a. Bibit Induk Bahan tanam Lentinus yang dipakai berasal dari mycelium dikaryon yang ditumbuhkan menjadi bibit induk dari mengkulturkan badan buah jamur. Bibit induk dapat dibuat dengan dua cara, yakni dengan mengambil dari spora (multispora) dan dengan sebagian daging badan buahnya lewat media agar (PDA). b. Media Tanam Media tanam yang dipakai adalah pengembangan media tanam yang berasal dari bibit induk (biang mumi dari media agar). Dengan pengembangan ini bibit (bahan tanam) menjadi murah dan memudahkan inokulasi. Media tanam bisa dibuat dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan media dari serbuk gergaji kayu dan dengan menggunakan media potongan-potongan kecil dari kayu dengan bentuk silindris (lebih kecil dari ukuran lubang pengeboran). Di berbagai negara, pembuatan media tanam menggunakan formula yang berbeda-beda. Demikian pula, setiap pengusaha dalam menentukan formula dari media tanam serbuk gergaji berbeda-beda. Ada 3 macam formula media tanam yang dapat dipakai dan dianjurkan, yaitu: 1) Formula 1 Serbuk gergaji : 800 g. Bekatui : 200 g. Sukrose : 30 g. Kalium nitrat : 4 g. Calcium carbonat : 6 g. Air : 2 It. 2. Formula 2: Serbuk gergaji : 65 % Dedak gandum : 15 % Dauntehkering : 20 % Kadar air : 65 % 3. Formula 3: Serbuk gergaji : 78% Sukrose : 1 % Dedak gandum : 20% Calcium carbonat : 1 % Kandungan air : 65 % Serbuk gergaji dikeringkan dan diayak, kemudian dicampur dengan bahan-bahan lainnya. Bila ditambah sukrose, sebaiknya dilarutkan dalam air dan disemprotkan ke dalam bahan dan dibasahi. Untuk mengetahui bahwa kadar aimya 65%, serbuk gergaji digenggam tangan. Bila serbuk dilepaskan dan pecah berantakan, berarti masih kering dan perlu ditambah air lagi. Bila genggaman dibuka dan serbuk bisa menggumpal berarti kadar aimya cukup; dan bila aimya menetes, berarti kadar aimya berlebihan. Bahan adukan tadi dimasukkan ke dalam kantong plastik tebal (jenis pp) atau ke dalam botol dan dipadatkan. Bagian atas kantong plastik diberi cincin dari bambu atau plastik tempat lubang untuk inokulasi. Kemudian, lubang tersebut ditutup kapas dengan tambahan kertas penutup atau aluminium foil. Media serbuk disterilisasi pada autoklaf selama kurang lebih 2-4 jam pada tekanan 1,5 atm. Setelah diinokulasi, media serbuk diinkubasikan di dalam ruangan yang bersuhu kamar 24°C - 25°C selama 30 -40 hari. Cara kedua dalam pembuatan media tanam adalah dengan memotong kayu menjadi potongan kecil-kecil (dengan mesin sehingga seragam, cepat, dan efisien) yang diameter 0,5 cm -1 cm dan panjang 1 cm -1,5 cm. Bentuk potongan kayu kecil-kecil ukuran dia-meter 0,5 cm dan panjang 1 cm. Agar bahan bisa menempel, potongan kayu tersebut dapat diberi gips 2% dan aci 5%. Sumber : Jamur Shitake, Patah Suhardiman