Loading...

PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DARI DAUN SIRSAK, DAUN PEPAYA, DAUN MIMBA DAN TEMBAKAU

PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DARI DAUN SIRSAK, DAUN PEPAYA, DAUN MIMBA DAN TEMBAKAU

Dalam menghadapi serangan berbagai hama tanaman seperti ulat, wereng, dan kutu daun, petani kini mulai beralih ke metode pengendalian hama yang lebih alami dan ramah lingkungan, yaitu dengan menggunakan pestisida nabati. Salah satu racikan yang terbukti efektif adalah campuran dari daun sirsak, daun pepaya, daun mimba, dan tembakau, ditambah sedikit detergen sebagai bahan perekat agar larutan menempel di permukaan daun tanaman.

Pestisida nabati ini bekerja dengan cara mengganggu sistem saraf dan pencernaan hama, serta mengusirnya dengan aroma khas dari bahan-bahan alami tersebut. Selain aman bagi manusia dan lingkungan, pestisida ini juga tidak menimbulkan resistensi hama seperti pada pestisida kimia.

🌿 Bahan-Bahan:

  1. Daun sirsak segar – 1 kg
  2. Daun pepaya – 1 kg
  3. Daun mimba – 1 kg
  4. Daun tembakau – 0,5 kg
  5. Air bersih – 10 liter
  6. Detergen cair (sabun cuci piring) – 2 sendok makan

⚗️ Cara Pembuatan:

  1. Cincang semua bahan daun agar mudah diekstraksi.
  2. Masukkan ke dalam wadah besar (ember plastik atau drum kecil).
  3. Tambahkan 10 liter air bersih, lalu aduk hingga rata.
  4. Tutup wadah dan biarkan terfermentasi selama 24–48 jam di tempat teduh.
  5. Setelah itu, saring larutan menggunakan kain halus atau saringan.
  6. Tambahkan 2 sendok makan detergen cair ke dalam hasil saringan, lalu aduk perlahan hingga rata.

🌾 Cara Penggunaan:

  • Encerkan 1 liter larutan pestisida nabati dengan 10 liter air sebelum disemprotkan.
  • Semprotkan pada pagi atau sore hari agar larutan tidak cepat menguap.
  • Ulangi penyemprotan setiap 5–7 hari sekali atau setelah hujan.

💚 Manfaat Pestisida Nabati Ini:

  • Efektif mengendalikan berbagai jenis hama tanaman.
  • Aman bagi lingkungan, manusia, dan hewan peliharaan.
  • Mudah dibuat dengan bahan yang tersedia di sekitar.
  • Mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sintetis.

Dengan memanfaatkan bahan alami ini, petani dapat menjaga ekosistem pertanian tetap seimbang sekaligus menghemat biaya produksi.