Loading...

PEMELIHARAAN TANAMAN SRIKAYA

PEMELIHARAAN TANAMAN SRIKAYA
Buah srikaya merupakan buah yang unik. Buah ini memiliki banyak nama yang berbeda-beda di setiap daerah, seperti Garoso (Bima), Sirikaya (Bugis), Seraikaya (Lampung), sorkajeh ( Madura ), hirikaya, atisi ( Maluku ) dan lain-lain sebaginya. Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau merupakan tempat yang sangat baik untuk budidaya srikaya. Tanaman srikaya cocok untuk ditanam di hampir setiap tempat di Indonesia. Selain jenis srikaya lokal seperti srikaya gading juga jenis srikaya yang berasal dari Amerika, Australia dan dari Bangkok, Thailand atau yang disebut dengan srikaya jumbo. Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan mudah karena bisa diperbanyak secara vegetatif, sambung pucuk maupun okulasi. Salah satu aspek penting dalam budidaya srikaya adalah pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan tanaman sangat menentukan keberhasilan usaha budidaya, baik kualitas maupun kuantitas hasil produksi. Beberapa kegiatan pemeliharaan yang perlu dilakukan meliputi penyulaman, penggemburan tanah, pemangkasan dan pembungkusan buah. Sedangkan kegiatab penyiraman dan pemupukan akan diuraikan dalam bagian lain. 1. Penyulaman Bibit yang mati, rusak, atau pertumbuhannya tidak sempurna harus segera diganti dengan bibit yang baru. Penggantian atau penyulaman yang terlambat dapat menyebabkan keseragaman waktu berbunga dan berbuah tidak sama. 2. Penyiangan Penyiangan di sekitar tanaman srikaya harus selalu dibersihkan agar tidak menjadi pesaing dalam penyerapan hara. Gulma dapat juga menjadi inang bagi hama atau penyakit. Untuk tanaman tabulampot, periksa tanaman sekitar pot, segera cabut gulmanya lalu disiram. Sedangkan tanaman ditanam langsung di lahan, harus dibersihkan dari gulma, radius 1 m dari tengah lubang (bokoran), terutama bagi tanaman muda.. Penyiangan sebaiknya dilakukan pada awal, pertengahan dan akhir musim hujan, 3. Penggemburan Tanah Tanah yang berat pada musim hujan menjadi liat sehingga air sukar meresap dan di musim kemarau tanah mengeras. Tanah yang demikian sebaiknya digemburkan, terutama di dekat pangkal tanaman selebar kanopi tanaman. Penggemburan tanah dapat memudahkan pergantian udara tanah dan proses peresapan air ke dalam tanah. Penggemburan tanah harus dilakukan dengan hati-hati agar perakaran tanaman tidak banyak yang rusak karena perakaran yang rusak mengganggu pertumbuhan tanaman. 4. Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk kanopi yang baik, memperbaiki penetrasi cahaya dan mengurangi kelembaban, memudahkan pemeliharaan serta merangsang pembungaan. Pemangkasan dilakukan dengan cara : (a).tanaman dipangkas pada ketinggian 80 cm, biarkan cabang sekunder terbentuk, (b).cabang sekunder dipelihara hingga ketinggian 60 cm, dan dipangkas pada jarak 40 cm dari pangkasan pertama, (c).cabang tertier dipelihara sepanjang 50 cm, selanjutnya dipangkas pada jarak 30 cm, (d).cabang kuater dipelihara sepanjang 50 cm, selanjutnya dipangkas pada jarak 20 cm. Semua pemangkasan tersebut umumnya dapat meningkatkan efisiensi sistem produksi tanaman, sehingga mampu menghasilkan buah yang lebih baik. Saat musim kemarau atau awal musim penghujan biasanya tunas wiwilan dan tunas baru akan tumbuh. Agar batang pokok dapat memanfaatkan unsur hara sebaik mungkin, tunas tersebut dipangkas sebagian. Pemangkasan pada tanaman tua dapat menjadikan pertumbuhan tunas baru dan tanaman memiliki kesempatan untuk berbunga kembali. 5. Pembungkusan Buah Buah srikaya mudah terserang hama, terutama hama kutu putih, semut, dan lalat buah. Hal ini merupakan akibat adanya kadar gula buah yang tinggi. Untuk menghindarkan serangan hama ini tidak boleh dilakukan dengan penyemprotan insektisida. Cara menghindarkan serangan hama yang paling aman adalah dengan pembungkusan buah saat masih muda yaitu menggunakan kertas, daun, atau plastik yang diberi lubang kecil untuk memudahkan keluar masuknya udara. 6. Memperbaiki Bentuk dan Kualitas Buah Buah srikaya sangat dipengaruhi oleh jumlah bunga yang berhasil diserbuki. Penyerbukan bunga srikaya dapat dilakukan dengan penyerbukan buatan agar bunga dapat terserbuki 100%. Di Indonesia kegiatan ini belum banyak dilakukan, karena tanaman srikaya ini belum diusahakan secara komersial dan intensif, sehingga bentuk dan ukuran buah sering tidak beraturan dan tidak seragam namun demikian sudah waktunya penyerbukan buatan sudah mulai dilakukan. Cara melakukan penyerbukan yaitu bunga mekar dipetik pada sekitar pukul 15.00 kemudian disebarkan dalam kantong kertas atau plastic dan ditempatkan dalam ruang tertutup selama semalam.Keesokan harinya setelah bunga mekar, pollen dipisahkan dengan mahkota bunganya menggunakan ayakan lembut. Pollen yang didapat ditaruh dalam wadah terbuka dengan kondisi lembab agar pollen terasebut tidak mati. Penyerbukan dilakukan dengan menggunakan kuas halus, dengan cara dioleskan pada bunga yang baru mekar, saat pagi hari. Keberhasilan penyerbukan ditandai dengan mengembangnya bakal buah setelah kira-kira 14 hari sejak dilakukan penyerbukan. Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1. Ir. Juhaeni Padi. 1997. Budidaya Srikaya. Penerbit Kanisius, Yogyakarta. 2. Sumarno DS; Ito Suwarno. 2011 Srikaya Jumbo Potensi Unggul Sibuah Super. Penerbit Lily Publisher, Yogyakarta. 3. Sobir, Mega A; 2002. 20 Tanaman Buah Koleksi Eksklusif, Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.