Pada dekade terakhir ini banyak petani mengeluh tentang tingginya harga sarana produksi terutama pupuk kimia. Banyak petani yang tidak mampu lagi untuk membeli pupuk kimia, sehingga produksi hasil usaha taninya rendah. Salah satu contoh pupuk organik yang umum dikenal masyarakat adalah pupuk organik dari kotoran kelinci. Kelinci adalah salah satu komoditas ternak yang banyak dipelihara oleh masyarakat. Kotoran kelinci tersebut daripada terbuang percuma dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, namun untuk memanfaatkan sebagai pupuk organik, kotoran tersebut harus diolah terlebih dahulu.Kotoran kelinci dianggap memiliki kualitas terbaik sebagai pupuk organik. Dari hasil penelitian, jika dibandingkan dengan hewan pemakan rumput lainnya, air kencing kelinci memiliki kadar Nitorgen yang tinggi karena kebiasaannya yang tidak pernah minum air dan hanya mengkonsumsi hijauan saja. Sedangkan untuk tumbuh dan berkembang tanaman memerlukan Nitrogen yang cukup tinggi, sehingga pupuk organik kotoran kelinci mampu memenuhi kebutuhan tanaman.Berdasarkan hasil riset Badan Penelitian Ternak (Balitnak) Bogor, pada 2005 telah di ketahui kandungan unsur hara makro dan mikro urine kelinci unsur N P K rata-rata (N) 2,72% , (P) 1,1%, dan (K) 0,5% dan kandungan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan urine hewan yang lain seperti sapi, kambing, domba, kuda dan babi. PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIRAlat : Drum Plastik (Volume 100 liter atau lebih besar)Ember kecil, volume 10-20 literBahan :1. Urine Kelinci2. Probiotik decomposer (Probion, Orgadec, Strardec, EM4, atau Mol seperti terasi mentah, dll)3. Molases, atau gula 1 kg untuk 400 liter bahan urine4. Urea 1kg untuk 400 liter urineProsedur / Cara Kerja : Tampung urine kelinci dan kumpulkan ke dalam Drum plastik Dekomposer ditambah 2- 3 liter air dingin, diaduk (jumlah sesuai petunjuk dan volume bahan baku.) Jika menggunakan Probion, 1kg probion untuk 400 liter bahan baku (Urine kelinci) Masukkan dekomposer ke dalam drum yang berisi urine kelinci Tambahkan 5 % molases ke dalam drum berisi urine kelinci Tambahkan urea 1 kg untuk 400 liter bahan baku (urine Kelinci) Aduk 2-3 kali sehari Fermentasi selama 3 minggu (21 hari) secara terbuka (aerob) Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair :Jika sudah difermentasi selama 3 minggu, dapat digunakan 1 liter larutan POC Urine Kelinci ditambah dengan 9-10 liter air bersih. Penggunaan dapat diseprotkan pada bagian bawah daun (perut daun) agar terserap oleh mulut daun (stomata). Waktu penggunaan yang baik adalah pagi atau sore hari, agar larutan POC Urine kelinci tidak cepat menguap dan berfungsi efektif POC Urine kelinci Dapat juga digunakan untuk disiramkan (cor) pada tanah sekitar tanaman. Pantau daun tanaman, Jika terjadi perubahan warna daun menjadi kuning atau bercak kematian daun, maka pengenceran perlu ditingkatkan. PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADATAlat :1. Cangkul2. EmberBahan :1. Limbah padat ternak kelinci termasuk sisa pakan2. Dekomposer (orgadec, Probion, Stardec, EM4, dll)3. Pupuk Urea dan SP: masing-masing 2,5 kg untuk 1 ton bahan4. Abu 20 % (Dedak Kasar, sebuk gergaji)5. Kapur 5 %Prosedur / Cara Kerja : Kumpulkan limbah padat ternak kelinci di tempat bernaungan Campur 1kg probion dengan 1 kg Ure dan 1 kg SP di ember (Untuk bahan Padat 400 Kg) Buat lapisan pupuk padat ternak kelinci setinggi 20 Cm, Taburi campuran Probion + Urea + SP Buat lapisan baru lagi di atasnya setebal 20 Cm, dan taburi lagi dengan campuran Probion. Buat lapisan berlanjut hingga tinggi mencapai tinggi 1,5 m Lakukan pembalikan setiap minggu, jika kering harap dilembabkan Proses berlangsung selama 3 minggu Setelah 3 minggu cek pupuk dengan cara memegang. Jika masih panas/hangat dan mengeluarkan asap, sebaiknya fermentasi dilanjutkan hingga pupuk dingin. Pupuk organic yang baik dan siap digunakan mempunyai angka C/N 20- 10, Kadar air 20 % Jika menggunakan Dekomposer lain, baca dan ikuti aturan penggunaan Cara Penggunaan :Penggunaan Pupuk Organik padat sama dengan pupuk organik padat lainnya, misalnya pupuk Organik asal kambing, domba, sapi, ayam. Gunakan sesuai dosis anjuran. Penulis : Projo Prasetyo, S.TP (Penyuluh Pertanian BPP Kec. Dagangan)