Pengomposan merupakan proses dekomposisi bahan organik yang berasal dari limbah pertanian. Proses pengomposan menghasilkan panas sehingga akan dihasilkan kompos yang bebas penyakit, biji-biji gulma, mengurangi bau dan lebih mudah diaplikasikan di lapangan. Selain itu dengan melakukan pengomposan maka akan meningkatkan ketersediaan hara. Salah satu bahan pembuatan kompos yaitu dari limbah pertanian berupa kotoran ternak Kompos yang berasal dari kotoran ternak yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri yaitu dingin, remah, wujud aslinya tidak tampak, dan baunya telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, berarti kompos belum siap digunakan. Penggunaan kompos yang belum matang akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman. Bahan dan alat yang diperlukan meliputi: 3 karung kotoran ternak, 1 karung sekam (limbah tanaman: padi, kulit kopi dll), 3 kg dedak halus, 1,5 kg kapur dolomit, 1/4 kg starter Trichoderma, 5 ember air kapasitas 10 liter, Cangkul dan plastik/terpal Cara membuat: Siapkan bahan-bahan, berupa kotoran ternak, sekam, dedak, starter/dekomposer Trichoderma, dan air. Kemudian campur bahan kotoran ternak, sekam, dan dedak halus Bahan-bahan yang sudah dicampur diaduk merata dengan menggunakan cangkul Siapkan air untuk melarutkan biakan jamur Trichoderma dengan dosis 2 gr/liter air Larutan tadi kemudian disiramkan pada campuran bahan kompos Setelah campuran bahan sudah lembab maka dibuat tumpukan setinggi 1 meter, kemudian ditutup dengan plastik/terpal. Inkubasi (diperam) selama 3 minggu dan diaduk 3 hari sekali. Aplikasi komposTrichoderma untuk pengendalian penyakit busuk akar dan pangkal batang jeruk : Gejala penyakit Penyakit busuk akar dan pangkal batang ini disebabkan oleh jamur Phytopthora sp. Gejala yang ditimbulkan yaitu terlihat adanya busuk akar dan pangkal batang apabila tanah sekitar pangkal batang digali. Tanaman akan tampak segar pada pagi hari dan layu pada siang hari. Apabila serangan lebih lanjut tanaman kering dan mati Cara pengendaian penyakit Pencegahan penyakit Pengendalian penyakit busuk akar dan pangkal batang jeruk ini dilakukan dengan cara memberikan kompos Trichoderma pada awal tanam untuk pencegahan. Pemberian kompos Trichoderma dengan cara dimasukkan pada lubang tanam sebanyak 5 Kg Pengendalian tanaman terserang penyakit Pengendalian penyakit pada tanaman yang mulai terserang, yaitu dengan cara menggali dan membersihkan daerah sekitar pangkal batang. Kemudian pada pangkal batang jeruk tadi diberikan kompos Trichoderma sekitar 2 ember atau lebih tergantung umur tanaman, kemudian ditutup kembali. Untuk hasil yang lebih baik, pada tanaman yang terserang disiram dengan larutan starter Trichoderma setiap 1 minggu sekali dengan dosis 2 gr/liter air. (Sri Suryani M.Rambe dan Kusmea Dinata)