Loading...

PEMELIHARAAN BIBIT DAN PERSIAPAN TANAM

PEMELIHARAAN BIBIT DAN PERSIAPAN TANAM
Pemeliharaan yang perlu dilakukan di pembibitan antara lain: (1) Penyiraman, dilakukan seperlunya dan diusahakan agar tidak terlalu basah; (2) Menggemburkan tanah di sekitar batang tanaman. Penggemburan dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran; (3) Menjaga agar saluran pembuangan air di sekitar persemaian tetap baik (air tidak sampai menggenang); (4) Kerapatan naungan sebaiknya dikurangi secara bertahap menurut kebutuhan dan perkembangan umur bibit (50% pada umur 6 bulan dan 40% pada umur 10 bulan), untuk mencegak timbulnya penyakit (jelaga, bercak daun kuning kecoklatan, bercak daun merah coklat) dan memperkokoh pertumbuhan bibit; (5) Gulma yang tumbuh di pembibitan disiang bersih; (6) Pemupukan diberikan setelah bibit berumur 3-4 bulan menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan dosis 1 g/bibit. Dapat juga ditambah dengan menyemprotkan pupuk daun dengan dosis 6-8 g/liter air setiap 2 minggu sekali; (7) Pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila ada serangan. Seleksi Bibit Untuk mendapatkan tanaman yang sehat bibit perlu diseleksi. Beberapa criteria yang digunakan untuk seleksi bibit cengkeh adalah: (1) Tinggi bibit minimal 60 cm (umur 1 tahun) dan 90 cm (umur 2 tahun); (2) Sehat/tidak terserang hama penyakit dan kekurangan hara; mempunyai akar tunggang yang lurus dan sehat dengan panjang ± 45 cm serta akar cabang 30-35 buah; (3) Mempunyai batang tunggal; (4) Jumlah rata-rata per cabangan 7 pasang, jumlah daun 63 pasang dan warna daun dewasa hijau tua. Persiapan Tanam Pembukaan Lahan Lahan disiapkan minimal 6 bulan sebelum tanam, diawali dengan pembersihan pepohonan dan semak belukar. Tunggul pohon dibuang dengan cara dibongkar. Harus dipilih tanah yang gembur dan subur, banyak mengandung bunga tanah. Tanah liat yang padat tidak baik untuk persemaian. Letak tanah sedapat mungkin yang agak miring, agar memudahkan pembuangan air/ baik drainasenya. Sebaiknya memilih tanah yang miring ke timur, agar dapat memperoleh sinar matahari pagi sepenuhnya. Dekat dengan sumber air juga, maksudnya supaya memudahkan penyiraman dimana perlu, karena tanaman ini membutuhkan keadaan tanah yang lebih lembab, terutama pada musim kemarau. Tempat persemaian supaya dekat dengan pemukiman, dengan tujuan memudahkan pemeriksaan dan pengawasan. Pemeriksaaan perlu diadakan setiap saat, sekurang-kurangnya dua hari sekali. Kalau persemaian dibuat dekat perumahan maka harus diberi pagar, sebab persemaian dekat perumahan biasanya banyak diganggu oleh hewan piaraan. Pengolahan tanah dan pembuatan lubang tanam Lahan tidak perlu dibajak dan digaru, tetapi cukup menggali tanah yang akan ditanami saja. Lubang tanam dibuat 3-6 bulan sebelum tanam, dengan tujuan untuk memperbaiki struktur tanah, menghilangkan senyawa yang beracun dan membunuh bibit penyakit. Lubang tanam cengkeh dibuat denga ukuran lebar dan panjang 75 x 75 cm dan dalam 75 - 100 cm. 3-4 minggu sebelum tanam, tanah bagian atas dicampur pupuk kandang sebanyak 5 - 10 kg dan tanah bagian bawah dicampur dolomite 150 - 200 g, kemudian dimasukkan ke dalam lubang. Lubang yang sudah ditimbun ditandai dengan ajir bambu. Ukuran jarak tanam untuk dataran rendah (d" 400 m dpl) adalah 8 x 8 m dan untuk dataran yang lebih tinggi adalah 10 x 10 m atau 8 x 12 m. Parit - parit saluran air dibuat untuk mencegah air tergenang di dalam kebun. Pada lahan dengan kemiringan 8 - 15 derajat dibuat teras guludan dan dengan kemiringan > 15 derajat dibuat teras bangku. Salah satu kegiatan pengolahan tanah adalah pencangkulan. Tanah-tanah yang dipilih sebagai tempat persemaian dicangkul sedalam 30 cm. Pada waktu dilakukan pencangkulan sekaligus dibenamkan pupuk organis/pupuk hijau ke dalam tanah. Kalau terdapat batu-batuan supaya dibuang agar tidak mengganggu pertumbuhan perakaran. Sedangkan rumput-rumput cukup dibenamkan saja. Biarkan tanah yang telah dicangkul dibiarkan selam 2 minggu, agar kena sinar matahari dan memperoleh pergantian udara, serta mempercepat pembusukan rumput-rumput yang ada di dalam tanah. Pada pencangkulan terakhir perlu dilakukan penyemprotan dengan insektisida, untuk membunuh serangga-serangga di dalam tanah. Jika perlu dan tersedia, tanah-tanah tersebut dicampur dengan pupuk kandang yang sudah jadi atau kompos, dan tanahnya dibikin hancur sampai halus. ( Oleh Nanik Anggoro P/ Penyuluh BBP2TP. Sumber: Dirjen Perkebunan 2007 dan Petunjuk Bercocok Tanam Cengkeh , PT Kanisius, 2008)