Loading...

Pemeliharaan Persemaian untuk Pembuatan Benih Padi

Pemeliharaan Persemaian untuk Pembuatan Benih Padi
Pemeliharaan persemaian benih merupakan faktor yang penting juga untuk diperhatikan, karena untuk mendapatkan tanaman yang pertumbuhannya baik. Syarat-syarat persemaian yang baik adalah dekat dengan sumber air dan pembuangan airnya mudah, mudah untuk melakukan pemeliharaan dan sedapat mungkin dekat dengan lahan yang akan ditanami, selain itu diperhatikan juga lahan yang akan dipakai apakah bekas lahan yang terserang hama atau penyakit. Lokasi persemaian sebaiknya dalam hamparan yang luas agar mudah pemeliharaannya dan persemaian terkena sinar matahari langsung tetapi tidak dekat dengan sinar lampu yang dapat mengundang serangan hama dimalam hari Untuk lebih rinci maka dapat disampaikan sebagai berikut: Pengairan, untuk ini dibagi atas pengairan basah dan pengairan kering. Persemaian basah, yang perlu diperhatikan: Lima hari setelah tabur persemaian diairi setinggi 1 cm selama 2 hari seterusnya 5 cm. Sedangkan b. Persemaian kering:yang harus diperhatikan, selama benih tumbuh kurang dari 2 cm, penyiraman dilakukan 2 x sehari (melihat kondisi cuaca) setiap pagi dan sore. Pengambilan penutup benih dilakukan 4 hari setelah penyebaran benih (biasanya benih telah tumbuh sekitar 2 cm). Setelah tutup diambil, maka penyiraman dilakukan 1 hari sekali pada waktu sore (melihat kondisi cuaca). Bibit Siap ditanam umur terpendek 9 hari atau umur maksimal 16 hari; Pemupukan, yang harus dilakukan: Pupuk persemaian dengan 10 gram Urea dan 10 gram TSP per m² atau 15 gram SP36 pada waktu membuat bedengan persemaian. Untuk persemaian kering biasanya pupuk hanya menggunakan pupuk kandang terfermentasi dengan dosis 20% dari total media. Selanjutnya 3.Pengendalian OPT, ini cukup banyak hama atau penyakit yang suka menyerang, antara lain Hama; Tikus (Rattus argentiventer (Rob. &Kloss)) merusak tanaman padi pada semua tingkat pertumbuhan, dari semai hingga panen, bahkan di gudang penyimpanan.Pada persemaian tikus memotong tanaman di persemaian padi. Tikus menyerang padi pada malam hari. Pada siang hari, tikus bersembunyi di dalam lubang pada tanggul-tanggul irigasi, jalan sawah, pematang, dan daerah perkampungan dekat sawah. Pada periode bera, sebagian besar tikus bermigrasi ke daerah perkampungan dekat sawah dan kembali lagi ke sawah setelah pertanaman padi menjelang fase generatif. Penanggulangan tikus pada persemaian dilakukan dengan memasang plastic keliling persemaian untuk menghindari tikus dapat masuk ke lahan persemaian. Pemasangan bubu perangkap pada persemaian dan pembuatan TBS dilakukan pada daerah endemic tikus untuk menekan populas itikus pada awal musim tanam. Penggerek Batang; Penggerek batang adalah hama yang ulatnya hidup dalam batang padi. Hama ini pada dasarnya tidak terlalu menyerang di persemaian tetapi penggerek batang mulai bertelur saat persemaian dan akan menyebar setelah tanam pindah. Hama ini berubah menjadi ngengat berwarna kuning atau coklat; biasanya 1 larva berada dalam 1 anakan. Ngengat aktif di malam hari. Larva betina menaruh 3 massa telur sepanjang 7-10 hari masa hidupnya sebagai serangga dewasa. Massa telur penggerek batang kuning berbentuk cakram dan ditutupi oleh bulu-bulu berwarna coklat terang dari abdomen betina. Setiap massa telur mengandung sekitar 100 telur. Pengendalian hama ini adalah dengan melindung iagen hayati. Untuk melindungi musuh alami penggerek batang, jangan gunakan pestisida berspektrum