Agar benih kopi tumbuh dengan baik maka perlu dilakukan pemeliharaan yang intensif. Kegiatan pemeliharaan yang harus dilakukan sebagai berikut: Agar benih dapat beradaptasi dengan kondisi di lapang (kebun), secara bertahap intensitas cahaya matahari pada areal pembenihan dinaikkan dengan cara membuka naungan sedikit demi sedikit. Penyiraman benih dilakukan sesuai dengan kondisi lingkungan (terutama curah hujan). Media tumbuh digemburkan setiap dua bulan sekali, rumput/gulma yang tumbuh dibersihkan/dibuang. Pupuk yang diberikan pada benih kopi dapat berupa padatan maupun larutan dan dosisnya disesuaikan dengan umur benih. Apabila berupa padatan, pada umur 1–3 bulan dosisnya adalah 1 g Urea/benih + 2 g SP36/benih + 2 g KCl/benih. Pada umur 3–8 bulan diberikan 2 g Urea/benih. Jika berupa larutan Urea diberikan dengan konsentrasi 0,2% sebanyak 50–100 ml/benih/2 minggu. Hama yang sering menyerang benih kopi adalah ulat kilan, belalang, dan bekicot, sedangkan penyakit yang sering dijumpai adalah rebah batang (Rhizoctonia solani). Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara manual maupun kimiawi. Benih kopi siap ditanam pada umur 10-12 bulan setelah penyemaian atau telah mempunyai 5 pasang daun dewasa. Langkah-langkah Persiapan penanaman yang baik: Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang tanam adalah 60 cm x 60 cm x 40 cm, berbentuk trapesium. Lokasi pembuatan lubang tanam pada ajir yang telah ditentukan sesuai dengan jarak tanam. Lubang tanam sebaiknya dibuat 6 bulan sebelum penanaman. Tanah galian lapisan atas dan bawah dipisahkan. Tanah galian lapisan atas ditempatkan di sebelah kiri dan tanah galian lapisan bawah di sebelah kanan. Tiga bulan sebelum tanam, lubang tanam ditutup 2/3 bagian dengan tanah lapisan atas dicampur dengan bahan organik/pupuk kandang/kompos. Ajir di pasang kembali di tengah lubang tanam tersebut. Pelaksanaan Penanaman Benih ditanam setelah pohon penaung berfungsi baik dengan kriteria intensitas cahaya yang diteruskan 30-50% dari cahaya langsung. Digunakan benih yang sudah siap salur, pertumbuhannya sehat (kekar). Kriteria benih siap salur telah memiliki 6-8 pasang daun normal dengan sepasang cabang primer. Penanaman dilakukan pada awal musim hujan, hindari penanaman pada waktu panas terik. Sebelum penanaman lubang tanam dipadatkan, kemudian tanah dicangkul sedalam ± 30 cm. Akar tunggang yang terlalu panjang dipotong, sedangkan untuk benih dalam polybag dilakukan dengan memotong bagian dasar polybag ± 2-3 cm dari bawah. Benih ditanam sebatas leher akar, tanah dipadatkan kemudian polybag yang telah disobek dengan parang/arit ditarik keluar. Penutupan lubang tanam dibuat cembung agar tidak terjadi genangan air. 9. Tanaman yang mati segera dilakukan penyulaman selama musim hujan. Pemupukan Unsur Hara Unsur hara memegang peranan yang sangat penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kopi. Jenis unsur hara yang berperan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kopi, yaitu Nitrogen (N), Posfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Besi (Fe), Seng (Zn), dan Boron (B). Kekurangan unsur hara akan berakibat buruk bagi tanaman. Gejala yang timbul secara visual dapat dilihat pada daun. Manfaat setiap unsur hara tanah terhadap karakter vegetatif dan generatif tanaman kopi serta gejala yang ditimbulkan akibat dari kekurangan unsur hara tersebut sebagai berikut: Nitrogen (N), bermanfaat pada pembentukan klorofil dan penyerapan air. Kekurangan unsur ini berakibat daun luruh, menguning, dan menggulung (dimulai dari daun tua) serta pucuk mengalami kematian Posfor (P), unsur ini berperan dalam proses fotosintesis, respirasi, penyimpanan energi, dan pembelahan sel. Akibat yang ditimbulkan dari kekurangan P, yaitu pertumbuhan terhambat dan daun memucat, dimulai dari daun muda. Kalium (K) adalah unsur hara yang berperan dalam proses fotosintesis dan sintesa protein. Gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan unsur hara ini adalah warna daun memudar dan terjadi nekrosis (bercak cokelat) pada ujung daun. Kalsium (Ca), keberadaan unsur ini dapat merangsang pertumbuhan akar dan daun serta mempengaruhi penyerapan unsur hara lainnya. Kekurangan Ca berakibat daun menguning, dimulai dari bagian tengah sampai ke tepi daun. Magnesium (Mg), merupakan elemen pusat klorofil yang sangat berperan dalam proses fotosintesis. Gejala yang ditimbulkan akibat dari kekurangan unsur hara ini adalah terjadinya perubahan warna daun dari hijau menjadi cokelat/perunggu, dimulai dari bagian tengah sampai bagian tepi daun. Besi (Fe), berperan aktif sebagai katalis dalam pembentukan klorofil. Berkurangnya unsur Fe menyebabkan terjadinya perubahan warna daun menjadi kuning keputihan dengan urat daun berwarna hijau, dimulai dari daun muda Seng (Zn), adalah unsur hara yang dibutuhkan dalam pembentukan klorofil dan produksi gula. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun muda mengalami perubahan bentuk (mengecil) dan warnanya menguning. Pemangkasan Pemangkasan pada tanaman kopi Arabika di Indonesia dapat menggunakan sistem batang tunggal maupun batang ganda. Namun saat ini di Indonesia hanya menerapkan sistem pemangkasan batang tunggal. Keunggulan pangkasan batang tunggal, yaitu (1) tanaman tetap rendah sehingga mudah perawatannya, (2) dapat membentuk cabang-cabang produksi yang baru secara berkesinambungan (continue) dalam jumlah cukup, (3) mempermudah masuknya cahaya (diffus) dan memperlancar sirkulasi udara dalam tajuk, (4) mempermudah pengendalian hama penyakit, (5) mengurangi terjadinya fluktuasi produksi yang tajam (biennial beating) dan risiko terjadinya kematian tanaman disebabkan pembuahan yang berlebihan (overbearing dieback), dan (6) mengurangi dampak kekeringan. Pemangkasan pada tanaman kopi Arabika terdiri dari 2 jenis, yaitu pangkas bentuk dan pangkas lepas panen atau pemeliharaan.(Purnomojati Anggoroseto, SP, MSi.) (Sumber: Supriadi, H. Ferry, Y. Ibrahim,M. 2018, Teknologi Budidaya Kopi, Indonesian Agency For Agricultural Research And Development (IAARD) Press.)