PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DAUN MIMBADisampaikan dalam pertemuan SL UPSUS Desa Bontomasila, Kec. Gantarang, Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan (Kamis, 13/7/2017) Pembuatan Pesnab Daun MimbaAlat dan bahan :1. Ember sebagai wadah2. Daun mimba 8 kg3. Lengkuas 6 kg4. Sereh 6 kg5. Sabun colek secukupnya6. Air 20 literCara membuatnya :Daun mimba, lengkuas dan sereh ditumbuk halus dicampur dengan deterjen/sabun colek lalu tambahkan 20 liter air diaduk sampai merata. Direndam selama 24 jam kemudian saring dengan kain halus. Manfaat : 1. Daun Mimba dapat digunakan sebagai insektisida, bakterisida, fungisida, akarisida, nematisida dan virusida. Selain itu daunnya juga dapat digunakan sebagai obat malaria, bijinya untuk obat kudis, dan sebagai pengganti makanan ternak. dapat memengaruhi reproduksi dan perilaku, dapat berperan sebagai penolak, penarik, antifeedant, dan menghambat perkembangan serangga, baik sebagai racun perut maupun racun kontak 2. Rimpang lengkuas dapat menghambat pertumbuhan F. oxysporum, R. solanacearum, E. coli, Neurospora, Candida albicans. Tumbuhan ini juga dapat untuk mengendalikan belalang, kutudaun dan trips. 3. Sereh memiliki Senyawa sitronela yang bersifat racun dehidrasi (desiccant) yang merupakan racun kontak yang dapat mengakibatkan kematian karena kehilangan cairan terus menerus. Serangga yang terkena racun ini akan mati karena kekurangan cairan sebagai Penolak (repellent) dan bersifat sebagai insektisida, bakterisida, nematisida. Bahan aktif pestisida nabati adalah produk alam yang berasal dari tanaman yang mempunyai kelompok metabolit sekunder yang mengandung beribu-ribu senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif tersebut apabila diaplikasikan ke tanaman yang terinfeksi OPT, tidak berpengaruh terhadap fotosintesis pertumbuhan ataupun aspek fisiologis tanaman lainnya, namun berpengaruh terhadap sistem saraf otot, keseimbangan hormone, reproduksi, perilaku berupa penarik, anti makan dan sistem pernafasan OPT.Lebih dari 1500 jenis tumbuhan dari berbagai penjuru dunia diketahui dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Di Filipina, tidak kurang dari 100 jenis tumbuhan telah diketahui mengandung bahan aktif insektisida. Di Indonesia terdapat 50 famili tumbuhan penghasil racun.Pestisida nabati dapat berfungsi sebagai : (1) penghambat nafsu makan (anti feedant); (2) penolak (repellent); (3) penarik (atractant); (4) menghambat perkembangan; (5) menurunkan keperidian; (6) pengaruh langsung sebagai racun dan (7) mencegah peletakkan telur. Keunggulan pestisida nabati antara lain : (1) mengalami degradasi/penguraian yang cepat oleh sinar matahari; (2) memiliki efek/pengaruh yang cepat, yaitu menghentikan nafsu makan serangga walapun jarang menyebabkan kematian; (3) toksitasnya umumnya rendah terhadap hewan dan relatif lebih aman pada manusia (4) memiliki spektrum pengendalian yang luas (racun lambung dan syaraf) dan bersifat selektif; (5) dapat diandalkan untuk mengatasi OPT yang telah kebal pada pestisida si ntetis; (6) fitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman dan (7) murah dan mudah dibuat oleh petani. Kelemahan pengggunaan pestisida nabati antara lain : (1) cepat terurai dan aplikasinya harus lebih sering; (2) caya racunnya rendah (tidak langsung mematikan serangga/memiliki efek lambat); (3) kapasitas produksinya masih rendah dan belum dapat dilakukan dalam jumlah massal (bahan tanaman untuk pestisida nabati belum banyak dibudidayakan secara khusus); (4) ketersediaannya di toko-toko pertanian masih terbatas dan (5) kurang praktis dan tidak tahan disimpan. Penyuluh Pertanian Organik,Desa Bontomasila BAHARUDDIN, SP