Kelompoktani (Gapoktan), dan Koordinator Balai Penyuluhan Besuk, Koordinator Balai Penyuluhan Sumber Wringin, Koordinator Balai Penyuluhan Gunung Anyar, Koordinator Balai Penyuluhan Maskuning, Koordinator Balai Penyuluhan Tangsil, Koordinator Balai Penyuluhan Congkrong dan Koordinator Balai Penyuluhan Pakem. Kepala Dinas Pertanian selaku Panitia Penyelenggara melaporkan peserta silaturrohmi Pembinaan Gapoktan berjumlah 219 Gapoktan yang tergabung dalam satu wadah Paguyuban Gapoktan Karya Sejahtera, 7 Koordinator Balai Penyuluhan serta SKPD lingkup pertanian. Lebih lanjut Ir. Wahyud Triatmadji menyampaikan selama tahun 2012 program kegiatan yang akan/sedang dinikmati oleh kelompok tani meliputi; SLPTT (hibrida dan inbrida), Jitut, UPPO, Optimasi Lahan, Granulator, Hand traktor dan dana kontingensi. Pada prinsipnya Dinas Pertanian akan menyalurkan Sarana dan Prasarana pertanian dengan konsep pembangunan pertanian yang berwawasan agribisnis yang utuh (hulu - hilir ) dan memprioritaskan organisasi petani yang mempunyai kinerja baik. Bupati Bondowoso Drs.H. Amin Said Husni dalam sambutannya bahwa organisasi petani (kelompoktani, Gabungan Kelompoktani maupun Asosiasi Petani merupakan pilar atau soko guru Pembangunan di Kabupaten Bondowoso hal ini berdasarkan fakta bahwa Produk Domistik Regional Brutto (PDRB) Kabupaten Bondowoso 48 % di sektor pertanian, untuk itu beliau berpesan kepada jajaran SKPD lingkup Pertanian dan organisasi petani bisa bersinergi dengan baik untuk bisa memanfaatkan bantuan sarana dan prasarana bidang pertanian semaksimal mungkin yang pada akhirnya kesejahteraan petani bondowoso bisa lebih baik atau lebih pas dengan sebutan petani bondowoso bisa tersenyum. Lebih lanjut Bupati Bondowoso menyampaikan terimakasih kepada organisasi petani di Bondowoso yang sudah menunjukkan kerja kerasnya sehingga Pemerintah maupun Lembaga Non Pemerintah telah memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai dari Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), Jawa Post Pro Otonomi Award (JPIP) dalam pengembangan ekonomi lokal, dan yang terakhir pembangunan yang inovatif dan kreatif bidang perkebunan/kopi dan Bondowoso Pertanian Organik (Botanik) dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT). Drs. Abdullah selaku Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso menyampaikan program pembangunan pertanian selama ini di Kabupaten Bondowoso merupakan program yang utuh (hulu-hilir red.) tinggal membangun komitmen dengan organisasi petani yang meliputi; aspek manajemen, tambahan modal dari pemerintah kabupaten dan tetap membangun strategi untuk mengakses sumber dana dari pemerintah pusat dan provinsi, sehingga nantinya organisasi petani (kelompoktani, gapoktan dan asosiasi) bisa lebih bermartabat. Penulis Daelimi,SP penyuluh pertanian muda.