Loading...

PEMBUATAN BIOSAKA SECARA SPESIFIK LOKASI DI KECAMATAN ABUNG SURAKARTA

PEMBUATAN BIOSAKA SECARA SPESIFIK LOKASI DI KECAMATAN ABUNG SURAKARTA

MATERI PEMBUATAN BIOSAKA

(Biostimulan Alami dari Tumbuhan Sekitar)


1. Pengertian Biosaka

Biosaka adalah biostimulan alami yang dibuat dari beragam jenis daun sehat di lingkungan sekitar. Biosaka bukan pupuk, melainkan cairan pemantik yang membantu meningkatkan kesehatan tanaman dan tanah, merangsang pertumbuhan, serta memperkuat daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan.


2. Prinsip Dasar Biosaka

  1. Mengambil energi alam dari daun sehat melalui proses penggosokan (bukan fermentasi).

  2. Tidak menggunakan bahan kimia seperti EM4, ragi, gula, atau pupuk.

  3. Mengutamakan ragam daun — minimal 5–7 jenis tanaman berbeda.

  4. Proses cepat (dapat digunakan langsung pada hari yang sama).


3. Bahan yang Diperlukan

  1. Daun sehat 5–7 jenis, contoh:

    • Rumput-rumputan

    • Daun kelor

    • Daun pepaya

    • Daun pisang

    • Daun turi

    • Daun kacang-kacangan

    • Daun jambu / daun tanaman sekitar

  2. Air bersih (air sumur lebih baik daripada air PDAM/kaporit).

  3. Botol bening atau wadah kaca (500 ml – 1 liter).

  4. Saringan halus atau kain bersih.

  5. Wadah semprot (sprayer).


4. Cara Pembuatan Biosaka

Langkah 1 — Pemilihan Daun

  • Pilih daun yang masih segar, hijau, tidak rusak, dan bebas pestisida.

  • Semakin beragam jenis daun, semakin baik kualitas Biosaka.

Langkah 2 — Pencucian

  • Cuci daun dengan air bersih untuk menghilangkan debu dan kotoran.

Langkah 3 — Penggosokan Daun

  1. Siapkan wadah berisi air bersih (sekitar 300–500 ml).

  2. Masukkan daun ke dalam air.

  3. Gosok dan remas daun perlahan di dalam air selama ±10–20 menit hingga air berubah warna (kehijauan/kecokelatan).

  4. Proses ini bertujuan mengeluarkan informasi enzimatik dan energi tumbuhan, bukan memecah daun menjadi bubur.

Ciri proses berhasil:

  • Air berubah warna.

  • Daun tidak hancur berlebihan.

  • Tidak ada bau menyengat (harus tetap segar).

Langkah 4 — Penyaringan

  • Saring air hasil gosokan daun ke dalam botol bersih.

  • Inilah cairan Biosaka siap pakai.


5. Cara Aplikasi Biosaka

A. Dosis Penggunaan

  • 10–20 ml Biosaka untuk 16 liter air (1 tangki sprayer).

  • Jangan gunakan terlalu pekat.

B. Cara Penyemprotan

  • Semprotkan secara halus seperti kabut (mist spray).

  • Penyemprotan dilakukan pada daun tanaman pagi atau sore hari.

  • Hindari penyemprotan saat hujan atau panas terik.

C. Frekuensi

  • Setiap 7–10 hari sekali atau sesuai kondisi tanaman.

D. Pada Tanah

  • Bisa disiramkan ke media tanam untuk membantu memperbaiki kesuburan biologis tanah.


6. Manfaat Biosaka

  1. Meningkatkan kesehatan tanaman.

  2. Mengurangi stres tanaman akibat panas, hujan, atau cekaman lingkungan.

  3. Meningkatkan daya tahan terhadap hama & penyakit.

  4. Memperbaiki kesuburan tanah melalui peningkatan aktivitas mikroba.

  5. Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

  6. Mendorong pertumbuhan lebih seragam.


7. Kesalahan yang Perlu Dihindari

❌ Menggunakan bahan tambahan (gula, EM4, ragi, pupuk).
❌ Daun yang rusak, tua, berlubang, atau terkena pestisida berat.
❌ Menghancurkan daun terlalu keras hingga menjadi bubur.
❌ Menyimpan terlalu lama (lebih baik digunakan 1–3 hari untuk hasil maksimal).


8. Penutup

Biosaka merupakan teknologi ramah lingkungan yang murah, mudah, dan efektif untuk berbagai jenis tanaman. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan meningkatkan kesehatan tanaman secara alami, Biosaka dapat mendukung pertanian berkelanjutan di tingkat petani.

 

Disusun Oleh Krisantus Purwadi (PPL Abung Surakarta)