Provinsi Banten secara geografis berbatasan dengan Jawa Barat dan DKI Jakarta berpotensi sebagai wilayah penyangga pemenuhan kebutuhan produk-produk pertanian di kedua provinsi tersebut, terus berupaya untuk meningkatkan produksi pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan cetak sawah baru Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak seluas 125 hektar. Lahan yang merupakan cetak sawah baru, biasanya dalam kondisi yang tidak sehat, karena itu perlu dilakukan upaya penyehatan lahan di lokasi cetak sawah baru tersebut dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan pemberian biochar sebagai pembenah tanah. Biochar atau biasa disebut arang adalah produk yang dihasilkan ketika limbah biomassa (diutamakan limbah pertanian) dipanaskan tanpa udara atau dengan udara yang sangat sedikit atau dalam pustaka lain menyebutkan bahwa Biochar adalah arang hasil pembakaran tidak sempurna dari limbah pertanian yang sulit terurai seperti kayu, sekam padi, tempurung kelapa sawit, kulit buah kakao dan limbah lainnya. Bahan baku yang bisa digunakan untuk pembuatan biochar adalah sampah biomassa tongkol jagung, kulit buah kakao atau cokelat, cangkang kemiri, kulit kopi, limbah gergaji kayu, ampas daun minyak kayu putih, ranting kayu seperti pada limbah sisa pakan ternak, tempurung kelapa, dan lain sejenisnya. Manfaat biochar antara lain : Sebagai bahan pembenah tanah atau bahan ameliorasi ke dalam tanah dapat meningkatkan total organik karbon, sehingga meningkatkan kualitas lahan pertanian. Dapat memperbaiki sirkulasi air dan udara di dalam tanah. Dapat merangsang pertumbuhan akar. dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan hayati tanah. Membantu menurunkan kekerasan tanah-tanah berliat dan mempertinggi kemampuan pengikatan air tanah, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas mikroorganisme tanah. Dalam tanah, biochar berperan sebagai shelter atau rumah untuk mikroorganisme. Dapat meningkatkan nilai pH (bila tanah asam) dan menurunkan pH (bila tanah basa), meningkatkan KTK tanah, dan populasi mikroba pendegradasi pencemar. Biochar tempurung kelapa, sekam padi, tongkol jagung dan tandan kosong kelapa sawit yang diketahui memiliki daya serap tinggi dan mampu menyerap/mengikat pencemar residu pestisida. Biochar yang berasal dari tempurung kemiri sebagai komponen media tumbuh dapat meningkatkan secara nyata pertumbuhan tinggi, diameter batang, dan biomassa tanaman kelapa dan kemiri yang dapat dimanfaatkan sebagai briket atau arang, Pembuatan biochar yang paling murah, rendah operasionalnya, efektif dan mudah dilakukan oleh petani yaitu biochar yang dibuat dari sekam padi dengan menggunakan tungku tanah sederhana, dengan langkah-langkah sebagai berikut : Bahan dan Alat : Sekam padi Tungku tanah Kawat ram /cerobong asap Ranting pohon/kertas Cara membuat : Tungku tanah dibuat dengan cara menggali tanah menyerupai setengah bola dengan diameter 1,5 m dan kedalaman 50 cm. Kawat ram digulung menyerupai tabung cerobong asap Setelah lubang atau tungku tanah telah siap, sekam padi dapat dimasukkan dalam lubang tersebut dengan menaruh cerobong asap di tengah sekam dengan mulai pembakaran dari dalam cerobong menggunakan material mudah terbakar seperti ranting pohon. Kunci keberhasilan pembuatan biochar dengan metode ini atas adalah terletak pada cerobong asap dan nyala api pada saat awal pembakaran Pembakaran dilakukan sabil membolak balik sekam yang belum terbakar agar terbakar semua dan sampai sekam berwarna hitam semua Setelah sekam berwarna hitam semua, hentikan pembakaran dengan disiram menggunakan air secara merata, jika pembakaran berlanjut akan berubah jadi abu. Setelah jadi, biochar dapat digunakan petani sebagai pembenah tanah sebelum mulai tanam. Penulis : Hj. Khaerunnisa, SP (Penyuluh Pertanian Muda) Sumber : http://www.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/2845/ Hutapea S, Gusmeizal dan R. Azis. 2016. Pembuatan Biochar. Universitas Medan Area.