Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas bibit adalah dengan pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). PGPR merupakan sejenis bakteri menguntungkan yang hidup secara berkoloni disekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhan tanaman, yang bersifat agresif berada disekitar rizosfir (perakaran).Cara pembuatan PGPR adalah dengan biang akar bambu sekitar 250 gr yang direndam selama 3 hari 3 malam dalam wadah tertutup dengan kondisi akar terendam dalam air seluruhnya. Bahan lain adalah 20 liter air, dedak ½ kg, terasi, tetes tebu/ gula 200 gr dan 1 sdm kapur sirih. Campur semua bahan pada air matang yang sudah dingin. Tutup rapat pada dirigen. Bahan dapat digunakan setelah satu minggu, tetapi ditengah minggu buka sekitar 5-10 menit dan digoyang/ kocok supaya udara dapat masuk. Kemudian tutup rapat kembali. Penggunaan PGPR dengan perbandingan 200 CC PGPR untuk 14 liter air. Penggunaan dapat disemprot, dikocor ataupun untuk perendaman bibit/ benih.Beberapa fungsi dan peran menguntungkan dari PGPR adalah merangsang pembentukan hormone/ ZPT (IAA, Auksin, giberelin, etilen dll); menekan penyakit tanaman disekitar perakaran dengan antibiotic yang dihasilkan (glukanase, kitinase); melarutkan dan meningkatkan ketersediaan unsur P dalam tanah, meningkatkan ketersediaan unsur Mn (Mangan); Melarutkan unsur Sulfur (S); meningkatkan daya serap tanaman Unsur N , S dan Fe; menghambat pertumbuhan dan perkembangbiakan penyakit perakaran; mengambat proses penuaan dini dengan cara menghambat produksi etylen dan meningkatkan populasi bakteri dan cendawan menguntungkan.Pentingnya PGPR untuk pertumbuhan dan perkembangan khususnya bibit tanaman tebu, petani disarankan selalu memberikan dengan penyemprotan, pengocoran dan perendaman. Perendaman dengan PGPR adalah dengan cara merendam bibit sebelum tanam. Pengocoran dan penyemproyan dengan PGPR dapat dilakukan dengan frekuensi 2-3 minggu sekali pada lahan usahatani tebu sebanyak 4-5 kali pemberian. Edy WIyanto, SP