Tanaman kapas merupakan tanaman penghasil serat yang merupakan bahan baku industri tektil. Sampai saat ini peranannya masih lebih besar di banding serat sintensis, terutama di Negara yang beriklim tropis. Kapas adalah serat halus yang menyelubungi biji beberapa jenis Gossypium (biasa disebut "pohon"/tanaman kapas), tumbuhan 'semak' yang berasal dari daerah tropika dan subtropika. Serat kapas menjadi bahan penting dalam industri tekstil. Serat itu dapat dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. Produk tekstil dari serat kapas biasa disebut sebagai katun (benang maupun kainnya). Serat kapas merupakan produk yang berharga karena hanya sekitar 10% dari berat kotor (bruto) produk hilang dalam pemrosesan. Apabila lemak, protein, malam (lilin), dan lain-lain residu disingkirkan, sisanya adalah polimer selulosa murni dan alami. Selulosa ini tersusun sedemikian rupa sehingga memberikan kapas kekuatan, daya tahan (durabilitas), dan daya serap yang unik namun disukai orang. Tekstil yang terbuat dari kapas (katun) bersifat menghangatkan di kala dingin dan menyejukkan di kala panas (menyerap keringat). Pengembangan tanaman kapas belum memadai kerena rendahnya produktivitas yang di capai, sehingga sulit bersaing dengan komoditas lain. Rendahnya produktivitas ini terutama di sebabkan karena berbagai kendala baik masalah teknis maupun non teknis yang belum dapat di atasi. Masalah teknis terutama karena belum di terapkannya paket teknologi sesuai anjuran. Untuk melakukan penanaman kapas yang baik maka selain perlu dilakukan persiapan lahan, penanaman dan pemupukan, perlu pula dilakukan Penyiangan/ Pembubunan, dan Pengairan. Penyiangan/ pembubunan Penyiangan tanaman adalah kegiatan pengendalian tanaman pengganggu (gulma) untuk mengurangi jumlah populasi gulma agar populasinya berada di bawah ambang ekonomi atau ekologi. Dengan demikian saingan gulma berkenaan dengan cahaya, kelembaban tanah dan nutrisi pada tanaman pokok dapat diperkecil. Penyiangan tanaman pengganggu (gulma) bertujuan memberikan ruang tumbuh pada tanaman kapas yang lebih baik dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan persen jadi tanaman. Persaingan kapas dengan gulma sampai umur 1 bulan, tidak hanya merugikan hasil; setelah umur 1 bulan, penundaan penyiangan secara drastis akan menurunkan kapas . untuk itu di lakukan penyiangan sebanyak 3-4 kali, penyiangan kapas sampai berumur 8 minggu dimana kanopinya sudah saling menutup. Pembumbunan Pembumbunan adalah memperkuat berdirinya batang. Selain itu pembumbunan berarti menyediakan makanan yang ada pada tanah yang dipakai untuk membumbun. Pembumbunan juga berfungsi mengatasi tanah yang terlalu banyak air dan sekaligus memperbaiki drainase. Pembumbunan dilakukan sesudah dilakukan penyiangan pertama pada tanaman kapas yang berumur 1 bulan. Penjarangan dan Penyulaman Tanaman Penjarangan adalah tindakan pengurangan jumlah batang persatuan luas untuk mengatur kembali ruang tumbuh tanaman dalam rangka mengurangi persaingan antar tanaman. Tujuan dari penjarangan tanamann adalah untuk memacu pertumbuhan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman. Penjarangan tanaman di laksanakan sebelum tanaman kapas berumur 2 minggu. Setiap bulan dibiarkan tumbuh 1-2 batang tanaman kapas yang terbaik. Penyulaman tanaman adalah kegiatan penanaman kembali bagian-bagian yang kosong bekas tanaman yang mati/diduga akan mati dan rusak sehingga terpenuhi jumlah tanaman normal dalam satu kesatuan luas tertentu sesuai dengan jarak tanamnya. Penyulaman dilakukan apabila presentase tanaman tumbuh di lapang kurang dari 80 %, perlu dilakukan penyulaman dengan tanaman yang tumbuh terbaik dari hasil penjarangan(gunakan tanaman penjarangan yang berumur 2-3 minggu). Pengairan Pengairan dimaksudkan menyiram tanaman dengan air agar tanah senantiasa basah sehingga tanaman mendapatkan cukup air. Pada lahan irigasi pengairan dilakukan sebelum penanaman. Interval 10-15 hari setelah tanam hingga boll pertama keluar. Pemberian air dilakukan setelah pemupukan. Disarankan diberikan 1 kali pengairan setelah panen pertama karena akan memberikan hasil yang lebih baik, dan pemberian air akan lebih banyak setelah pembetukan boll. Untuk lahan tadah hujan, waktu tanam di perhitungkan sedemikian rupa agar waktu tanam dan selama pertumbuhan tanam cukup mendapatkan air. (Shalimar Andaya Nia) Sumber: Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, Petunjuk Teknis Budidaya Kapas, Jakarta, 1996.