Oleh Toto Sudaryanto PPL BPP Lolong Guba . Menurut hasil penelitian Andriko Noto Susanto, 2000, Dari 25.400 ha lahan di Dataran Waeapo Kabupaten Buru, dilihat dari kesuburannya hanya sekitar 1.549 Ha (6,07%) saja yang tergolong subur dan 1.549 Ha (6,09%) yang tergolong sedang. Sedangkan sebagian besar lainnya adalah berupa wilayah-wilayah yang memiliki kesuburan sangat rendah 17.145 Ha (67,45%) dan kesuburan rendah 5.182 Ha (20,39%). Yang menjadi faktor pembatas kesuburan tanah di wilayah-wilayah ini adalah rendahnya nilai kapasitas tukar kation (KTK), C-organik, K2O, P2O5 dan kejenuhan basa. Alternatif pengelolaan tanah yang disarankan pada wilayah ini adalah meningkatkan C-organik dan KTK yang sekaligus juga dapat meningkat-kan kandungan hara dalam tanah, dengan cara memberikan bahan organik seperti pupuk kandang, kompos jerami (kaya K), kotoran ayam dan guano (kaya P), yang disertai dengan pemberian pupuk anorganik N, P, dan K berdasarkan analisis kimia tanah. Pada areal dengan bentuk wilayah berombak sampai berbukit diperlukan tindakan pengawetan tanah dengan menanggulangi erosi, sedangkan daerah hutan mangrove, sagu dan hutan sempadan sungai yang rusak dianjurkan untuk direhabilitasi sedangkan yang masih utuh untuk dipertahankan. Dengan pertimbangan latar belakang keadaan tersebut pertanian kabupaten buru berupaya untuk diarahkan pada penggunaan pupuk organik, termasuk pupuk bokashi.Pupuk Bokashi adalah pupuk organik yang sangat dianjurkan penggunaannya oleh PPL di wilayah Lembah Waeapo Kabupaten Buru dengan beberapa pertimbangan, antara lain ; Kandungan hara dalam pupuk bokashi lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk kompos, prosesnya lebih cepat karena menggunakan mikroorganisme yang sudah terukur, dapat meningkatan aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan seperti mycorhiza, rhizobium, bakteria pelarut fosfat, sehinga sifat fisik, biologis maupun kimia tanah akan menjadi lebih baik, dan lain-lain. Berikut disajikan tehnik pembuatan pupuk Bokashi yang biasa dilakukan oleh PPL dan Petani Lembah Waeapo Kabupaten Buru :1. Pembuatan Bokashi Padat ( kapasitas 1 Ton)a. Bahan:- Hijauan daun 200 kg (hijauan daun, sisa sayuran, jerami, sekam, dll)- Pupuk kandang 750 kg (kotoran kambing, ayam, sapi, dll)- Dedak/bekatul 50 kg- EM-4 1 liter - Larutan gula pasir, 1 kg per 10 liter air - Air secukupnya b. Tahapan Pembuatan:- Potong sampah basah (3-5 cm), kecuali jika menggunakan sekam- Campurkan Sampah basah “ pupuk kandang “ dedak/bekatul, hingga rata - Larutkan EM-4 + Air gula ke dalam 200 liter air. - Siramkan larutan secara perlahan secara merata ke dalam campuran sampah basah-kotoran-dedak. Lakukan hingga kandungan air di adonan mencapai 30 “ 40 %. Tandanya, bila campuran dikepal, air tidak keluar dan bila kepalan dibuka, adonan tidak buyar.- Hamparkan adonan di atas lantai kering dengan ketebalan 15 “ 20 cm, lalu tutup dengan karung goni atau terpal selama 2 “ 3 minggu. - Agar suhu adonan tidak terlalu panas akibat fermentasi yang terjadi, adonan diaduk setiap hari hingga suhu dapat dipertahankan pada kisaran 45 “ 50 derajad Celsius. - Setelah 3 minggu, pupuk bokashi siap digunakan. c. Aplikasi:- Pupuk Bokashi digunakan sebagai pupuk dasar yang diberikan saat pengolahan lahan/penanaman..- Untuk tanaman tahunan semisal karet, coklat, dan lainnya, gunakan dua kilogram bokashi diaduk dengan tanah lalu dibenamkan di lubang tanam. 2. Bokashi Cair (untuk 200 liter)a. Bahan:- Pupuk kandang 30 kg (kotoran kambing, ayam, sapi, dll)- Hijauan daun (secukupnya)- EM-4 1 liter - Gula pasir 1 kg - Terasi 1 kg - Air bersih 200 liter - Dapat pula ditambah 2 kg pupuk NPK untuk memperkaya nutrisi b. Tahapan Pembuatan:- Pupuk kandang dihaluskan- Gula pasir “ Terasi “ EM-4 “ NPK dilarutkan dalam air - Campuran pupuk kandang dan larutan gula dimasukkan ke dalam drum plastik kemudian ditambahkan air bersih hingga volumenya mencapai 200 liter. - Drum ditutup rapat. Setiap hari dibuka dan diaduk selama 15 menit.- Bokashi cair akan siap digunakan setelah 7 “ 14 hari. c. Aplikasi:- 1 liter bokashi dicampur dengan 9 liter air bersih. Selanjutnya, siramkan pada tanah di sekitar tanaman atau disemprotkan pada daun sebanyak 0,25 “ 1 liter tergantung jenis tumbuhan.