Loading...

Pembuatan Pupuk Bokashi Menggunakan Sekam Kopi Di Wkpp Bpp Bengko Kecamatan Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong

Pembuatan Pupuk Bokashi Menggunakan Sekam Kopi Di Wkpp Bpp Bengko Kecamatan Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong
Limbah atau sisa kulit/Sekam kopi merupakan bahan alami yang sangat baik untuk dijadikan bahan BOKASHI (Bahan Organik Kaya akan Sumber Hayati) yang dihasilkan dari proses Fermentasi dengan teknologi EM (Efektive Mikroorganism) Beberapa mikroorganisme diantaranya Bakteri genus Lactobacillus, Jamur fermentasi Actinomycetes dan bakteri pelarut pospat, bakteri fotosintetik, (EM4) Glio sp, Trichoderma, (TRIKO G) Geo bacillus sp, dan Streptomycetes (DECOPRIMA) EFektive Organisme secara genetika bersifat asli, bukan rekayasa sehingga dapat menekan pertumbuhan penyakit tular tanah (Hadisuwito, 2012) Keberadaan Kulit Kopi bila tidak termanfaatkan akan menjadi sampah yang menumpuk dimesin penggilingan Kopi ataupun dirumah Rumah Petani. Keberadaannya juga belum dilihat sebagai bahan bokashi yang dipandang karena kulit kopi memiliki zat kutikula yang sangat keras dan susah untuk di dekomposisi menjadi bahan yang mudah rapuh atau lembut. Dalam pembuatan Bokashi ini Menggunakan bahan yang ada di sekitaran daerah Desa IV Suku Menanti berupa Sekam Kopi Sisa dan Kotoran hewan Menggunakan Agen Hayati Berupa Decoprima yang mengandung Bio Aktivator Berupa Glio sp, Trichoderma, Geo bacillus sp, dan Streptomycetes. Adapun Faktor-faktor Yang mempengaruhi Dekomposisi atau baik bagusnya hasil pembuatan pupuk Bokashi antara lain: Nilai C/N rendah; makin rendah maka waktu yang diperlukan makin singkat. Ukuran bahan; ukuran yang kecil makin cepat oleh karena itu perlu dicacah dengan ukuran 0,5 -1 cm untuk bahan yang keras dan ukuran ± 5 cm untuk bahan yang tidak keras. Komposisi bahan; semakin banyak macam maka lebih baik, lebih lengkap dan akan lebih baik lagi jika ditambah kotoran hewan serta bekatul. Jenis mikro organisme (bakteri, fungi, actinomycetes dan protozoa). Kelembaban dan aerasi : RH 30 – 40 %. Temperatur optimal 30 – 50 Derajat Celsius Keasaman (pH) 6.5-7,5 sehingga kadang-kadang ditambah kapur untuk meningkatkan pH. Adapun Alat dan Bahan Yang Diperlukan dalam membuat Pupuk Bokashi Sekam Kopi yaitu: Alat: Skop Ember Gembor/Sprayer Cangkul Plastik/Terval Untuk Pelapis. Bahan: Sekam Kopi Kompos/Pupuk Kandang Air Gula Merah/Gula Putih (Bila ada) Bio Aktivator (Decoprima) Langkah Pembuatan Bokashi Campurkan dan aduk bahan kompos/ pupuk kandang, sekam kulit kopi dgn perbandingan 1:2 Larutkan Bio aktivator 100 gr dalam +100 ltr air bila mau ditambah gula/molas akan lebih baik. Bahan Campuran ditaruh diatas plastic terpal atau diatas lantai semen selapis menggunakan skop atau cangkul (10-15 cm) lalu di percikkan atau digembor dengan bahan bio activator yang telah kita buat sebelumnya. Terus lakukan selapis demi selapis sampai bahan campuran habis. Penempatan Tumpukan bokashi di tempat teduhdiatas terpal atau plastik dan jangan ditutup dan terhindar dari genangan air karena Bakteri dan Jamur yang terkandung didalam Decoprima jenis Aerob (memerlukan Oksigen untuk Proses Fermentasinya) Lakukan pembalikan jika suhu diatas 70 Derajat Celsius Lakukan penyiraman jika bahan kering Bokashi siap dipergunakan / dipasarkan setelah 1-2 minggu. Bokashi yang sudah matang ditandai dengan suhu yang sudah Rendah (bahan tidak panas), sudah terjadi dekomposisi yang ditandai dengan terjadinya pelapukan dan penghancuran bahan, berwarna kehitaman dan tidak bau busuk. (Penulis: Jati Priyanto,SP, Penyuluh THL-TBPP Kab.Rejang Lebong)