Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Tasik Putri Puyu Pupuk sudah mengaplikasikan cara pembuatan Pupuk Cair kepada petani. Pupuk Cair adalah larutan nutrisi kaya unsur makro (N, P, K) dan mikro, serta hormon pertumbuhan alami, yang dibuat dari fermentasi bahan organik (sisa tanaman, kotoran hewan, limbah dapur, dll). Pupuk Cair yang mudah diserap tanaman, menyuburkan tanah secara sistemik, ramah lingkungan, dan bisa dibuat sendiri dari bahan murah seperti air cucian beras, gula, dan bahan kaya mikroba, diaplikasikan dengan disiram atau disemprot setelah diencerkan.
Adapun Manfaat Utama Pupuk Cair yaitu :
1. Kaya Nutrisi yaitu Menyediakan unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman.
2. Merangsang Pertumbuhan yaitu Mengandung hormon pertumbuhan alami (auksin, sitokinin).
3. Menyuburkan Tanah yaitu Memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme bermanfaat.
4. Ramah Lingkungan yaitu Menggunakan limbah organik sebagai bahan baku.
5. Mudah Diserap yaitu Bentuk cair memungkinkan penyerapan nutrisi lebih cepat oleh tanaman.
Cara Pembuatan Pupuk Cair
1. Siapkan Bahan: Campurkan air cucian beras (1 liter), dedak (1 genggam), gula (5 sdm), terasi (1 bungkus), micin (1 bungkus), dan sedikit kapur sirih.
2. Rebus: Masak sebentar (hingga mendidih) campuran dedak, gula, terasi, micin, dan kapur sirih. Dinginkan.
3. Fermentasi: Campurkan hasil rebusan dingin ke dalam air cucian beras dalam ember. Tambahkan sumber mikroba (misal: kecambah yang direndam, atau Yakult) dan aduk rata. Tutup ember dengan kain dan simpan di tempat gelap selama 2-3 minggu.
4. Aplikasi: Encerkan Pupuk Cair jadi dengan air (misal: 1 liter Pupuk Cair : 10 liter air) lalu siramkan atau semprotkan ke tanaman.