Loading...

Pembuatan Pupuk Cair

Pembuatan Pupuk Cair
Oleh : Miyati.Amd BPP Kec Limbangan Pupuk organik cair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang mengandung unsur haranya lebih cari satu unsur. Pupuk organik cair adalah zat penyubur tanaman yang berasal dari bahan-bahan organik dan berwujud cair yang merupakan salah satu hasil proses fermentasi. Urine Kambing mengandung unsur hara antara lain natrium 1%, fosfor 0,5% dan kalium 0,5%. Kandungan unsur hara ini lebih tinggi dibandingkan korotannya. Disamping itu mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh BAHAN: Urine Kambing : 20 liter Molasses : 1 liter Empon-empon : ½ kg Starter (stardec,EM4): 2 ons Bahan pestisida dabati : 1 ons PERALATAN Alat tumbuk Ember 2 buah Kain saring jerigen kapasitas minimal 35 liter botol trasparan selang plastik POC + pestisida nabati sudah jadi dengan ciri-ciri tidak ada lagi gelembung udara di botol transparan. CARA PEMBUATAN: Empon-empon ditumbuk. Bahan pestisida nabati ditumbuk halus. Dicampurkan dengan urin Kambing dan diaduk. Disaring sebelum masuk jerigen. Tambahkan starter. Masukkan dalam jerigen dan didiamkan selama 3 minggu Jerigen dalam kondisi tertutup dan dihubungkan dengan botol tranparan dengan selang plastik untuk mengetahui gas yang dihasilkan CARA PENGGUNAAN: Gunakan urine tersebut dengan kadar 10% (1 urine:10 air). Untuk seedtreatmen benih/biji direndam selama semalam Untuk bibit perendaman selama maksimal 10 menit Untuk pupuk cair yang diaplikasi lewat daun gunakan 1 liter urine per tangki Manfaat pupuk organik cair : Untuk menyuburkan tanaman. Zat perangsang pertumbuhan akar tanaman pada benih/bibit, Sebagai Pupuk daun organik, Dengan dicampur pestisida organik bisa membuka daun yang keriting akibat serangan thrip. Karena baunya yang khas urine ternak juga dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman sehingga urine Kambing juga dapat berfungsi sebagai pengendalian hama tanaman dari serangan , Sumber : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbang Pertanian Kementan