Pemeliharaan Media Tanam Shitake Dalam Kantong Plastik
Pemeliharaan media tanam sewaktu masih dalam kantong plastik berbeda dengan pemeliharaan setelah kantong plastik dibuka. Pada waktu masih di dalam kantong plastik, media tanam disimpan di ruang inkubasi (dapat berupa kubung dapat juga berupa permanen). Ruang inkubasi ini harus dijaga agar suhu kamar berkisar 25°C atau 22°C- 25°C dan kelembapan antara 60% - 70%. Kelembapan udara yang terlalu tinggi dapat menyebabkan mikroorganisme lain tumbuh. Setelah mycelium mulai berwarna coklat, kantong plastik dibuka di ruang pertumbuhan jamur. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan media tanam adalah sebagai berikut. a. Kandungan air Kandungan air pada media tanam tidak boleh melapaui batas. Pada waktu menjelang pinhead, dalam keadaan normal, kandungan air harus cukup, yaitu sampai 70% - 80%. Bila kandungan air melebihi 78%, media tanam tidak boleh disiram air. Bila kandungan air di bawah 70%, maka media tanam perlu disiram air. b. Menjaga suhu ruangan Perbedaan antara suhu siang hari dan suhu malam hari yang paling baik adalah berkisar 3°C - 9°C. Bila rata-rata suhu 20°C, yaitu suhu disiang hari 25°C dan pada malam hari 15°C, keadaan ini masih normal dan jamur dapat tumbuh baik, dan hasilnya pun baik pula. c. Menjaga kelembapan ruangan Jika pinhead sedang muncul, sebaiknya kelembapan ruangan berkisar 85% - 90%. Sedangkan pada waktu stadia awal, sebaiknya kelembapan kurang dari 70%. d. Menjaga selama masa panen Selama masa periode panen, pengabutan bisa dilakukan dua kali dalam sehari selama dua minggu. Siklus panen pertama selesai dibiarkan tiga hari (sedikit kering), kemudian diulangi setelah terbentuk pinhead pada siklus panen yang kedua. Lama masa panen tergantung pada jenis bahan kayu, jenis strain Lentinus, dan kondisi lingkungan tanamnya. Masa panen berkisar 2-3 bulan. Sumber : Jamur Shitake, Patah Suhardiman