Jeruk merupakan komoditas buah yang paling menguntungkan diusahakan saat ini karena potensi pasar domestic dan peluang ekspornya yang terus berkembang. Selain dapat ditanam di dataran rendah hingga tinggi, buah jeruk sangat di sukai oleh anak-anak hingga orang tua. Provinsi jambi khususnya kabupaten bungo berpotensi unruk daerah pengembangan jeruk. Jeruk keprok merupakan salah satu varietas unggul nasional asal propinsi jambi. Produksi jeruk keprok , baik kuantitas dan kualitas semakin menurun. Hal ini di sebabkan karena pemeliharaan yang hamper tidak di lakukan. Pemeliharaan tanaman jeruk produktif meliputi pemangkasan, pemupukan, penyiraman, penjarangan buah, pengendalian hama, penyakit dan gulma. Pemeliharaan yang dilakukan secara optimal dapat meningkatkan kesehatan pohon, produktivitas tanamn dan mutu buah yang di hasilkan. Pemangkasan pada tanaman produktif (pemangkasan pemeliharaan) dilakukan beberapa minggu setelah panen buah, yaitu dengan pemangkas atau membuang tangkai buah yang tersisa, memangkas cabang/ranting kering atau terserang hama penyakit, dan tunas air. Pemangkasan pemeliharaan biasanya dilakukan dengan kegiatan aspek pemeliharaan lainnya seperti pelaburan batang dengan fungisida, pengolahan tanah dan pemupukan. Pemupukan yang tepat dapat meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, produktivitas pohon dan mutu buah yang di hasilkan. Pemupukan N, P dan K berpengaruh terhadap mutu buah, baik ukuran, ketebalan kulit buah, maupun rasa buah. Makin besar N yang diberikan makin kecil ukuran buah karena makin banyak jumlah buah yang dihasilkan. Pupuk P dapat meningkatkan sari buah, mengurangi rasa asam sehingga buah menjadi lebih manis rasanya. Rekomendasi umum pemupukan N, P dan K pada tanaman jeruk dapat di lihat pada tabel: Tabel 1. Rekomendasi umum pemupukan N,P dan KUmur(tahun) Jenis pupuk Urea(gr/Pohon) ZA(gr/Pohon) TSP(gr/Pohon) ZK(gr/Pohon) Dolomit(gr/Pohon) Pupuk kandang(gr/Pohon)4 - 5 500 1000 125 500 1000 1005 - 6 600 1200 150 600 1200 1206 - 7 700 1400 175 700 1400 1407 - 8 800 1600 200 800 1600 160>8 1000 2000 200 800 2000 200 Keterangan :N ( Urea & ZA)I : setelah Pemberian pupuk kandang ½ dosoisII : 1,5 – 2 bulan setelah pemebrian N I, ¼ dosisII : 1,5 – 2 bulan setelah pemebrian N II, ¼ dosisP (TSP) diberikan seluruhnya bersamaan dengan pemupukan N I 1 gram TSP = 1,39 gram SP-36K ( ZK)I : diberikan bersamaan pemupukan N I, ½ DosisII : diberikan bersamaan pemupukan K I, ½ Dosis Pupuk kandang dan dolomite di berikan bersamaan menjelang musim hujan. Agar mutu, terutama ukuran buah sesuai dengan permintaan konsumen, perlu dilakukan penjarangan buah yang dilakukan pada saat buah sebesar kelereng dengan menyisakan 2 – 3 buah perdompol. Satu buah untuk dapat tumbuh optimal memerlukan dukungan 25 – 50 helai daun tergantung dari varierasnya. Pohon yang buahnya terlalu lebat biasanya akan menghasilkan buah ukuran kecil, menurunkan kesehatan pohon dan mengakibatkan fluktuasi produksi yang tajam pada pembuahan selanjutnya. Penulis/penyadur : D E D E N.S, SP ( Bathin III)Sumber : BPTP Jambi ( Dr.Desi Hernita,2014 )