Pemeliharaan Pemeliharaan yang perlu pada tanaman bawang merah antara lain penyiraman, penyiangan, penggemburan tanah disekitar tanaman (pembumbunan) dan pengendalian hama dan penyakit. 1. Pemberian air diberikan pada setiap sore hari sampai tanaman berumur 45 - 60 hari. Penyiraman dapat menggunakan gembor atau sprinkler, atau dengan cara menggenangi air disekitar bedengan yang disebut sistem leb. Pengairan dilakukan secara teratur sesuai dengan keperluan tanaman, terutama jika tidak ada hujan. 2. Penyiangan dilakukan bersama dengan pembumbunan, yang dilakukan 2 kali selama penanaman yaitu pada umur 3 dan 5 minggu setelah tanam 3. Pemupukan : Pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang, dengan dosis 10 ton/ha, pupuk buatan dengan dosis urea 100 kg/Ha, ZA 200 kg/Ha, TSP/SP-36 250 kg/ha. KCI 150 kg/ha (sesuai dengan kesuburan tanah) 4. Penyulaman, dilakukan apabila dilapangan dijumpai tanaman yang mati. Biasanya dilakukan paling lambat 2 minggu setelah tanam. 5. Pembumbunan dan penyiangan, dilakukan bersamaan pada saat tanaman berumur 21 hari. 6. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada serangan hama dan penyakit. Hama yang menyerang tanaman bawang merah. OPT yang biasa menyerang adalah ulat tanah, ulat daun, ulat grayak, kutu daun dan Nematoda Akar. Pengendalian Hama dilakukan dengan cara: 1. Sanitasi dan pembuangan gulma 2. Pengumpulan larva dan memusnahkan 3. Pengolahan lahan untuk membongkar persembunyian ulat 4. Penggunaan Insektisida 5. Rotasi Tanaman Penyakit yang sering menyerang bawang merah adalah bercak Ungu, embun tepung, busuk leher batang, antraknose, busuk umbi, layu fusarium dan busuk basah. Penyakit-penyakit ini apabila belum terlambat dapat diatasi dengan semprotan fungisida Maneb 0,2 % , Dithane M-45 0,2%. Pengendalian penyakit dilakukan dengan cara: - Sanitasi dan pembakaran sisa tanaman yang sakit - Penggunaan benih yang sehat - Penggunaan fungisida yang efektif Nematoda bintil akar (Meloidogyne sp.) dan nematoda batang (Ditylenchus dipsaci) dapat menyebabkan tanaman kerdil dan tak berumbi. Nematoda ini dapat diatasi dengan penaburan Furadan 3 G dosis 20-40 kg/ha. ditulis oleh Dalmadi sumber : Ditjen Horti Wiwin setiawan dan Soetioso Thomas agus. 2005. Pedoman Umum Pengembangan Teknologi Inovatif Pada Tanaman Bawang Merah. Bali Penelitian tanaman Sayuran Suanrjono Hendro. 2003. Bertanam 30 Jenis Sayur. Seri Agribisnis Penebar Swadaya.