1. PENDAHULUAN Pakan merupakan salah satu faktor terpenting dalam usaha pemeliharaan ternak, keberhasilan maupun kegagalan usaha ternak banyak ditentukan oleh pakan yang diberikan. Masih banyak peternak yang memberikan pakan tanpa memperhatikan persyaratan kualitas, kuantitas dan teknik pemberiannya, akibatnya produktivitas ternak yang dipelihara tidak optimal bahkan banyak diantara para peternak mengalami kerugian akibat pemberian pakan yang kurang memadai. Produktivitas ternak dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekitar 70%, sedangkan pengaruh dari faktor genetik hanya 30%. Salah satu Faktor lingkungan tersebut adalah aspek pakan. Disamping pengaruhnya yang besar terhadap produktivitas ternak, biaya pakan merupakan biaya produksi terbesar yang dikeluarkan berkisar 60-80% dari total biaya keseluruhan. Dengan demikian memproduksi atau menyusun ransum dengan beberapa pertimbangan yaitu berkualitas, bahan yang digunakan mudah didapat serta murah harganya. Namun permasalahan yang sering dihadapi petani adalah masalah ketersediaan pakan pada bulan-bulan tertentu sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas ternak. Altenatif pemecahannya yaitu dengan memproduksi dan menyusun ransum murah dari limbah pertanian yang tersedia di lingkungan sekitarnya. Contoh jenis-jenis bahan baku pakan dari limbah pertanian dan limbah agro-industri Limbah petanian : Tanaman kedelai,Kulit kedelai, Jenggel jagung, Klobot jagung, Tongkol jagung, Kulit singkong, Jerami padi, Kulit kacang tanah, Jerami kacang tanah, Kulit nenas. Limbah agroindustri : Dedak padi, Ampas tahu, Ampas pabrik roti Pada dasarnya kombinasi formula pakan dapat dibuat sesuai dengan ketersediaan bahan baku di tingkat lokal dengan pertimbangan biayanya paling murah, kualitas memenuhi standar dan bahan bakunya mudah diperoleh sepanjang waktu. Dari formula pakan di atas biaya bahan baku dalam 1 kg bahan jadi hanya 300 rupiah. 2. CARA PEMBUATAN Semua bahan dipotong dengan alat pemotong berukuran kecil (0,2 – 0,4 cm) kemudian dikeringkan dengan pemanasan sinar matahari, sampai kadar air 10 – 12% (untuk bahan yang berkadar air tinggi) Setelah bahan-bahan kering kemudian dicampur dengan urea, garam dapur. Apabila telah tercam pur maka bahan-bahan tersebut dikemas dalam karung untuk disimpan atau langsung diberikan pada ternak, disusun oleh Moh. Khoirul Anwar.