Loading...

PEMELIHARAAN DAN PEMUPUKAN NILAM (Pogostemon cablin Benth)

PEMELIHARAAN DAN PEMUPUKAN NILAM (Pogostemon cablin Benth)
Nilam (Pogostemon cablin Benth) adalah salah tanaman penghasil minyak atsiri yang dikenal sebagai minyak nilam. Minyak nilam yang dihasilkan dari usahatani nilam adalah terna (daun dan ranting) tanaman yang diproses melalui penyulingan. Lahan yang sesuai untuk budidaya nilam adalah lahan yang kaya akan bahan organik, drainase yang baik, mendapat curah hujan yang merata sepanjang tahun. Tanaman nilam menghendaki lahan yang bebas dari gulma. Untuk itu perlu dilakukan pengolahan tanah sedemikian rupa sehingga akar gulma terangkat. agar nilam tumbuh dengan baik serta untuk meningkatkan produksi minyak nilam perlu dilakukan pemeliharaan tanaman yang baik serta pemberian pupuk sesuai kebutuhan. Pemeliharaan Pemeliharaan tanaman nilam meliputi: penyiraman, penyiangan dan pembubunan. Nilam termasuk tanaman yang tidak tahan kekeringan, maka bila hujan tidak turun maka perlu dilakukan penyiraman. Pada masa pertumbuhan tanaman nilam memerlukan air sehingga kelembaban tanah perlu dijaga terutama pada saat musim kemarau. Pemberian air diatur sesuai dengan umur tanaman dimana pada fase awal pertumbuhan memerlukan banyak air dan jumlahnya semakin berkurang seiring dengan bertambahnya umur tanaman. Selain disiram, untuk mempertahankan air dalam tanah, dapat dilakukan pula dengan cara memberikan mulsa yang berasal dari tanaman nilam yang baru dipanen untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru. Selanjutnya bila perkembangan kanopi cukup lebar, agar dilakukan pemangkasan sehingga tanaman tidak saling menutupi. Untuk menjaga persaingan dengan tanaman dengan gulma dalam memenuhi unsur hara dan air dari tanah, perlu dilakukan penyiangan karena gulma juga merupakan inang bagi hama dan penyakit tanaman. Pada saat tanaman berumur tiga bulan dan setelah panen, perlu dilakukan pembubunan agar tanah tetap gembur dan pertumbuhan akar pada cabang dekat permukaan tanah terpacu. Waktu pemupukan dan jenis pupuk Untuk menjaga kualitas terna (daun dan ranting) tanaman nilam, perlu dilakukan pemupukan secara bertahap yaitu, sebelum penanaman, setelah penanaman dan setiap setelah panen. Setelah panen, nilam membutuhkan tambahan hara berupa pupuk organik dan an organik yang mengandung N, P dan K. Pupuk yang biasa digunakan petani umumnya berupa Urea, TSP dan KCl. Pengapuran disarankan untuk lahan dengan pH < 6,0. Cara pemberian pupuk dapat dilakukan secara melingkar disekeliling pangkal tanaman. Berdasarkan pedoman budidaya tanaman nilam yang diterbitkan Direktorat Budidaya Tanaman semusim, Ditjen Perkebunan, Departemen Pertanian tahun 2006, secara rinci disebutkan standar jumlah pupuk yang diperlukan tanaman nilam sebagai berikut: Pemupukan sebelum penanaman, yaitu pemberian pupuk dasar pada lahan yang akan ditanami nilam yaitu 1-2 minggu sebelum tanam dengan pupuk kandang sebesar 20.000 kg per hektar. Pemupukan setelah penanaman, yaitu pemberian pupuk pada saat nilam berumur satu bulan berupa: 1) pupuk urea 70 kg/ha; 2) pupuk SP-36 100 kg//ha; dan 3) pupuk KCl sebesar 150 kg/ha. Pemupukan setelah panen, beberapa tahapan pemberian pupuk setelah panen sebagai berikut: 1. Pada saat umur tanaman 6 bulan (panen I): diberikan pupuk organik 10.000 kg/ha; pupuk N (urea/ZA) 250 kg/ha; pupuk P (TSP/SP-36) 100 kg/ha; pupuk K (KCl) 100 kg/ha. 2. Pada saat umur tanaman 10 bulan (panen II): diberikan pupuk N (urea/ZA) 150 kg/ha; pupuk P (TSP/SP-36) 75 kg/ha; pupuk K (KCl) 75 kg/ha. 3. Pada saat umur tanaman 14 bulan (panen III): diberikan pupuk N (urea/ZA) 150 kg/ha; pupuk P (TSP/SP-36) 75 kg/ha; pupuk K (KCl) 75 kg/ha. 4. Pada saat umur tanaman 18 bulan (panen IV): diberikan pupuk organik 10.000 kg/ha; pupuk N (urea/ZA) 150 kg/ha; pupuk P (TSP/SP-36) 75 kg/ha; pupuk K (KCl) 75 kg/ha. 5. Pada saat umur tanaman 22 bulan (panen V): diberikan pupuk N (urea/ZA) 150 kg/ha; pupuk P (TSP/SP-36) 75 kg/ha; pupuk K (KCl) 75 kg/ha. 6. Pada saat umur tanaman 26 bulan (panen VI): diberikan pupuk N (urea/ZA) 150 kg/ha; pupuk P (TSP/SP-36) 75 kg/ha; pupuk K (KCl) 75 kg/ha. Oleh : Sri Puji Rahayu (Penyuluh Pertanian) Sumber : Teknologi Budidaya Nilam, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Litbang Perrtanian, 2008; Pedoman Pembangunan Kebun Penangkar Benih Nilam, Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi, Ditjen Perkebunan, 2010; Agribisnis tanaman minyak atsiri, Balit Tanamanan Rempah dan Obat, Badan Litbang Pertanian, 2001.