Penyuluhan Pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Siang itu 24 April 2012, matahari sangat cerah memancarkan cahayanya hingga ke permukaan bumi. Angin terasa sepoi-sepoi menerpa wajah petani desa Golantepus yang menjadi peserta Sekolah Lapangan Iklim (SLI) secara berbondong-bondong maupun sendiri mengayunkan langkah menuju balai desa Golantepus untuk mengikuti kegiatan pembukaan SLI. Wajah mereka cukup antusias mengikuti kegiatan itu meskipun belum tahu apa dan bagaimana nantinya sekolah lapangan ini berjalan. Tepat pukul 9.30 wib, 25 peserta SLI dengan pemandu dan dihadiri Kepala Desa Golantepus dan perwakilan dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus siap melaksanakan kegiatan pembukaan SLI. Acara dibawakan oleh Bapak Indri Subekti P, SP selaku Penyuluh Pertanian desa setempat. Diawali dengan bacaan Surat Al Fatihah secara berjamaah seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan ini melantukan do`a semoga lancar dan sukses dari awal hingga akhir kegiatan selama 12 kali pertemuan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Golantepus, H. Nur Kholis, LC. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi petani sehingga perlu diikuti dengan seksama. Sementara Ketua Gapoktan Tani Mulyo, H. Samingoen dalam sambutannya menekankan kepada seluruh petani peserta SLI agar meniatkan mengikuti kegiatan ini untuk ibadah yaitu belajar. Tidak ada yang merasa rugi kalau fisik dan hati sudah siap untuk belajar menuntut ilmu yang nanti akan diajarkan oleh pemandu sekolah lapangan ini. Acara dilanjutkan dengan pengarahan dan pembukaan secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus yang pada kegiatan ini diwakilkan oleh Kepala Seksi Perlindungan tanaman Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus Bapak Ir. H. Edi Supriyanto. Dalam pengarahannya beliau memohonkan ijin Bapak Kepala Dinas yang tidak bisa mengikuti dan membuka langsung kegiatan ini karena ada kegiatan lain di kabupaten Kudus. Selanjutnya beliau berpesan bahwa pertanian baik tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan lainnya sangat dipengaruhi oleh iklim, sebagai misal kelembaban, ketersediaan air, cahaya matahari, angin, dan sebagainya. Kegiatan SLI diharapkan menjadi media pembelajaran bagi petani untuk mempelajari iklim dan cuaca dalam suatu lingkup yang lebih spesifik. Beliau juga mengharapkan petani selaku peserta sekolah lapangan ini mengikutinya hingga tuntas selama 12 kali pertemuan sehingga meningkat pengetahuan, sikap dan keterampilannya, yang semua itu ditujukan untuk meningkatkan produksi, penghasilan, kesejahteraan petani dan keluarganya serta meningkatkan kepedulian dan sadar dalam pelestarian lingkungan hidup. Setelah Istirahat dan do`a, kegiatan pada pembukaan SLI ini dilanjutkan dengan kontrak belajar yang dipandu oleh Bapak Didik Kuswadi, SP selaku pemandu dalam sekolah lapangan ini, sehingga memutuskan hal-hal sebagai berikut: 1. Kegiatan SLI dilaksanakan selama 12 kali pertemuan dimana 1 kali pertemuan digunakan untuk kegiatan kunjungan ke BMG Colo, Kudus. 2. Pertemuan dilaksanakan rutin setiap hari Selasa jam 07.00 s/d 11.00 wib dan bertempat di balai desa Golantepus. Untuk waktu pelaksanaan kegiatan yang bersifat "istimewa" diatur kemudian. 3. Buku dan alat tulis yang telah diberikan kepada peserta selalu dibawa saat kegiatan sekolah lapangan berlangsung. 4. Peserta di bagi dalam 5 kelompok, yaitu : a. Kelompok 1 (Muhdi, Soleh, Nuri, Rokhimi, Puji) b. Kelompok 2 (Ngatrimo, Sholeh, Ahmad, Faisol, Kadiru) c. Kelompok 3 (Samingoen, Suwito, Ali, Eko, Supriyono) d. Kelompok 4 (Mustofa, Sadat, Akhrozi, Indri, Rofik) e. Kelompok 5 (Sahudi, Sulakim, Santoso, Karsono, Nur) Disela kontrak belajar tersebut, pemandu mencoba meningkatkan minat dan keinginan peserta dengan memberi janji bahwa pada pertemuan-pertemuan mendatang akan belajar tentang ilmu matahari mengapa bisa membantu pengisian bulir padi, mencegah dan waspada banjir dengan menghitung air hujan, mengantisipasi terjadinya hama penyakit pada saat kelembaban tertentu dan bagaimana cara menanggulanginya. Akhirnya, kegiatan Pembukaan Sekolah Lapangan Iklim ini diakhiri pada pukul 11.45 wib dengan kegiatan foto bersama semua peserta. (Indri Subekti Priyandani, SP-PPL Kecamatan Mejobo, Kudus)