Pendahuluan
Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa-sisa mahluk hidup (tanaman, hewan, dan manusia) yamg telah terurai secara alami, seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk hijau, berfungsi untuk menyuburkan tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme, serta menyediakan nutrisi makro dan mikro secara bertahap bagi tanaman, menjadikannya solusi ramah lingkungan untuk pertanian berkelanjutan.
Bokashi Merupakan pupuk kompos yang dihasilkan dari proses fermentasi atau peragian Bahan Organik dengan teknologi EM4 (Effective Microorganisme 4) sehingga waktu yang dibutuhkan dalam proses pembuatannya relatif lebih singkat dibandingkan dengan cara konvensional.
Tujuan
- Mengurangi limbah organik dengan memanfaatkannya sebagai bahan pupuk.
- Meningkatkan kesuburan tanah melalui penambahan mikroorganisme bermanfaat.
- Menyediakan nutrisi alami bagi tanaman tanpa ketergantungan pada pupuk kimia.
- Mendukung pertanian berkelanjutan dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan.
a Manfaat
- Memperbaiki struktur tanah sehingga lebih gembur dan mudah diolah.
- Meningkatkan aktivitas mikroba tanah yang membantu proses dekomposisi bahan organik.
- Mengurangi bau dan pencemaran dibandingkan kompos biasa karena proses fermentasi lebih cepat.
- Meningkatkan hasil panen dengan nutrisi yang lebih seimbang dan mudah diserap tanaman.
Metodologi Pembuatan Pupuk Bokashi
Bahan:
- Kotoran ternak (sapi, kambing, ayam,dll)
- Sekam padi (10% dari bobot kotoran)
- Dedak padi (5% dari bobot kotoran)
- Limbah Organik
- Gula pasir/tetes tebu
- Air
Alat :
- Terpal
- Ember
- Sekop/cangkul
- Gembor/sprayer
Proses Pembuatan:
- Larutkan EM4 dan gula pasir/tetes tebu dalam air (campuran larutan 2 cc EM4, 1 liter air, dan 6 sendok makan gula pasir).
- Limbah organik mentah (sisa tanaman/sampah) dipotong-potong sepanjang 5 – 10 cm, kemudianbersama dengan pupuk kandang dan dedak halus dicampur dan diaduk secara merata.
- Siramkan larutan EM4 ke dalam adonan (bahan organik yang telah tercampur) secara perlahan-lahan dan diaduk secara merata, aduk hingga tercampur merata membentuk adonan dengan kadar air kurang lebih 40 persen.
- Adonan di hamparkan di atas ubin yang kering dan dibuat gundukan dengan ketinggian 15 – 20cm, kemudian di tutup dengan karung goni dan dibiarkan selama 7-14 hari.
- Suhu gundukan bahan organik dipertahankan antara 40-50 °C, apabila suhunya terlalu tinggi bahan tersebut dibalik dan didiamkan sebentar agar suhunya turun lalu ditutup kembali.
- Setelah 14 hari terpal atau karung dapat dibuka. Pembuatan bokashi dikatakan berhasil jika bahan bokashi terfermentasi dengan baik. Ciri-cirinya adalah bokashi akan ditumbuhi oleh jamur yang berwarna putih dan aromanya sedap. warna bahan baku coklat kehitaman, suhu lapisan sudah turun dan strukturnya remah.
Kesimpulan
Pupuk bokashi adalah solusi organik yang efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah dan hasil pertanian. Meski memiliki kelemahan seperti daya simpan terbatas dan hasil yang lebih lambat dibanding pupuk kimia, keunggulannya dalam ramah lingkungan dan kemudahan pembuatan menjadikannya pilihan tepat untuk pertanian berkelanjutan.
Penyusun : Dedi Kurniawan, S.Tr.P (BPP Kec. Morosi)