I.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK
Pendahuluan
Kompos organik berasal dari kotoran sapi yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan, dicirikan oleh warna yang sudah berbeda dengan warna bahan pembentuknya., tidak berbau, kadar air rendah dan suhu lebih rendah dari kotoran segar. Kompos berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah karena dapat memperbaiki tekstur dan struktur tanah.
II. Produksi dan Kandungan Kompos Organik
Seekor sapi mampu menghasilkan kotoran padat dan cair sebanyak 4 kg per hari. Kotoran yang baru dihasilkan tidak langsung digunakan sebagai pupuk tanaman, tetapi harus mengalami proses pengomposan terlebih dahulu.
Beberapa alasan mengapa kotoran sapi perlu dikomposkan sebelum dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman antara lain yaitu :
1. Proses penguraian bahan segar dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
2. Penguraian bahan segar hanya sedikit sekali memasok humus dan unsur hara ke dalam tanah.
3. Struktur bahan organik segar dan sangat kasar dan daya ikatnya terhadap air kecil.
4. Kotoran sapi tidak selalu tersedia pada saat diperlukan.
Oleh karena itu pembuatan kompos merupakan cara penyimpanan bahan organik sebelum digunakan sebagai pupuk.
III. Manfaat Kompos
Manfaat kompos organik diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Memperbaiki strukur tanah
2. Menambah daya ikat
tanah terhadap air dan unsur-unsur hara tanah
3. Memperbaiki aerasi tanah atau tata udara dalam tanah
4. Mengandung unsur hara yang lengkap, walaupun jumlahnya sedikit (jumlah hara ini tergantung dari bahan pembuat pupuk organik)
5. Membantu proses pelapukan bahan mineral
6. Sebagai sumber bahan makanan bagi mikroba
7. Menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan.
IV. Pembuatan Kompos Organik
1. Bahan dan Peralatan
a. Kotoran sapi bercampur dengan urine (berasal dari kandang kelompok)
b. Sekam atau “gerajen” (limbah gergaji kayu)
c. Kapur bubuk
d. Skop dan saringan
e. Karung plastik
f. Timbangan
2. Proses Pembuatan
Cara membuat
1. Campur kotoran sapi + sekam + abu sekam + dedak padi sesuai takaran, kemudian diaduk hingga merata.
2. Tuangkan campuran tetes dan air ke dalam campuran no 1 dan diaduk hingga merata
3. sampai membentuk adonan dengan kadar air ± 40 %
4. Ditutup dengan karung goni atau tikar. Dalam kondisi anerob permentasi akan berlangsung cepat sehingga suhu bhokasi meningkat 35-40̊C. Bila suhu mencapai 50 ̊C,maka bhokasi dilakukan pembalikan agar suhunya menurun. Lama fermentasi antara 4-5 hari dan bhokasi dianggap jadi.
V. Cara Penggunaan
Kompos organik dapat digunakan untuk tanaman padi, palawija dan holtikultura. Cara pemberian ditebarkan secara merata di permukaan tanah dengan dosis sesuai jenis tanaman; untuk pemupukan individu seperti tanaman dalam pot (jeruk,mangga,bunga dsb), kompos disebarkan dibawah kanopi terluar tanaman; untuk hamparan tanaman padi dan tanaman palawija diberikan 10 ton/ha setiap 6 bulan untuk tanaman bawang merah 20 ton/ha untuk tanaman semangka 2 kg/bedengan. Pemakaian pupuk kompos organik berdasarkan umur tanaman adalah 500 g/tanaman pada umur 1-3 bulan, 1000 g/tanaman pada umur tanaman 4-9 bulan.