Loading...

PEMELIHARAAN TANAMAN KAYU MANIS (Cinnamomum zeylanicum)

PEMELIHARAAN TANAMAN KAYU MANIS (Cinnamomum zeylanicum)
Kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai manfaat sekaligus nilai ekonomis yang tinggi. Untuk mendapatkan produksi yang optimal, kegiatan pemeliharaan tanaman kayu manis sangat penting dilakukan. Dengan pemeliharaan yang tepat dan baik, dengan jarak tanam yang menguntungkan petani yaitu 3 - 4 meter, maka dalam waktu hanya sekitar 4-5 tahun akan terbentuk kebun/hutan kayu manis yang padat. Selain tampak seperti hutan, kondisi tanaman akan baik, pertumbuhan batang pokok akan lurus dengan percabangan yang banyak dan kualitas kulit kayu yang baik. Beberapa kegiatan pemeliharaan yang perlu dilakukan antara lain: penyulaman, pemupukan, penyiangan dan penjarangan. Penyulaman Setelah bibit kayu manis ditanam, tidak semua akan tumbuh baik. Bibit yang pertumbuhannya kurang baik atau mati harus segera diganti dengan bibit yang baru. Penyulaman dilakukan setelah tanaman ditanam sekitar tiga bulan, namun waktu paling tepat untuk penyulaman adalah saat musim hujan. Pemupukan Seperti tanaman lain, untuk pertumbuhan kayu manis membutuhkan unsur hara tanaman. Selain langsung dari tanah, unsur hara dapat dipenuhi melalui pemupukan. Jenis pupuk yang dianjurkan antara lain pupuk tunggal seperti Urea, TSP dan KCl atau pupuk majemuk seperti NPK. Bila menggunakan pupuk tunggal, pupuk tersebut dicampur merata dahulu sebelum diberikan dengan perbandingan Urea : TSP : KCl sebesar 2 : 1 : 1. Pemberian pupuk tanaman kayu manis sebaiknya pada umur 3-4 bulan setelah tanam dengan frekuensi dua kali setahun yaitu pada saat awal dan akhir musim hujan agar pupuk dapat cepat larut dalam tanah sehingga dapat segera diserap oleh akar tanaman. Bila menggunakan campuran pupuk tunggal, dosis pada pemupukan awal (umur 3-4 bulan) sebanyak 150gr/pohon. Semakin bertambah umur tanaman, dosis pupuk semakin ditingkatkan yaitu untuk tanaman berumur tiga tahun pupuk yang diperlukan sebanyak 1 kg/pohon. Untuk pupuk majemuk NPK, dosis pemupukan disesuaikan dengan umur tanaman. Pemupukan NPK awal dimulai sejak tanaman berumur enam minggu setelah ditanam, selanjutnya pada umur satu tahun pemupukan dilakukan dua kali, dan pada umur selanjutnya pemupukan dilakukan sekali tahun. Dosis pemupukan dengan pupuk majemuk NPK adalah sebagai berikut: umur 1,5 bulan sebanyak 20 g/pohon, umur 6 bulan sebanyak 50 g/pohon, umur 1 tahun sebanyak 125 g/pohon, umur 2 tahun sebanyak 250 g/pohon, umur 3 tahun sebanyak 500 g/pohon, umur 4 tahun sebanyak 750 g/pohon, umur 5 tahun sebanyak 1 kg/pohon dan diata 5 tahun sebanyak 1,5-2,5 kg/pohon. Cara pemupukan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dibenamkan dalam lubang tugalan atau pada alur di sekeliling tanaman. Namun sebelum dilakukan pemupukan, gulma yang tumbuh disekitar tanaman harus dibersihkan terlebih dahulu, selanjutnya tanah digemburkan terlebih dahulu sebelum dipupuk agar penyerapan pupuk lebih cepat. Penyiangan Penyiangan gulma sangat diperlukan agar pertumbuhan kayu manis tidak bersaing dengan gulma tanaman. Setiap bulan gulma di bersihkan dengan menggunakan cangkul, setelah tanaman berumur 2-4 tahun, penyiangan cukup dilakukan tiga bulan sekali, setelah lebih dari 4 tahun tanaman disiangi tiap 4-6 bulan sekali sesuai pertumbuhan tanaman yang melambat sesuai dengan makin tua umur tanaman tajuk tanaman sudah saling menutupi sehingga menghambat pertumbuhan gulma yang memerlukan sinar matahari. Bersamaan dengan penyiangan tanaman, dilakukan pula penggemburan dan pembubunan. Penggemburan tanah dibutuhkan agar penyerapan unsur hara oleh akar meningkat, penggemburan tanah dilakukan sebelum pemupukan agar unsur hara dapat terserap tanaman dengan baik, Sedang pembubunan dilakukan agar bagian perakaran tanaman yang terbuka dapat tertutup kembali sehingga terhindar dari penularan penyakit lewat akar dan penyerapan unsur hara oleh akar menjadi optimal. Pembumbunan dilakukan setelah penggemburan tanah. Penjarangan Penjarangan merupakan salah satu bagian kegiatan pemeliharaan dan pemanenan, hal ini dimaksudkan tanaman yang dijarangkan merupakan hasil panen sebelum panen total dengan penebangan seluruh tanaman. Bila jarak penanaman rapat, maka harus dilakukan penjarangan agar sinar matahari dapat diserap tanaman secara baik. Bila hal ini tidak dilakukan, dengan tanaman yang rapat, maka sinar matahari tidak masuk sampai ke bagian dalam tajuk tanaman yang menyebabkan kelembaban akan terjadi disekitar tajuk tanaman yang menyebabkan mudahnya tanaman terserang penyakit dan pertumbuhan tanaman terhambat dan mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat dan menurunnya kualitas kulit kayu manis. Tujuan lain dari penjarangan adalah agar tanaman tumbuh lurus, menghambat pertumbuhan cabang, dan menghinadari terjadinya erosi. Dengan sistim penjarangan yang baik, maka tanah akan tetap terlindung sehingga konservasi tanah dan air tetap terjamin. Penjarangan sebaiknya dilakukan dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 6 tahun dan 10 tahun. Dari hasil penjarangan pertama dan kedua akan mengasilkan tunas baru, tunas-tunas tersebut dapat dipertahankan dan dirawat untuk dijadikan bibit, namun tidak semua tunas dijadikan bibit, hanya sekitar 4-7 tunas saja yang baik dan berakar baik. Teknik penjarangan dilakukan dengan cara sebagai berikut: tanaman ditebang dengan parang atau gergaji pada ketinggian 25-30 cm dari permukaan tanah, selanjutnya tunggul ditimbun tanah hingga sekitar 10-15 cm agar nantinya tumbuh tunas-tunas baru yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bibit tanaman. Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : Rismunandar dan Farry B.Paimin, "Kayu Manis-Budi Daya dan Pengolahan", Penebar Swadaya 2001.