PEMBUATAN KOMPOS
Kompos termasuk pupuk organik yang terjadi akibat proses dekomposisi bahan organik (daun, ranting, batang dan bagian tumbuhan lain) yang meliputi jerami, sampah, tanaman potongan dll. Kompos yang terjadi secara alami, mutunya kurang baik karena selama proses pelapukan terjadi pencucian usnsur hara oleh air hujan atau proses dekomposisinya tidak sempurna. Proses dekomposisi itu dilakukan oleh mikroba tanah pada kondisi kelembaban, suhu dan keasaman tertentu.
Faktor-faktor yang perlu mendapat perhatian dalam proses pengomposan adalah: bahan kompos, kelembaban, tinggi tumpukan, suhu, pH, kandungan nitrogen dan karbon bakar, serta aktivator. Bahan organik yang masih segar atau kering belum dapat digunakan sebagai sumber hara bagi tanaman, karena masih berada dalam bentuk terikat dengan ikatan kimia tertentu dalam jaringan tanaman. Agar dapat menjadi sumber hara bagi tanaman, bahan itu harus dikomposkan lebih dahulu agar rasio C/N nya berkurang sampai mencapai 12, dengan cara mencampurkan bahan itu dengan pupuk kandang, kapur, air, pupuk urea dan P untuk mempercepat dekomposisi. Mikroba tanah yang terlihat langsung dalam mempercepat proses perombakan bahan organik adalah bakteri, aktinomycetes, fungi, dll.
Bahan dan Alat
Bahan dan alat yang digunakan adalah sisa-sisa tanaman leguminosa, gulma, pupuk kandang, kapur pertanian, abu dapur, pupuk urea dan P, bambu, air, lembaran plastik, ember, gembor, cangkul, golok, meteran, termometer, kertas lakmus.
Prosedur Kerja
PEMBALIKAN KOMPOS
Selama proses pengomposan terjadi perubahan-perubahan, seperti suhu, pH, dan bagian bahan-bahan yang melapuk. Daun-daun dan bahan-bahan dengan rasio C/N yanng lebih rendah akan lebih cepat berubah dibanding dengan ranting atau bahan dengan rasio C/N yang lebih tinggi. Pemberian pupuk kandang bertujuan untuk mempercepat proses pelapukan karena mengandung berbagai mikroba pelapuk dan energi. Kapur dan abu dapur berfungsi sebagai pendorong aktivitas mikroba sehingga pelapukan cepat berlangsung.
Bahan dan Alat
Bahan dan alat yang digunakan terdiri dari: air, ember, gembor, cangkul, termometer, kertas lakmus dll.
Prosedur Kerja
Kesimpulan
Bahan-bahan potongan tanaman akan terdekomposisi dengan baik setelah terlihat dalam bentuk fisik hampir menyerupai tanah, berwarna coklat tua seperti top soil (lapisan tanah teratas) dan tidak berbau menyengat, memiliki pH netral. Proses tersebut sempurna terjadi apabila kompos sering dibuka dijaga kelembaban nya dengan memberi air secukupnya apabila terlihar sedikit kering dan ditutup kembali dengan rapat agar tidak ada mikroorganisme yang menggagalkan kompos masuk ke dalam. Namun dalam proses menjadi kompos yang sempurna memakan waktu 2.5 - 3 bulan, baru kompos siap digunakan.