Loading...

Pemeliharaan Tanaman Aren

Pemeliharaan Tanaman Aren
Pengendalian Gulma Gulma pada pertanaman aren umumnya terdapat pada dua tempat, yaitu pada bagian batang (seperti benalu) dan pada tanah di sekitar pangkal batang. Penyiangan perlu dilakukan agar tidak terjadi persaingan pertumbuhan antara tanaman aren dengan gulma. Pada saat melakukan penyiangan, perlu dilaku-kan penggemburan tanah di sekeliling batang aren sekitar 1- 1,5 m untuk memperbaiki aerasi tanah, sehingga pertum-buhan tanaman lebih baik. Penyiangan dilakukan secara teratur, yaitu 4 kali setahun hingga tanaman berumur 3-4 tahun. Pemupukan Pemupukan dilakukan setelah penyiangan gulma. Pemu-pukan sebaiknya dilakukan 2 kali setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Pemberian pupuk kandang memperbaiki sifat fisik tanah sehingga memudahkan penyerapan unsur hara oleh tanaman. Untuk melakukan pemupukan perlu diperhatikan umur ta-naman, jenis pupuk dan takaran pupuk. Jenis dan takaran pupuk untuk tanaman aren tipe Dalam Umur tanaman (tahun) Jenis dan takaran pupuk/pohon/ tahun SP-36 (g) Urea (g) KCl (g) 1-4 200 200 100 5 250 300 200 6 300 400 300 7 400 500 400 8 400 600 500 9 500 1000 700 >10 500 1000 700 Keterangan : Takaran pupuk di atas diberikan 2 kali setahun (setiap aplikasi setengah takaran). Jenis dan takaran pupuk untuk tanaman aren tipe Genjah Umur tanaman (tahun) Jenis dan takaran/pohon/tahun SP-36 (g) Urea (g) KCl (g) 1 200 200 100 2 250 300 200 3 300 400 300 4 400 500 400 5, dst 400 600 500 Keterangan : Takaran pupuk di atas diberikan 2 kali setahun (setiap aplikasi setengah takaran). Sanitasi Pohon Setelah pohon berumur lebih dari 5 tahun dianjurkan agar sesering mungkin mengambil ijuk yang sudah berwarna hitam dan melekat pada batang pohon sehingga pembesaran batang pohon tidak terhambat. Pengendalian Hama dan Penyakit Hama dan penyakit tanaman aren sampai saat ini belum banyak diketahui. Hal ini disebabkan tanaman aren belum dibudidayakan secara intensif oleh masyarakat, sehingga belum ada perhatian khusus terhadap perawatan tanaman. Namun demikian hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman aren adalah sebagai berikut: Hama Hama Oryctes rhinoceros menyerang pucuk aren dan menggerek sampai menembus pangkal pelepah daun muda. Jaringan daun muda yang digerek akan terlihat jelas setelah daun terbuka. Gejala serangannya terlihat guntingan daun bentuk segi tiga. Teknologi pengendalian hama O. rhinoceros dilakukan secara terpadu melalui pemanfaatan musuh alami Metarhizium dan Baculovirus, sanitasi, penggunaan serbuk mimba dan peng-gunaan feromon. Penyakit Penyakit bercak daun Penyakit yang menyerang tanaman aren adalah penyakit bercak daun yang disebabkan oleh cendawan Helminthosporium sp. dan Pestalotiopsis. Serangan Helminthosporium sp. Menye-babkan daun menjadi kering sehingga mempengaruhi per-tumbuhan bibit. Pada permukaan daun yang masih muda, yaitu pada bagian atas dan bawah daun muncul bercak-bercak kecil berwarna hijau mengkilat yang selanjutnya membesar dan berubah menjadi warna coklat dengan bagian tepi terdapat lingkaran kuning. Cendawan Pestalotiopsis menyerang permukaan daun yang agak tua. Bagian bawah dan atas daun terlihat bercak-bercak membesar berukuran diameter 2-3 cm, berwarna kuning keputih-putihan dan ditengahnya terdapat bintik-bintik ber-warna hitam. Pengendalian kedua jenis penyakit ini dilakukan apabila seperempat bagian dari luas permukaan daun sudah ditutupi bercak. Pengendalian dilakukan melalui penyemprotan tanaman dengan Cobox 0,5%. Sumber : Agro Inovasi, Litbang