Loading...

PEMELIHARAAN TANAMAN CABAI, MENINGKATKAN PRODUKSI

PEMELIHARAAN TANAMAN CABAI, MENINGKATKAN PRODUKSI
Cabai merupakan jenis sayuran yang banyak diusahakan karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Pada umumnya orang Indonesia menyukai sambal dan masakan yang pedas membutuhkan cabai setiap hari. Nilai jual cabai yang tinggi membuatnya menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan. Cabai tidak hanya dijadikan penguat rasa, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan karena kandungan antioksidannya yang tinggi dan baik untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Selain itu, cabai juga mengandung vitamin C yang tinggi. Meskipun begitu, penggunaan cabai yang terlalu banyak dapat menyebabkan gangguan pada lambung sehingga penggunaannya perlu dibatasi.Tanaman cabai dapat hidup di dataran rendah dan dataran tinggi dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahun dengan distribusi merata, suhu udara sekitar 16-32 ┦C serta memiliki sinar matahari yang cukup yaitu 10-12 jam dari saat pembungaan hingga pemasakan buah Dalam menanam cabai, pemeliharaan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya tanaman cabai. Kegiatan pemeliharaan yang dibahas pada kesempatan ini antara lain: Pemeliharaan berdasarkan Hama Penyakit Ada 4 (empat) hal utama dalam pemeliharaan tanaman cabai untuk mencapai efektifitas dalam biaya perawatan dan tentunya hasil akhir dapat maksimal, yaitu: a) Sanitasi/kebersihan, dengan menjaga selalu kebersihan lahan, tanaman, air, peralatan, dan lainnya untuk menghindari munculnya penyakit; b) Pengamatan, melakukan pengamatan secara rutin dan berkala terhadap kondisi tanaman agar memahami masalah dan solusi yang akan dilakukan; c) Evaluasi, mengevaluasi dan belajar dari pengalaman supaya semakin mahir dan terampil; d) Aksi/Tindakan, mengambil tindakan yang sesuai dan tepat guna baik dari segi tenaga kerja, waktu dan biaya lebih efisien. Hal yang perlu juga diperhatikan, apabila dalam pengamatan tidak ada hama, maka tidak perlu dilakukan penyemprotan insektisida atau pestisida Perempelan Pemeliharaan terhadap tanaman cabai berikutnya adalah perempelan. Perempelan pada tanaman cabai termasuk teknik dasar dalam budidaya cabai. Apabila kegiatan ini dilakukan secara baik dan benar maka akan membuat tanaman ini tumbuh dan berkembang secara bagus serta merangsang hormon auksin untuk pembentukan batang dan juga munculnya bunga dan buah cabai yang lebat, tahan terhadap hama penyakit, secara fisik tanaman cabai lebih sehat dan terlihat segar, pertumbuhan serta pekembangan tanamannya jauh lebih optimal, hasil panen lebih banyak, buahnya lebat, bunganya banyak yang bermunculan serta meningkatkan produktivitas hasil panen. Perempelan dilakukan dengan cara: a) membuang tunas diketiak daun dibawah cabang Y, b) perempelan di dataran rendah dimulai pada saat hari ke 8-12 hari setelah tanam dan dilanjutkan 75 hari setelah tanam dan di dataran tinggi dilakukan pada hari ke 15-20 setelah tanam dan dilanjutkan setelah 90 hari setelah tanam. Pengairan dan drainase Pemeliharaan ini bertujuan untuk mengatur dan mengawasi ketersediaan air dan keasaman tanah sampai masa panen. Memanfaatkan panas matahari dan gunakan ketersediaan air secara tepat guna. Untuk mengukur keasaman tanah dapat menggunakan pH meter. Demikian penjelasan dalam pemeliharaan tanaman cabai, yang apabila kegiatan ini dilakukan dengan baik dan benar akan meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman cabai serta meningkatkan pendapatan petani cabai. Susi Deliana Siregar Penyuluh Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian Sumber: Disarikan dari berbagai sumber