Agar tanaman dapat tumbuh baik, dan menghasilkan produksi yang tinggi, penting dilakukan berbagai pemeliharaan pada tanaman jarak pagar. Pemeliharaan yang penting dilakukan diantaranya dengan: (1) mengendalikan gulma; (2) pemeliharaan parit drainase; (3) Bobokor; (4) pemangkasan; (5) pemupukan; dan (6) pengairan. Pengendalian Gulma • Pengendalian gulma dapat dilakukan secara mekanis dan kimia, atau gabungan keduanya. • Gulma berbentuk perlu dibongkar dengan memakai cangkul sampai keakar-akarnya sehingga kemungkinan tumbuh kembali sangat kecil. • Gulma alang-alang disemprot dengan herbisida memakai handspayer dengan dosis sesuai anjuran, penyemprotan dapat dilakukan beberapa kali sehingga alang-alang benar-benar mati. • Gulma yang lain dikendalikan dengan memakai koret atau cangkul dengan mempertahankan tinggi gulma tidak lebih dari 10 cm. • Pengendalian gulma tersebut dilakukan secara rutin dengan selang waktu 3-4 bulan. Pemeliharaan Parit Drainase • Bersihkan parit dengan parang atau cangkul dari tanaman pengganggu, parit yang runtuh diperbaiki kembali dengan memakai cangkul. • Dasar parit dibuat miring agar air dapat mengalir dengan lancar. • Agar air yang ada dilahan dapat mengalir ke parit, perlu dilakukan penataan jarak parit pada setiap blok Bobokor • Area sekitar radius 0,3-0,4 m dari pangkal batang tanaman dengan memakai parang/cangkul dibersihkan total dari gulma sampai keakar-akarnya. • Kemudian dengan memakai cangkul areal tersebut digemburkan dan ditinggikan sekitar 10 cm, sehingga berbentuk piring tertutup. • Pembobokoran dapat dilakukan bersama dengan pemupukan baik pemupukan dengan pupuk kandang atau pupuk buatan. Pemangkasan • Setelah tanaman berbuah pada tahun pertama dilakukan pemangkasan pertama. • Pemangkasan dilakukan dengan parang atau gergaji dengan menyisakan batang hanya 30 cm dari permukaan tanah, dan jumlah cabang 3 atau 4. • Pemangkasan selanjutnya dilakukan pada tahun ke 2, dengan memotong cabang-cabang yang tumbuh pada cabang sisa tahun pertama sepanjang 2/3 nya. • Jumlah cabang optimum yang dipertahankan sebanyak 40-50 cabang perpohon. • Selain pemangkasan bentuk juga dilakukan pemangkasan tanaman dengan memakai gunting setek terhadap cabang-cabang yang terserang penyakit, mati atau lemah dan cabang yang tidak produktif. • Pada umur 10 tahun dilakukan pangkasan berat,dengan memotong dan menyisakan tanaman hanya tinggal setinggi 30 cm dari permukaan tanah. Pemupukan • Buat rorak pada pinggir bobokor, setelah rorak selesai pada luas areal tertentu taburkan pupuk buatan kemudian ditimbun agar pupuk tidak menguap atau hanyut. • Untuk pemberian pupuk kandang juga demikian tetapi roraknya lebih dalam. • Dosis dan jenis pupuk yang diberikan pada jarak pagar dapat dilihat pada Tabel berikut : Tabel . Dosis dan jenis pupuk pada jarak pagar. Uraian Dosis/pohon (gr) Pupuk dasar (saat tanam) - Pupuk kandang 2.000 - SP-36 50 - KCl 10 Pupuk lanjutan 1 (1 bulan setelah tanam) - Urea-1 10 - Urea-2 10 Pupuk lanjutan 2 (awal musim hujan) - Pupuk kandang 2.000 - Urea 20 - SP-36 60 - KCl 12 Pengairan • Apabila terjadi kekeringan yang ditandai dengan layunya tanaman pada siang hari dan kembali segar pada malam hari, perlu dilakukan penyiraman atau pengairan. • Penyiraman dapat dilakukan dengan menyemprotkan air pada tanaman melalui pipa air dan springkel atau melalui parit pengairan. • Untuk daerah musim kemarau lebih panjang dapat dibuat embung penyimpan air.