Untuk memperoleh hasil yang memuaskan maka dalam membudidayakan mentimun memerlukan pemeliharaan yang intensif. Kegiatan pemeliharaan mentimun antara lain pemangkasan, pemasangan ajir penopang, pengikatan tanaman, sanitasi, pengairan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit. Masalah pemupukan, pengendalian hama dan penyakit dibahas tersendiri. Pemangkasan (Prunning) Cabang Jika banyak percabangan yang tumbuh dari ketiak daun, lakukan pemangkasan. Pilih dua atau tiga cabang produktif yang tumbuh paling besar dan sehat. Dari cabang yang tidak terpilih, pangkas bagian pucuknya saja-tidak dari pangkal. Tujuannya agar memberi kesempatan kepada akar untuk tumbuh luas dan persiapan untuk perkembangan produktif. Pemasangan Ajir Penopang Fitrah tanaman mentimun sebenarnya menjalar di permukaan tanah. Namun, karena menginginkan permukaan kulit buahnya mulus dengan warna yang tidak belang, maka diperlukan ajir penopang agar buah mentimun menggantung. Lakukan pemasangan ajir ketika tanaman berumur 3-7 HST agar tidak melukai akarnya. Siapkan ajir dari bilah bambu dengan panjang 225-250 cm dan lebar 3-4 cm. Tancapkan ajir di samping tanaman, sekitar 7-10 cm dari pangkal tanaman, dengan posisi miring ke dalam bedengan hingga bersilang di bagian ujung ajir tanaman di depannya. Di titik persilangan diberi galar bilah bambu yang menghubungkan persilangan satu dengan yang lainnya di sepanjang bedengan. Setelah itu, ikat menggunakan tali rafia tepat di titik persilangan ajir agar lebih kokoh. Pengikatan Tanaman Agar tanaman mentimun merambat di ajir, ikatkan tanaman pada ajir dengan menggunakan tali rafia. Lakukan pengikatan ini bersamaan dengan pertumbuhan tanaman ke atas, setiap 25-30 cm panjang batang. Penyiangan Salah satu penghambat produksi mentimun adalah adanya penyakit yang lebih dominan daripada hama. Karena itu, lakukan penyiangan rumput dan gulma di sekitas tanaman secara ruti terutama jika teknik penanaman tanpa menggunakan mulsa plastik hitam pera untuk mencegah perkembangan penyakit. Gulma ini sangat merugikan tanaman karena menghambat pertumbuhan tanaman. Gulma merupakan pesaing bagi tanaman dalam memperoleh cahaya, udara dan air. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma, dapat juga menggunakan alat bantu kored tetapi harus berhati-hati agar tidak mengganggu akar tanaman. Pengairan Mentimun termasuk buah yang berair. Karena tanaman mentimun menghasilkan buah dari batang bagian bawah sampai ke atas, maka diperlukan kondisi tanah yang lembab stabil. Karena itu, lakukan penyiraman secara teratur, terutama pada musim kemarau, untuk menciptakan kelembaban tanah yang ideal.Jika keadaan tanah kurang lembab, tanah perlu diairi,pengairan dilakukan sekedar untuk membasahi tanah. Cara mengairi air dapat dengan cara leb (mengisi petakan sebentar) atau memasukkan air ke dalam saluran atau parit sampai tanah cukup lembab. Pengairan dan penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore, dengan menggenangi lahan selama 15-30 menit. Waktu pemberian air dilakukan sewaktu tanaman berkecambah yaitu, umur 0-4 hari, awal pertumbuhan vegetatif (pertumbuhan batan dan daun) ± umur 15-20 hari.Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan. Sebaliknya, perakaran mentimun sangat sensitif terhadap kelembapan tanah yang terlalu tinggi. Karena itu, lakukan perbaikan saluran drainase ketika penanamannya dilakukan pada musim hujan. Tujuannya, agar air hujan tidak sempat menggenang di dalam selokan. Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : Ir. Wahyudi, 2011. Meningkatkan Hasil Panen Sayuran dengan Teknologi EMP; Penerbit Agromedia Pustaka Ir.Rahmat Rukmana,1994. Budidaya Mentimun; Penerbit Kanisius.