luas, mis. Methyl parathion.tetapi a. Gunakanlah varietas tahan, b. Jaring larva penggerek batang pada daun yang mengapung dengan jaring. c. Pasang perangkap lampu pada persemaian. Kalau menggunakan Insektisida sistemik berbentuk granular seperti karbofuran, bensultap, bisultap, karbosulfan, dimehipo, atau fipronil yang masuk kedalam tanaman, merupakan bahan kimia yang dapat mengendalikan Beluk pada stadia reproduktif. Sundep. Larva penggerek batang padi putih. Imago penggerek batang padi putih. Imago penggerek batang padi merah jambu. Larva penggerek batang padi merah jambu. Mengendalikan penggerek setelah masuk kedalam batang. Penyemprotan efektif untuk kupu-kupu. Sebelum menggunakan pestisida, hubungi petugas perlindungan tanaman atau penyuluh untuk mendapatkan saran danpetunjuk. Baca petunjuk yang tertera di label dengan teliti setiap sebelum pestisida digunakan. 3, Hama Ganjur (Pachydiplosisoryzae). Stadia tanamanpadi yang rentan terhadap serangan hama ganjur adalah mulai dipersemaian sampai pada pembentukan malai. Gejala serangangan adalah daun padi akan menggulung seperti daun bawang, sehingga tanaman yang terserang tidak dapat menghasilkan malai. Pengendalian bisa dilakukan dengan menggunakan regent, winder, konfidor, virtako, spontan, manuverdll Penyakit HawarDaunBakteri (HDB-Bacterial Leaf Blight) HawarBakteri (HB) atauHawarDaunBakteri (HDB) merupakanpenyakit yang dapat menginfeksi bibit dan tanaman tua. Bila HB terjadi pada tanaman muda disebut kresek dan bila terjadi pada tanaman tua disebut hawar daun. Tanaman yang terinfeksi kehilangan areal daun dan menghasilkan gabah yang lebih sedikit dan hampa. Padapembibitan, daun yang terinfeksi berubah hijau keabu-abuan menggulung dan akhirnya mati. Pengendalian hama ini adalah dengan menggunakan varietas tahan. Ini adalah cara yang paling efektif dalam mengendalikan penyakit. Pemupukan lengkap, Penyakit semakin parah bila pupuk N dipakai secara berlebihan, tanpa P dan K. Langkah berikutnya adalah dapat dilakukan dengan mengurangi kerusakan bibit dan penyebaran penyakit. Infeksi bibit terjadi melalui luka dan kerusakan bagian tanaman. Penanganan yang buruk atau angin kencang dan hujan dapat menyebabkan tanaman sakit. Penyakit menyebar melalui kontak langsung antara daun sehat dengan daun sakit melalui air dan angin. Untuk itu maka perlu diperhatikan 1) Penanganan bibit secara baik waktu tanam pindah, 2) Pengairan dangkal pada persemaian, dan Membuat drainase yang baik ketika genangan tinggi. Pengurangan jumlah inokulum, tunggul tanaman yang terinfeksi dan gulma dapat menjadi sumber inoculum. Yang harus diperhatikan: 1) Pertahankan kebersihan sawah, buang atau bajak gulma, jerami yang terinfeksi, ratun padi yang semuanya dapat menjadis umber inokulum. 2) Keringkansawah, upayakan sawah bera mongering untuk membunuh bakteri yang mungkin bertahan dalam tanah atau sisa tanaman. Untuk pemeliharaan persemaian diperlukan alat dan bahan seperti a) Cangkul b) Hand spryer c) Gembor d) Kaleng e) Sabitf) Sarung tangang) Masker. Sedangkan Bahan yang digunakan yaitu a) Pupuk an organik yang mengandung unsur N, P dan K b) Pestisida. Yulia TS yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka : https://dpkp.jambikota.go.id/penyemaian-benih-padi-untuk-mendapatkan-bibit-berkualitas/ http://www.litbang.pertanian.go.id/special/padi/bbpadi_2009_itp_04.pdf https://media.neliti.com/media/publications/55241-ID-sistem-perbenihan-padi-dan-karakteristik.pdf Modul Produksi Benih Secara Mandiri, 2021, Program IPDMIP