Loading...

PEMBUAHAN DURIAN METODE AGNO

PEMBUAHAN DURIAN METODE AGNO
Durian yang kita kenal umumnya berasal dari species Durio zibethinus Murr. tetapi dilapangan species lain diantaranya Lai (Durio kutejensis (Hass.) Becc.), dan Mandong (Durio connatus Priyanti) juga sering disebut durian. Masalah budidaya durian yang sering dijumpai di Indonesia adalah gagalnya pembuahan durian akibat defisiensi hara, kekurangan air, serangan OPT, rendahnya penguasaan dan penerapan teknologi budidaya. Kesuburan tanah dipertanaman durian umumnya sangat beragam sehingga dibutuhkan data dan informasi kesuburan tanah yang spesifik lokal. Upaya pemupukan mengatasi defisiensi hara tidak terlepas keadaan cuaca dan intensitas radiasi sinar matahari yang dipengaruhi posisi matahari merupakan faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman durian. Dekade terakhir menunjukkan perubahan iklim merupakan suatu entitas yang juga dihadapi petani. Pembuahan durian Metode AGNO diterapkan di WKPP Batuah BPP Loa Janan merupakan metode berbasis kinerja tanaman dan keadaan cuaca, mudah diadaptasi untuk pembuahan di luar musim (Off season).Telah diaplikasikan sejak tahun 2006. Prosedur Pembuahan durian Metode AGNO sebagai berikut: Mengamati keadaan tanaman Mengamati keadaan cuaca Menghitung dosis pupuk menurut diameter batang Menyusun formula pupuk (jenis, dosis, dan harga satuan hara) Menetapkan waktu dan cara aplikasi pupuk. Pembuahan durian metode AGNO sebagai berikut: Pertama, mengamati keadaan tanaman merujuk bahwa penaksiran dapat dilakukan secara langsung berdasarkan keragaan tanaman yang teramati, selain itu data rekam keadaan tanaman juga sangat membantu. Kedua, mengamatai keadaan cuaca menjadi penentu waktu dan cara aplikasi pupuk. Anasir cuaca yang diamati adalah curah hujan dasarian, kelembapan udara, kelembapan tanah, pola hujan, dan Intensitas radiasi sinar matahari. Ketiga, menghitung dosis pupuk menurut diameter batang untuk menghitung dosis pupuk hara makro primer dan makro skunder dengan rumus sebagai berikut: Mengukur lingkar batang pada ketinggian 50 cm dari permukaan tanah dan menghitung diameter batang dengan rumus sebagai berikut : = Keterangan: = Diameter batang (cm), C = lingkar batang (cm), = 22/7 Menghitung dosis pupuk makro primer dan sekunder dengan rumus: Angka tetapan 200 g/cm merupakan nilai tengah dari angka indikasi 150-250 g/cm tergantung kesuburan tanah dan berat panen musim berikutnya. Keempat, menyusun formula pupuk meliputi menentukan jenis, dosis, dan harga satuan hara agar dihasilkan formula yang efektif dan efisien. Berdasarkan pengamatan keadaan tanaman dan cuaca disusun formula yang sesuai. Masalah hara untuk inisiasi bunga durian umumnya ketidakcukupan hara P, K, Ca, Mg, dan B, sedangkan untuk pengisian buah P, K, Ca, Mg, S dan B. Unsur hara N umumnya diberikan berlebih dan atau dalam bentuk Urea/NH4+ (kation/bermuatan positif). Inisiasi bunga sebaiknya menggunakan pupuk N dalam bentuk NO3- bermuatan negatif (anion) sehingga mampu meningkatkan penyerapan hara yang bermuatan positif (Ca+). Harga per satuan hara juga penting untuk menekan biaya pemupukan. Kelima, menetapkan waktu dan cara aplikasi pupuk. Cuaca kering selama 3 minggu cukup ideal untuk melakukan pemupukan untuk inisiasi bunga dan saat yang tepat untuk melakukan pengairan, dengan demikian maka pemilihan jenis pupuk yang larut dalam air dan cepat rilis menjadi pertimbangan utama, cara aplikasi melalui pengairan sprinkle/kocor juga membantu mengefektifkan pemupukan. Pada cuaca basah pemilihan pupuk yang cepat rilis dan cara aplikasi sprinkle/kocor dan semprot/spray ke daun menjadi pilihan penting agar pohon tetap menghasilkan disaat cuaca tidak mendukung. Penulis: Agus Priyono, S.P. Penyuluh Pertanian Madya, BPP Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. HP 081347116355 WA 081254795007. E-mail: agribnursery.ap@gmail.com Mengetahui : Koordinator BPP Loa Janan