Loading...

Pembuatan Media Tanam Jamur Shitake

Pembuatan Media Tanam Jamur Shitake
Bahan baku pembuatan media tanam adalah serbuk gergaji kering yang diayak dan ditambah bahan pembantu bekatui atau dedak jagung, sukrose, dan kalsium karbonat. Formula pembuatan media tanam bisa dibuat dengan perbandingan 8:2:1:1 atau dengan variasi sebagai berikut. 1. Perbandingan 8:2:1:1 adalah : a. Serbuk gergaji : 80% b. Bekatul : 20% c. CaCO3 : 1% d. Sukrose : 1% 2. Variasinya adalah sebagai berikut Bahan Var.1 Var.2 Var.3 Var.4 Serbuk ggj 800 g. 65% 78% 80% Bekatul 200 g. - - 17% Sukrose 30 g. - 1% 1% CaCo3 6 g. - 1% 1% KNO3 4 g. - - - TS - - - 0,5% Gips - - - 0,5% Dedak Jagung - 15% 20% - Daun Teh - 20% - - Media tanam yang sering digunakan dalam praktek adalah variasi 4. Media tanam tersebut dicampur dan diaduk merata sambil ditambah air hingga bila digenggam bisa menggumpal. Adonan dimasukkan ke dalam plastik jenis pp, ditumbuk dan dipres dengan botol agar padat. Kemudian, diberi cincin bambu dan ditusuk dengan alat penusuk dari bambu untuk tempat bibit sewaktu dnnokulasi dan ditutup dengan kapas. Setelah selesai pengomposan dan pengantongan, media tanam disterilisasi selama 2 - 4 jam pada suhu 115 C dengan tekanan puncak 1,5 atm. Pembuatan media tanam dibedakan dalam tiga macam sebagai berikut. 1. Media tanam dengan bahan baku utama berasal dari serbuk gergaji kayu. 2. Media tanam dengan bahan baku utama dari potongan kayu (biting) 3. Media tanam dengan bahan baku kombinasi yaitu 50 serbuk gergaji kayu dan 50 potongan kayu (biting kayu) Media tanam dengan bahan baku serbuk gergaji kayu saat ini lebih populer untuk budi daya shitake sistem modem, karena: 1. Bahan baku harganya murah, cara mendapatkannya mudah, dan tersedia di mana-mana. 2. Lebih praktis, dapat dimasukkan dalam karung sewaktu disimpan, dan mudah dikeringkan. 3. Pengolahan tanpa menggunakan bantuan peralatan yang lain masih memungkinkan, baik secara padat karya maupun diplasmakan. 4. Dengan peningkatan teknologi, jenis kayu yang khusus diapakai untuk budi daya shitake secara alami tidak menjadi penghalang. Media tanam untuk jenis shitake disimpan dalam ruang atau kamar bersuhu 25°C - 27°C. Setelah 40 hari, yaitu setelah mycelium wama putih menyelimuti secara penuh, bisa dipakai untuk media tanam bagi bibit yang ditumbuhkan menjadi jamur shitake. Apabila budi daya jamur shitake dilakukan secara besar-besaran, maka pembuatan biang mumi dan bahan starter dipisah-pisahkan dan tidak semuanya dijadikan bahan tanam. Khusus untuk pengembangan di laboratorium pembibitan, biang mumi yang akan digunakan untuk pengembangan berikutnya dipisahkan. Demikian pula, bahan startemya. Jadi, tidak setiap waktu harus membuat biang mumi ataupun bahan starter. Biang mumi dan bahan starter yang akan disimpan perlu disediakan ruang khusus dengan AC dan bersuhu 10°C -15°C. Bila disimpan lama, khususnya biang mumi, memakai almari es yang bersuhu di bawah 5°C. Media tanam yang memakai bahan baku biting kayu umumnya digunakan untuk budi daya shitake secara tradisional dengan menggunakan pokok kayu yang dilubangi (dibor). Sumber : Jamur Shitake, Patah Suhardiman