Loading...

Pembuatan Biang Murni Jamur Shitake

Pembuatan Biang Murni Jamur Shitake
Pembuatan biang mumi memerlukan tiga macam persiapan, yaitu: 1) persiapan pengambilan spora atau jaringan dari jamur jenis shitake; 2) pembuatan media agar (media PDY-A = potatoes dextrose yeast agar);dan 3) peralatan inokulasi di laboratorium. 1. Persiapan Spora jamur shitake yang akan diisolasi diambil dari tudung jamur shitake yang sehat dan dari strains yang unggul (produksi tinggi) dan bagian lamellanya masih tertutup selaput (universal veil). Tudung jamur dibersihkan dan permukaannya dan didesinfektan dengan larutan sublimat satu pennil. Selaput dipotong dan dibuka dengan pisau steril. Spora hams diusahakan tetap masih steril, dipisah, dan diletakkan pada kertas filter. Bila media agar belum siap, spora disimpan pada ruang pendingin yang steril (almari es). Spora bisajuga dikecambahkan dahulu pada cawan yang berisi media agar dan setelah tumbuh diinokulasi pada tabung reaksi yang berisi media PDA (media agar miring). Teknik mengisolasi spora ini membutuhkan kecermatan dan waktu yang lama. Oleh karena itu, sekarang lebih umum menginokulasi jaringannya saja (tudung, tangkai) karena lebih praktis dan siap sewaktu-waktu. 2. Pembuatan Media Agar Agar yang biasa dipakai untuk media adalah bakto-agar. Agar ini biasanya digunakan untuk pembiakan berbagai mikroorganisme di laboratorium. Media PDY-A dapat dibuat dengan cara sebagai berikut. a. Ambil kentang sebanyak 250 g, cuci bersih (tanpa dikupas) dan iris tipis-tipis (setebal 1 mm - 2 mm). b. Rebus kentang tersebut sampai lunak dalam air sebanyak 2 liter. Setelah lunak kentang tersebut kira-kira tinggal 1 liter. Dari 1 liter kentang ini diharapkan merupakan sarinya. c. Air sari kentang ini direbus kembali dan ditambah agar 20 g, aci (tepung) 5 g, dan dextrose 20 g sambil diaduk-aduk. d. Adonan tersebut diaduk terus sampai buih busanya hilang. e. Bila adukan dikira cukup matang, adonan disaring dengan kain flannel dan dalam keadaan hangat kuku dimasukkan ke tabung reaksi. f. Tabung reaksi yang telah terisi media agar ditutup dengan kapas bersih dan ditutup lagi dengan pelapis kertas minyak atau plastik, kemudian diikat dengan karet gelang. g. Sterilkan tabung-tabung tersebut pada autoklaft selama minimal 2 jam pada suhu 115°C - 121°C dengan tekanan puncak 1,5 atm selama 15 menit. h. Setelah dingin, jadilah media agar yang dikenal dengan nama media PDY-A. Selain kentang, bisa juga menggunakan tomat atau apel untuk media agar. Proses pembuatannya sama dengan bahan dari kentang. Adapun formulanya adalah sebagai berikut. a. Media tomat : Tomat 200 g, dextrose 20 g, agar 20 g, dan akuadest 1 liter. b. Media apel : Apel 100 g, peptone 2 g, sucrose 20 g, agar 20 g, dan akuadest 1 liter. Apabila media agar ini masih belum akan dipakai, bisa disimpan di dalam almari es. Satu liter media PDY-A ini bisa dimasukkan ke dalam tabung reaksi sejumlah 40 - 60 buah. 3. Inokulasi ke Media Agar Jamur shitake bentuk kancing yang telah terseleksi dicuci dan dibilas atau didesinfektan dengan 1 ppm sublimat, kemudian dibilas kembali dengan akuadest. Jamur yang telah dicuci diiris-iris tipis-tipis atau kecil-kecil dengan pisau steril untuk ditumbuhkan pada kultur jaringan. Satu iris jaringan ini bisa ditumbuhkan pada cawan yang berisi media agar. Setelah beberapa hari, akan tumbuh dan menghasilkan mycelium yang dapat dipindah ke media PDY-A. Dengan keterampilan petugas laborat atau pengenting, jaringan yang telah terms langsung dimasukkan (diinokulasi) ke tabung reaksi yang berisi media PDY-A. Inokulasi ini dilakukan dalam kotak enting atau Laminar -flow. Sumber : Jamur Shitake, Patah Suhardiman