Paprika atau capsicum annuum L yaitu tumbuhan penghasil buah dengan rasa manis serta sedikit pedas serta terhitung dalam keluarga cabe. Buah paprika yang berwarna-warni tidak hanya dipakai untuk bumbu masakan tapi juga bikin cantik masakan itu, serta kerap juga dipakai dalam paduan salad. Kandungan gizi yang paling terdapat banyak pada paprika yaitu karoten, vitamin B dan vitamin C. Pemeliharaan Tanaman Paprika Meliputi : Perawatan Untuk memperoleh hasil yang baik tanaman paprika perlu dirawat dan dipelihara dengan baik. Pemeliharaan dan perawatan tanaman paprika meliputi kegiatan penyulaman, penyiraman, pengikatan, dan penyiangan. Berikut ini cara melakukan pemeliharaan tanaman paprika ; Lakukan penyulaman segera jika terdapat tanaman yang mati atau dimakan hama. Penyulaman bisa dilakukan hingga tanaman paprika berumur 15 hari setelah tanam. Lakukan penyiraman jika tidak turun hujan dan kondisi tanah kering. Siramkan air secukupnya dan jangan berlebihan penyiraman sebaiknya dilakukan sebelum tanah kering dan tanaman layu. Agar tanaman paprika tidak roboh, segera ikat menggunakan tali pada ajir yang sudah dipasang. Pengikatan bisa dilakukan beberapa kali mengikuti pertumbuhan tinggi tanaman Lakukan penyiangan pada lubang tanam dan parit antar bedengan jika terlihat adanya gulma/rumput liar yang tumbuh. Jangan biarkan gulma tumbuh tinggi, gulma bisa menjadi inang bagi hama dan penyakit dan mengganggu pertumbuhan tanaman. Pemupukan Susulan Pemupukan susulan adalah pemupukan yang dilakukan setelah penanaman. Pupuk susulan yang digunakan untuk tanaman paprika sama seperti pupuk yang digunakan pada cabai jenis lainnya, yaitu pupuk makro dan pupuk mikro. Jenis pupuk makro yang digunakan antara lain pupuk ZA/Urea, TSP/SP36, KCL, KNO3 atau NPK. Pemupukan susulan pertama dilakukan ketika tanaman berumur 10 hari setelah tanam. Pemberian pupuk daun ketika tanaman baru ditanam tidak efektif karena tanaman masih dalam tahap menyesuaikan diri dengan lingkungan dan daun tanaman belum mampu menyerap cairan pupuk daun dengan baik. Penyemprotan pupuk daun dilakukan setiap 7 – 10 hari sekali. Hentikan pemakaian pupuk daun ketika tanaman sudah memasuki fase generatif (masa pembungaan). Pengendalian hama dan Penyakit Cabai Paprika Beberapa jenis hama dan penyakit cabai paprika antara lain sebagai berikut: a). Hama yang sering menyerang tanaman paprika antara lain ; tungau, trips, kutu daun, ulat buah, ulat grayak, lalat buah, jangkrik dan lain-lain. Pengendalian dilakukan dengan cara teknis, penggunaan pestisida nabati atau menggunakan pestisida kimia. Pestisida kimia yang digunakan disesuaikan dengan hama sasaran. Untuk mengendalikan hama dari jenis kutu-kutuan (tungau, kutu daun dan trips) gunakan akarisida misalnya agrimec, alfamec, demolish, samite atau pegasus. b). Penyakit yang sering menyerang tanaman paprika antara lain ; layu fusarium, layu bakteri, penyakit bulai/virus gemini, penyakit mozaik, bercak daun, busuk akar, busuk batang, busuk kuncup/mati pucuk, busuk buah, antraknosa/patek. Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan bakterisida dan fungisida yang sesuai dengan penyemprotan bakterisida dan fungisida yang sesuai dengan penyakit sasaran Panen Paprika Cabai paprika bisa mulai dipanen pada umur 60 hari setelah tanam. Buah paprika yang dipanen tergantung permintaan pasar. Umur panen bisa lebih cepat jika permintaan pasar adalah buah paprika hijau. Buah hijau dipanen pada saat buah sudah tua tapi belum matang. Ciri-ciri buah hijau siap panen adalah daging buah tebal, keras, buah berwarna hijau tua, buah mudah lepas dari tangkai, sehat, tidak cacat dan bebas hama penyakit. Jika permintaan adalah buah paprika matang (merah, kuning atau ungu) buah dipenen setelah matang. Ciri-ciri buah paprika matang siap panen adalah daging buah tebal, warna merata, sehat dan bebas penyakit. Pemanenan dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Buah dipetik bersama dengan tangkainya dan pemanenan bisa dilakukan setiap 2 -3 hari sekali. Penulis : Suriani, A.Md Penyuluh Pertanian Pelaksana lanjutan Wibi : Desa Jambuiya Kecamatan bontomanai