Pupuk adalah bahan yang ditambahkan ke dalam tanah untuk menyediakan unsur-unsur esensial bagi pertumbuhan tanaman. Pemupukan adalah suatu upaya pemberian unsur hara pada tanaman terhadap adanya perubahan tersedianya unsur hara dari udara, air dan tanah untuk mendapatkan hasil/produksi pertanian yang diinginkan.Dalam penggolongannya pupuk dibedakan atas pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan menyuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi. Urine yang merupakan limbah peternakan ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, dan hasilnya sangat berguna bagi pertumbuhan tanaman. Bahan1. Urine Sapi/kerbau/kambing 20 lt2. Molase / tetes 1-2 lt3. Bioaktifator 0.5-1 lt4. Kunyit 1 kg / secukupnya Cara Pembuatan1. Semua bahan dicampur menjadi satu, kunyit diparut agar dapat diproses dengan optimal. 2. Campurkan bahan dalam ember dengan diaduk-aduk setiap hari.3. Setelah 1-2 minggu kemudian maka pupuk Organik cair siap dipakai dengan disemprotkan dengan perban-dingan 3-5 ml / 1 liter airPupuk merupakan salah satu komponen Sapta Usaha Pertanian, sehingga untuk memperoleh produksi tanaman yang tinggi harus dilaksanakan secara seimbang dengan kegiatan komponen Sapta Usaha Pertanian lainnya. Dalam kegiatan pemupukan, maka hal yang penting adalah mengenal berbagai jenis pupuk yang masing-masing mempunyai specifikasi tersendiri, agar dalam penggunaannya lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan dalam upaya memperoleh produksi pertanian yang diharapkan.